Delapan Dewa Iblis
Penulis: Rajakelana
Status: Ongoing
Kategori: Cersil Mandarin
Seri: - #1
Sinopsis
Di jantung pegunungan Kie To San, tirani berlumur darah telah mencengkeram erat. Kim-gan-tiauw Hauw Gie, si Garuda Mata Emas yang kejam dan tak terjamah, berkuasa mutlak atas tambang emas Hek Houw Nia, mengubah setiap jengkal tanah menjadi pusaran penindasan bagi para kuli melarat. Namun, di tengah keputusasaan yang pekat, muncul bayangan mungil namun menggentarkan: Tiat Leng Souw, sang Thabib Tua Berlengan Besi. Dengan houw-ciang kerincingan di tangan dan onta setia di sisi, ia melangkah gagah, menantang hegemoni sang Garuda Mata Emas, mengguncang jagad persilatan dengan tekadnya untuk menumbangkan kezaliman.
Ancaman Tiat Leng Souw mengobarkan murka Hauw Gie, sang raja tambang yang congkak, yang tak pernah gentar menghadapi siapapun. Dengan pasukannya yang terdiri dari pendekar-pendekar bengis seperti Hoa-too Lauw Beng dan Tiat-tauw Tio Tay Hin, ia dengan kejam telah merampas tambang Ceng Siong Nia milik Ie Tay Giap dan membuat sang pemilik terpuruk. Kini, di tengah badai intrik dan ancaman pembalasan, putri Ie Tay Giap yang berani, Ie Siu Kouw, dengan nekat melangkah ke sarang harimau Kim-gan-tiauw, membawa sebuah rencana berbahaya yang jauh lebih mematikan dari sekadar penyerahan diri. Akankah si nona muda ini menjadi kunci kehancuran atau justru terjerat dalam jaring angkara murka yang mematikan?
Ketika kancah perseteruan memanas, dan pusaran dendam menuntut balasan, geger kangouw akan menguak tabir rahasia yang terkubur! Di balik layar, empat jagoan legendaris dari Tay Soat San, para pendekar yang lama menghilang, kini kembali untuk menumpas angkara murka! Dapatkah Tiat Leng Souw dan sekutunya menumbangkan tirani yang berakar dalam? Atau akankah Kim-gan-tiauw Hauw Gie bersama kekejamannya berjaya, menyeret seluruh jagad persilatan ke dalam kegelapan abadi? Pertarungan hidup mati demi keadilan dan kehormatan akan mengguncang bumi Hek Houw Nia, menentukan siapa yang pantas menyandang gelar 'raja' di tanah bertuah ini!