Halo!

Dewi Tombak - Chapter 24

Memuat...
Dewi Tombak

Chapter 24

Su Nio menyaksikan kejadian yang sangat mengenaskan dan membuat hatinya sakit. Dengan suara keras, ia berseru, "Aku akan membalas dendam kepada pembesar jahanam itu!" Setelah berkata demikian, ia meminta Ngo Sian Tie dan kakaknya Yo An Jie untuk membawa mayat Lauw Yu pulang ke atas gunung, sedangkan ia sendiri bersama Siauw Giok akan kembali ke Ceng-hian-tien untuk membalas dendam kepada Pek Tek Ceng, si Cian-hu jahanam.

Ngo Sian Tie menasihati Su Nio untuk bersabar dahulu sampai mayat Lauw Yu dikebumikan, tapi Su Nio tidak setuju dan ingin segera membalas dendam. Akhirnya, Sian Tie tidak dapat berbuat lain dan melepaskan Su Nio pergi bersama Siauw Giok untuk melaksanakan pesan almarhum Lauw Yu dan membalas sakit hati kepada Pek Tek Ceng.

Sesampainya di gedung Cian-hu, Su Nio dan Siauw Giok melakukan penggerebekan dan membekuk dua orang serdadu jaga di muka pintu gerbang. Mereka kemudian menanyakan dimana adanya si Cian-hu jahanam pada petang hari itu. Kedua serdadu jaga itu terpaksa memberitahukan bahwa Cian-hu Tayjin sedang berpesta pora di halaman benteng gedungnya, dengan dikawani oleh orang kepercayaannya Ciu Tek Seng dan beberapa orang gundiknya.

Su Nio dan Siauw Giok kemudian memasuki gedung itu dengan jalan melompat masuk dari jendela. Mereka menemukan Cian-hu jahanam yang sedang berpesta pora dan Su Nio segera menendang kursi pembesar keji itu, sehingga kursi beserta orangnya terjungkal. Su Nio kemudian menghunus pedangnya dan menusuk tenggorokan Pek Tek Ceng. Namun, sebelum Pek Tek Ceng meninggal, Ciu Tek Seng muncul dan menangkis pedang Su Nio dengan cambuk Sampian di tangannya.

Siauw Giok segera mengenali Ciu Tek Seng sebagai musuh besarnya dan meminta Su Nio untuk menyerahkan musuh itu kepadanya. Su Nio kemudian melanjutkan serangannya ke arah Pek Ceng, tetapi gagal membunuhnya karena Pek Ceng bersembunyi di belakang salah seorang gundiknya. Su Nio kemudian menggunakan senjata rahasia Tok bwee-kwie untuk mengambil jiwa Cian-hu, tetapi malah membunuh gundik itu.

Sementara itu, Siauw Giok sedang bertempur dengan Ciu Tek Seng dan dikepung oleh para serdadu bala bantuan. Su Nio kemudian menyelamatkan Siauw Giok dengan menyambitkan sebuah Tok-bwee-kwie ke arah Ciu Tek Seng, sehingga Ciu Tek Seng menjerit kesakitan. Siauw Giok kemudian menerobos keluar dari dalam kepungan musuh dan melompat keluar jendela, diikuti oleh Su Nio.

Mereka berdua kemudian melarikan diri ke atas gunung, tetapi gagal membunuh Pek Tek Ceng. Ciu Tek Seng yang menderita luka karena terlanggar senjata rahasia Su Nio kemudian pulang ke rumahnya untuk mengobati lukanya. Namun, lukanya tidak dapat disembuhkan dengan obat-obat luka yang ia punya, sehingga ia memutuskan untuk meminta pertolongan gurunya Ceng Kie Siangjin di pegunungan Thay-heng san.

Ceng Kie Siangjin adalah seorang biarawan yang merasa tidak puas dengan pemerintahan kerajaan Song dan penjajah bangsa Kim. Ia pernah menggabungkan diri dengan orang-orang gagah dari Rimba Persilatan untuk melakukan perlawanan terhadap musuh-musuh negara itu, tetapi pergerakan mereka gagal dan ia terpaksa melarikan diri dan bersembunyi di pegunungan Thay-heng-san.

Ciu Tek Seng kemudian berangkat ke puncak Eng-hoat-hong di gunung Thay-heng-san untuk meminta pengampunan dari gurunya. Namun, ia tertangkap dalam badai salju dan jatuh pingsan. Ketika ia siuman, ia didukung oleh seorang anak perempuan yang berlengan keras sekali. Anak perempuan itu bernama Cu Thian In, dan ia adalah murid dari Souw Thian Lun, pemimpin dari golongan Thian-liong pay.

Cu Thian In dan saudara seperguruannya Ong Thian Sim kemudian bertengkar untuk memperebutkan Ciu Tek Seng, karena Ong Thian Sim ingin membalas dendam kepada Ciu Tek Seng yang telah membunuh gurunya. Ciu Tek Seng kemudian menyadari bahwa ia telah membuat kesalahan besar dengan bergabung dengan bangsa Kim dan membunuh guru dari Cu Thian In dan Ong Thian Sim. Ia kemudian memutuskan untuk meminta pengampunan dari gurunya dan meninggalkan jalan yang salah.

Dukungan & Donasi

Bantu kami terus update dengan memberi dukungan melalui:

BCA 7891767327
Trakteer
Post a Comment