Chapter 01
SERI I: Dewa Iblis
Di pinggir Pantai Naga, seorang kakek berbaju putih bernama Raja Naga menemukan seorang bayi laki-laki yang berumur satu bulan. Bayi itu ditemukan di pinggir pantai, dan Raja Naga tidak tahu siapa orang tua bayi itu. Namun, dia menyadari bahwa bayi itu memiliki sesuatu yang aneh, yaitu mata biru terang yang menyala seperti lautan di kegelapan malam.
Raja Naga berpikir bahwa bayi itu memiliki potensi besar dan ingin mendidiknya untuk menjadi seorang pesilat yang membela kebenaran. Dia memberi nama bayi itu Bayu Samudra dan memutuskan untuk merawatnya sebagai cucu sendiri.
Tiba-tiba, petir berwarna biru menyambar lautan sebanyak sembilan kali, dan Raja Naga merasa bahwa itu pertanda baik dari Tuhan. Bayu Samudra menangis, dan Raja Naga merasa bahwa ada kekuatan yang terkandung dalam tangisan itu.
Raja Naga membawa Bayu ke sebuah tebing yang curam dan mulai mendidiknya dengan ilmu silat tingkat tinggi. Bayu belajar dengan cepat dan dalam umur lima tahun, dia sudah berhasil menguasai ilmu "Inti Naga Api" dan "Inti Naga Es", yang merupakan tenaga dalam yang luar biasa hebat.
Saat Bayu berumur lima belas tahun, Raja Naga memuji kemampuan silatnya dan berkata bahwa dia harus terus berlatih untuk menjadi lebih sempurna. Raja Naga juga berjanji untuk mengajarkan ilmu-ilmu lainnya kepada Bayu jika dia berhasil menguasai ilmu yang sudah diajarkan.
Bayu berjanji untuk berlatih dengan sungguh-sungguh dan tidak sombong jika sudah menguasai semua kepandaian. Raja Naga tersenyum dan memuji Bayu sebagai cucu yang baik.
Suatu hari, Raja Naga memanggil Bayu dan berkata bahwa sudah saatnya Bayu mengamalkan ilmu yang diajarkan untuk sesama. Bayu gembira mendengar hal itu dan ingin melihat dunia luar. Raja Naga tersenyum dan membiarkan Bayu pergi, tetapi Bayu ingin pergi bersama Raja Naga.
Raja Naga menyuruh Bayu pergi sendiri dan berkata bahwa dia sudah besar dan tidak perlu lagi merawatnya. Bayu setuju, tetapi berjanji untuk tidak meninggalkan Raja Naga sendirian.
Bayu kemudian pergi ke sebuah desa yang ramai dan menemukan sebuah kedai yang lumayan besar. Dia memasuki kedai itu dan memesan makanan. Sambil makan, dia melihat seorang gadis cantik yang sedang makan dengan santainya. Gadis itu memakai baju biru dan memiliki pedang di punggungnya.
Setelah selesai makan, Bayu membayar dan pergi dari kedai itu. Dia berjalan keluar desa dan menemukan sebuah sungai yang jernih. Dia duduk di sebuah batu besar dan menikmati pemandangan di sekitar tempat itu.
Tiba-tiba, dia mendengar dentingan senjata beradu dan segera melesat ke arah suara tersebut. Dia menemukan sebuah pertempuran antara gadis yang tadi dia lihat di kedai dengan seorang laki-laki yang berwajah kasar.
Bayu menonton pertempuran itu dan berpikir untuk membantu gadis itu jika dia kalah. Setelah beberapa lama, gadis itu terdesak hebat dan Bayu memutuskan untuk membantunya. Dia menghadapi laki-laki itu dan berkata bahwa dia tidak boleh mengganggu gadis itu.
Laki-laki itu marah dan mengancam Bayu, tetapi Bayu tidak takut. Dia menggunakan ilmu "Jubah Sakti" untuk menangkal serangan laki-laki itu. Laki-laki itu menggunakan ilmu "Tapak Iblis" yang sangat berbahaya, tetapi Bayu berhasil menangkalnya dengan ilmu "Jubah Sakti".
Bayu kemudian menyerang laki-laki itu dan membuatnya terlempar jauh. Laki-laki itu terluka berat dan memuntahkan darah segar dari mulutnya. Bayu menatap laki-laki itu dengan wajah tenang dan berkata bahwa ilmu yang digunakannya bukanlah ilmu setan, tetapi hanya ilmu biasa saja.