Dunia Kangouw gempar! Pendekar Binal Kang Hong, si mahacakap yang senyumannya mampu meluluhlantakkan hati setiap gadis, kini justru berlari tunggang langgang, membelakangi kemasyhuran dan segala puji. Bukan harta atau takhta yang dikejarnya, melainkan nyawa, demi seorang wanita misterius yang membawa takdir gila dalam keretanya yang reyot. Ih-hoa-kiong, sekte rahasia bergelar istana bunga paling kejam, mengejar mereka, bukan untuk merebut, melainkan untuk mencabut jiwa, hingga ke akar-akarnya.
Di tengah pelarian maut, di antara ancaman golok Capshio dan bayangan pedang pembantai dari Ih-hoa-kiong, tangisan bayi kembar memecah sunyi. Dua nyawa baru lahir ke dunia yang penuh bahaya, menjadi target utama dendam kesumat yang tak terbayangkan. Siapa sebenarnya wanita dalam kereta itu, yang hanya dengan sebutir bunga Bwe hitam mampu membungkam para penjahat paling ganas? Apakah ia budak pelarian, ataukah pewaris rahasia kelam yang dimangsa dendam? Kang Hong harus melindungi anak-anaknya dari cengkeraman takdir yang telah digariskan, menghadapi pengejaran tanpa henti dari kekuatan tersembunyi yang berambisi melenyapkan seluruh garis keturunannya.
Namun, takdir yang jauh lebih besar menanti di kedalaman bumi. Di sebuah istana bawah tanah yang terkubur, tersimpan rahasia ilmu silat mahatinggi, harta pusaka Kangouw, dan kisah tragis seorang pendekar yang mencapai puncak 'manusia super' — hanya untuk menemui ajal di tangan wanita yang dicintainya sendiri. Ketika Siau-hi-ji dan Kang Giok-long, dua jenius muda dengan jalan pikiran selicin belut, menguak tabir rahasia istana itu, mereka tak hanya menemukan jejak dendam masa lalu, tetapi juga menyalakan kembali api konflik yang mengancam mengguncang seluruh dunia persilatan. Siapakah yang akan mewarisi ilmu tak terkalahkan ini? Akankah mereka mampu meloloskan diri dari intaian maut yang bahkan lebih mematikan dari racun tersembunyi? Atau akankah mereka, seperti para pendahulu, menjadi tumbal bagi takdir yang penuh pengkhianatan dan cinta berdarah?