Halo!

Dewa Naga - Chapter 06

Memuat...
Dewa Naga

Chapter 06

Bunyi tulisan itu begini: "Aku bernama Ki Samber Langit. Gua ini bernama Gua Dewa Seribu Tahun. Kau berjodoh dengan tempat ini, maka dari itu pelajarilah semuanya yang ada di sini. Ikuti petunjuk yang aku berikan dan pelajarilah dengan sungguh-sungguh karena kau menanggung tugas yang berat. Begitu kau masuk tempat ini, istana iblis yang ada di alam gaib mulai bangkit dan akan mencoba menguasai dunia gaib dan nyata. Dan tugasmu adalah membunuh Dewa Iblis dan para pengikutnya.

Dulu aku hanya bisa menahan iblis itu agar tidak muncul ke dunia ini selama 500 tahun dan selanjutnya kau harus membunuhnya karena dengan bakat dan kemampuanku, kau akan berhasil.

Setelah kau keluar dari sini, pergilah ke Hutan Larangan di Lembah Kematian. Di sana terdapat Istana Abadi. Kau harus menguasai ilmu barisan dan ilmu dari alam gaib.

Dan aku hadiahkan pusakaku, yaitu Seruling Ajaib dan lencanaku. Setiap orang pasti akan tahu siapa kau dengan menunjukkan lencana itu.

Sekarang kau adalah pemilik Istana Abadi.

Dan satu hal lagi, satu tahun di dalam gua ini sama dengan setengah bulan di luar sana.

Dan semoga berhasil."

Setelah membaca itu pun Bayu merasa heran karena ia menjadi pemilik sebuah istana yang misterius. Dulu kakeknya pernah menceritakan tentang istana ajaib yang bernama Istana Abadi, dan ia sekarang menjadi pemiliknya.

Ia pun mulai meneliti tempat itu dengan saksama dan akhirnya menemukan ruangan lain.

Di tempat itu ada bermacam-macam ruangan.

Di antaranya penyimpanan kitab, tempat latihan, air terjun, penyimpanan senjata, gudang obat, dan mustika.

Mulailah Bayu berlatih silat. Karena telah membaca petunjuk yang ada, maka lebih gampang ia berlatih.

Pertama, ia menelan tiga butir pil mustika, yaitu Pil Ganti Raga, gunanya mengganti tulang, otot, dan otak menjadi sempurna. Lalu Pil Dewa yang membuat kecerdasannya berlipat-lipat.

Dan mulailah ia berlatih sembilan unsur tenaga dalam, yaitu api, air, es, tanah, angin, rembulan, matahari, dan petir.

Dengan petunjuk yang ada, ia pun mulai melatih dengan tekun.

Setiap mempelajari unsur itu, ia harus menelan sebutir mustika yang sangat langka sesuai dengan unsurnya.

Karena ia telah menguasai unsur api dan air, maka yang dipelajari tinggal enam unsur lagi.

Karena dasar ilmunya tinggi, maka dalam satu bulan saja ia telah menguasai semuanya, dan tenaga dalamnya berlipat-lipat. Setiap butir mustika meningkatkan tenaga dalam sebesar tiga puluh tahun latihan. Oleh karena itu, ia memiliki tenaga dalam dua ratus tahun lebih.

Setelah selesai dasar latihan itu, ia pun mulai membuka kitab ajaib yang isinya adalah intisari ilmu dari seluruh Jawa. Kitab itu terbagi dari dua bagian, yaitu ilmu golongan putih dan hitam.

Ia terlebih dulu belajar dari golongan putih. Ia pun berhasil dengan sempurna.

Karena ilmu hitam menggunakan racun, ia pun menelan Pil Racun Selaksa Tahun.

Dengan menelan itu, ia pun dapat menggunakan racun yang paling jahat dan dapat pula mengobatinya.

Di dalam tempat kitab terdapat pula kitab dari Tiongkok dan India, karena itu bahasa Tiongkok dan India.

Dalam waktu tiga tahun, Bayu berhasil mempelajari semua kitab dengan sangat sempurna.

Maka mulailah ia berlatih langkah-langkah ajaib yang banyak jumlahnya. Yang paling hebat adalah Langkah Menyesatkan Dewa.

