Geger Solo
Penulis: Kho Ping Hoo
Status: Ongoing
Kategori: Cersil Indonesia
Seri: - #1
Sinopsis
Malam berdarah di Tanah Jawa! Geger Solo bukan lagi sekadar nama kota, melainkan pekik pilu yang mengoyak angkasa, saat Bengawan Solo murka dan menumpahkan segala dahsyatnya. Air bah kuning keruh menggelora, menelan rumah, menghanyutkan nyawa, mengubah keindahan Surakarta menjadi kancah malapetaka tak terkira. Di antara hiruk-pikuk jerit dan tangis, seorang pendekar muda tanpa jubah keemasan, **Prayitno si Anggota Mahasura**, bangkit menantang takdir. Dengan keberanian seluas samudra, ia menerjang arus, menjadi mercusuar harapan di tengah kegelapan yang pekat.
Namun, badai yang menerjang Solo tak hanya datang dari langit dan sungai. Di tengah puing-puing nestapa, tersingkaplah drama kemanusiaan yang lebih pedih. **Nuryati**, seorang ibu muda yang dihantam takdir kejam, kehilangan putra dan suaminya dalam amukan banjir, hampir menyerah pada keputusasaan, bahkan nyaris merenggut nyawanya sendiri. Sementara itu, di balik tabir kekacauan, **muslihat durjana Rahmanto** mulai merayap, memanfaatkan penderitaan untuk meraup keuntungan haram, menjebak gadis lugu seperti **Ningsih** dalam jaring tipu dayanya. Bisakah Prayitno, sang penolong setia, membedakan mana emas murni dan mana tembaga sepuhan di tengah kehancuran, ataukah ia sendiri akan terjerembap dalam labirin takdir yang menguji nuraninya?
Ketika jejak masa lalu yang kelam tiba-tiba muncul bagai bayangan dari balik kabut duka, Nuryati dihadapkan pada persimpangan takdir yang begitu berat. Akankah ia memilih kembali pada puing-puing kenangan yang menyakitkan, ataukah berani melangkah maju menyambut uluran tangan seorang pahlawan yang menawarkan janji kebahagiaan sejati? Mbah Setro, dengan kearifan seorang dalang yang mengerti lakon wayang kehidupan, merajut benang-benang takdir ini. Namun, di tengah semua ini, masihkah ada secercah harapan bagi Solo untuk bangkit dari keterpurukan, dan bagi setiap jiwa yang terluka untuk menemukan kedamaian, ataukah 'Geger Solo' akan selamanya menjadi kisah pilu yang tak berujung?