Air Mata Terakhir
Penulis: Norman Duarte Tolle
Status: Ongoing
Kategori: Cersil Mandarin
Seri: - #1
Sinopsis
Di bawah cakrawala yang mulai meredup, Jendral Phoenix—Cio San—kembali menapaki debu jalanan *kangouw* dengan beban takdir yang kian menghimpit. Inilah babak pamungkas dari trilogi para penggetar langit, di mana setiap langkah kaki memicu guncangan dan setiap helaan napas mengandung bara dendam yang belum padam. Sosoknya yang legendaris, yang wajahnya tetap awet muda berkat jamur sakti, kini tak lagi sekadar mencari ketenangan, melainkan terseret kembali ke dalam pusaran intrik yang mampu menjungkirbalikkan dunia persilatan.
Huru-hara mulai membara saat Cio San tiba di ambang pernikahan wanita yang pernah mengisi relung hatinya, Putri Syafina, dengan Esen, sang pemuda gagah pemegang mandat bangsa Goan. Di balik kemegahan pesta, sebilah belati pengkhianatan tengah diasah oleh musuh dalam selimut yang haus kekuasaan. Tak hanya itu, misteri kelam pembantaian keluarga Liok yang terkubur sepuluh tahun silam serta asal-usul kesaktian Cukat Tong—sang Raja Maling—mulai terkuak, memaksa Cio San berhadapan dengan dilema antara janji suci kepada seorang pelacur dan kehormatan seorang pendekar sejati yang tak tergoyahkan.
Saat kesaktian *Lwee Kang* (tenaga dalam) miliknya mulai mencapai titik nadir, sang Phoenix harus mempertaruhkan nyawa melalui tempaan *Gwa Kang* (tenaga luar) yang keras demi bertahan dari badai musim gugur yang mencekam. Apakah "Air Mata Terakhir" ini akan jatuh sebagai simbol kebahagiaan di pelukan cinta yang tulus, ataukah menjadi noktah darah yang menutup riwayat sang legenda untuk selamanya? Di antara dentingan golok sakti dan sunyinya ciuman pertama di musim semi, sebuah takdir akhir tengah menanti untuk digoreskan dengan tinta emas atau air mata kepedihan.