Selama enam tahun, ia berhasil menguasai ilmu sihir dari golongan putih, ilmu pengobatan, ilmu barisan, ilmu perbintangan, ilmu mengendalikan senjata, dan ia pun berhasil menguasai ilmu yang bernama Ilmu Lebur Jiwa yang dapat digunakan untuk memahami bahasa hewan dan menjinakkannya.

Beberapa hari sebelum ia keluar, ia berada di ruangan senjata. Di tempat itu terdapat bermacam-macam senjata yang ampuh. Ia pun mencoba mencari senjata yang pas.

Cukup lama ia mencari-cari, akan tetapi tidak ada yang cocok.

Saat ia bingung, tanpa sengaja ia menginjak alat rahasia di dalam lantai itu.

Dari dalam lantai muncul sepasang senjata aneh yang berbentuk bintang dan ada lubang untuk memegangnya.

Di sebelah senjata terdapat tulisan yang menerangkan bahwa senjata ini disebut Senjata Bintang, dan jika tenaga dalam disalurkan pada senjata itu akan ada efeknya.

Misalnya mengeluarkan api.

Bayu pun mencoba-coba Senjata Bintang itu dengan api, air, petir, angin, dan hasilnya pun hebat.

Ia pun menggunakan "Ilmu Mengendalikan Badai dan Petir". Senjata Bintang dapat terbang sesuai dengan keinginannya.

Akhirnya ia memilih Senjata Bintang untuk senjatanya.

Selain itu, Bayu pun mengambil sebuah pedang mustika yang tipis yang bernama Pedang Daun Bambu, karena saking tipisnya dan dapat digulung.

Akhirnya saat keluar dari gua itu pun tiba, karena ia telah berada selama enam tahun atau tiga bulan di dunia nyata.

Ia pun tak lupa mengambil Seruling Ajaib dan lencana.

Seruling terbuat dari bambu kuning, akan tetapi kerasnya melebihi baja yang paling baik sekalipun. Dan tak ketinggalan, Bayu mengambil tiga butir obat mustika yang ampuh untuk Rara dan ayahnya.

Saat ia akan keluar, ia mendengar suara perempuan lagi yang dulu ia dengar ketika akan masuk, "Bayu, anakku, sekarang kau telah berhasil menguasai semua ilmu.

Suatu saat nanti kau akan tahu siapa aku ini.

Ingatlah, Bayu, kau harus membunuh Dewa Iblis itu.

Jika kau ingin keluar dari tempat itu, gunakanlah Ilmu Alih Alam atau Ilmu Tembus Raga.

Nah, anakku, selamat dan semoga tugasmu berhasil."

Bayu heran dengan perempuan yang ia hanya tahu suaranya itu, karena selalu muncul seolah-olah selalu mengawasinya.

Dengan langkah mantap, ia berjalan dan sampailah pada ujung lorong.

Ia pun mencoba menggunakan Ilmu Alih Alam. Dengan ilmu itu, ia dapat pergi ke sembarang tempat melewati alam gaib.

Hasilnya, dalam sekejap ia sudah berada di luar gua.

Seorang pemuda tampan bermata biru tampak menuruni sebuah lembah.

Ia adalah Bayu Samudra.

Bayu sekarang ini berbeda dengan Bayu yang tiga bulan lalu. Setelah ia berada di Gua Dewa Seribu Tahun selama enam tahun—atau tiga bulan di dunia nyata—banyak sekali perubahannya.

Matanya yang biru tampak memancar seperti api yang berwarna biru.

Mukanya semakin tampan karena pengaruh inti rembulan, dan akibatnya ia memiliki semacam ilmu pelet untuk menaklukkan setiap wanita.

Akan tetapi, yang paling mencolok adalah kulitnya yang berwarna putih keperak-perakan. Itu karena enam unsur tenaga dalamnya yang dilatihnya.

Ia berjalan perlahan-lahan walaupun hatinya ingin segera bertemu dengan kekasihnya.

Ketika ia berada di tepi hutan, telinganya yang sangat peka mendengar suara rintihan, dan ia pun segera menuju ke arah suara tadi.

Tak lama kemudian, terlihatlah asal-muasal suara itu, yakni sepasang rajawali raksasa sebesar gajah.

Rajawali itu berwarna emas dan perak.

Pada sayap rajawali emas tertancap sebuah panah.

Itu yang membuat rajawali itu kesakitan, sedangkan rajawali perak berkaok-kaok di sampingnya seperti sedang menangisi rajawali emas.

