Amarah Pedang Bunga Iblis
Penulis: Gu Long
Status: Ongoing
Kategori: Cersil Mandarin
Seri: - #1
Sinopsis
Di tengah badai salju yang tak kunjung reda, jagat persilatan tercekam dalam desas-desus geger tak berkesudahan. Nan Jun Wang Huang Fu Qing Tian, sang pendekar pejabat yang membersihkan kangouw dari durjana dengan pedang putihnya yang gemilang, kini harus menanggung beban takdir yang tak terperi. Sebuah persaudaraan darah, kini dinodai sumpah berdarah, memaksanya berhadapan dengan Jiu Tian Gui Di, Zhong Hui Mie – saudara angkatnya sendiri, dalam sebuah duel maut yang mengoyak jiwa, bukan hanya menguji jurus, melainkan juga mengusik nurani.
Namun, pertarungan itu hanyalah tirai tipis yang menyembunyikan badai intrik lebih besar. Zai Si, penasihat cerdik Nan Jun Wang, telah merancang upacara akbar yang seharusnya menjadi puncak kejayaan, namun justru menjadi panggung bagi maut yang mengintai. Dalam pusaran tipu daya, muncullah Ren Piao Ling, si Pembunuh Bayaran Berpedang Kilat, seorang misteri tanpa tempat tinggal yang bersedia menukar nyawa dengan harga tak masuk akal, menjadi bidak dalam permainan berdarah yang lebih besar. Setiap langkah adalah jebakan, setiap senyum menyembunyikan racun, dan ancaman datang dari bayangan yang tak terduga, siap menjadikan siapa saja kambing hitam dalam rencana memancing musuh bebuyutan.
Saat tabir kebenaran perlahan tersingkap, Huang Fu Qing Tian mendapati dirinya terjerat dalam jaring dendam berpuluh tahun yang telah ditenun dengan cermat. Bukan sekadar pergulatan antara kebaikan dan kejahatan, melainkan pertarungan pahit antara masa lalu yang terkubur dan takdir yang tak terelakkan. Ada musuh yang tak menginginkannya mati cepat, melainkan mati perlahan, menyiksa setiap jengkal hatinya dengan rahasia kelam dan pengkhianatan yang tak terbayangkan. Mampukah pedang putih sang Nan Jun Wang membelah awan pekat intrik dan mengakhiri Amarah Pedang Bunga Iblis yang haus darah, ataukah ia akan terseret ke dalam neraka perasaan di Pulau Penuh Dendam, menjadi korban dari takdir berdarah yang ditulis oleh tangan-tangan tak terlihat?