Bayu yang memiliki sifat kasihan bermaksud menolong.

Akan tetapi, ia tidak mau ceroboh dan akhirnya ia pun mengeluarkan Seruling Ajaibnya, lalu meniupnya dengan didasari Ilmu Penakluk Satwa. Ia bermaksud untuk menjinakkan kedua hewan itu.

Tak lama, suara seruling itu pun berhenti. Kedua hewan itu memandang ke arah Bayu.

Perlahan-lahan Bayu pun mendekati burung yang terluka.

Ia sekarang dapat disebut rajanya para tabib karena mengerti semua obat-obatan dan terlebih lagi menguasai segala macam racun.

Tampak di sekeliling panah yang menancap itu berwarna hitam kebiru-biruan. Itu menandakan bahwa anak panah sangat beracun.

Dengan hati-hati, ia mencabut anak panah itu, kemudian ia menyedot racun itu dengan tenaga dalamnya.

Sekejap saja dari luka itu mengalir darah merah. Itu berarti racunnya sudah habis.

Dengan Ilmu Sambung Otot dan Tulang, dalam sekejap saja luka itu sembuh bahkan tidak tampak bekas luka.

Keduanya berkaok-kaok seperti gembira.

Di atas angkasa tampak dua titik bayangan hitam yang bergerak sangat cepat. Ternyata bayangan itu adalah dua ekor burung raksasa yang di atasnya duduk Bayu.

Karena Bayu telah menjinakkan dua burung itu, maka burung itu menjadi peliharaannya.

Tujuan Bayu kali ini adalah ke Perguruan Macan Sakti.

Tak lama kemudian, sampailah ia ke tempat tujuan. Ia pun menyuruh rajawali untuk melayang rendah.

Segera Bayu melompat. Dengan indahnya, ia sampai di tanah dengan sempurna tepat di depan rumah Ki Suto.

Di depan rumah tampak kekasihnya sedang termenung, maka ia tidak tahu bahwa Bayu telah kembali.

Segera ia menegur dengan kocaknya, "Siang-siang kok melamun, nanti tambah tua?"

"Biarkan," sambut Rara dengan sebal sambil menoleh.

Tampak wajahnya segera gembira karena orang yang dipikirkan selama tiga bulan akhirnya kembali.

Mereka pun bercakap-cakap sebentar melepas rindu.

Tiba-tiba Bayu bertanya, "Apakah ayahmu sudah sembuh? Aku sudah membawa obat untuknya," sambil mengeluarkan sebutir Buah Dewa.

Segera Rara mengajak Bayu bertemu ayahnya. Mereka pun segera memasuki ruangan tempat ayahnya Rara terbaring. Ternyata pintunya terbuka dan di dalamnya juga ada Hantu Laut.

Mereka berdua terkejut dengan kemunculan Bayu secara tiba-tiba.

Mereka pun segera bercakap-cakap menanyakan keadaan masing-masing.

Bayu, sambil mengeluarkan sebutir buah dari kantong bajunya.

Obat itu ternyata adalah buah berwarna merah sebesar kelereng. Ia berikan kepada Ki Sanjaya, dan segera Ki Sanjaya menerima dan memakannya.

Segera terasa hawa hangat memasuki perutnya.

"Itu adalah Buah Dewa. Khasiatnya, selain menyembuhkan penyakit, dapat membuat kebal dari segala racun, dan yang paling ampuh adalah meningkatkan tenaga dalam sebesar empat puluh tahun," kata Bayu. Ia pun mengambil tiga butir lagi, yang dua untuk Rara dan yang satunya untuk Ki Suto.

Rara dan Ki Suto menerima dengan gembira dan memakannya.

"Aku memberikan dua butir kepada Rara karena ia baru ada sepuluh tahun tenaga dalamnya," lanjut Bayu.

Mereka bertiga mengucapkan terima kasih.

"Dan satu lagi, dalam lima jam jangan sekali-kali mengerahkan tenaga dalam secara berlebihan. Oleh karena itu, sebaiknya bersemedi sesuai apa yang aku berikan, karena ini akan segera membuat khasiat Buah Dewa itu menjadi sempurna."

Dukungan & Donasi

Bantu kami terus update dengan memberi dukungan melalui:

BCA 7891767327
Trakteer
Post a Comment