Halo!

Ibu Hantu - Chapter 27

Memuat...
Ibu Hantu

Chapter 27

Oleh karena itu, dia semakin kalap dan berulang kali mencaci maki kalang kabut.

Oen Lay Tat yang mengawasi dari kaca pembesar Tay-pian-ming tersenyum melihat si Gemuk Tromok terdesak hebat oleh anak buahnya.

"Hmh... Tidak seberapa kepandaiannya!" Kauw-cu dari Pian-sia-kay menggumam dengan tersenyum mengejek.

"Sebentar lagi dia pasti akan dibekuk!" Para jago undangan Lay Tat di dalam ruangan tersebut semuanya mengawasi jalannya pertempuran itu.

Cie Kiat duduk diam di tempatnya. Dia tidak tertarik sedikit pun untuk menyaksikan pertempuran antara orang-orang Oen Lay Tat dengan si Gemuk Tromok itu. Otak si anak muda marga Lie itu sedang berputar dengan cepat memikirkan setiap gerakan Ceng-tok-jie saat melawan Kim Tok. Sangat jelas, gerakan-gerakan dari kedua binatang berbisa itu, jika dikombinasikan dan digabungkan, tentu akan menjadi sangat dahsyat dan luar biasa. Sebagai seorang yang kepandaiannya telah tinggi dan sempurna, Cie Kiat dapat memahami garis besar dan pola gerakan-gerakan kedua binatang beracun peliharaan Oen Lay Tat.

Cie Kiat juga sedang memikirkan gerakan terakhir Ceng-tok-jie. Pada saat itu, ketika jiwa Ceng-tok-jie terancam bahaya kematian karena perutnya tergigit keras oleh Kim Tok dan darah banyak keluar dari tubuhnya, yang menyebabkannya lemas tak bertenaga, dia menggunakan suatu gerakan yang benar-benar menentukan nasibnya, sehingga dia malah berhasil menggigit binasa Kim Tok serta mematuk dengan ekornya. Gerakan dahsyat itu memang merupakan suatu gerakan yang jarang sekali terdapat di dalam dunia ini, karena di dalam keadaan terdesak begitu, lagipula tenaganya telah lenyap, menyebabkannya lemah sekali, Ceng-tok-jie malah berhasil merebut kemenangan. Oleh karena itu, Cie Kiat tak habis pikir, gerakan itu bagaimanapun juga harus dia kuasai. Jika memang seorang jago yang kosen sedang menghadapi lawan yang juga tangguh, maka ketika dia terdesak hebat, jika dia telah menguasai jurus itu, pasti dia akan dapat merebut kemenangan mutlak, karena lawannya tentu tidak akan menduga sama sekali. Memang, jika dipikirkan, gerakan terakhir Ceng-tok-jie itu hebat sekali. Jika memang Cie Kiat dapat menguasai gerakan itu, maka dia akan menjadi seorang jago yang luar biasa, dan juga tanpa disadarinya dia menjadi seorang Ciang-bun-jin dari sebuah partai yang belum diresmikan!

Dan jika memang Cie Kiat sedang menghadapi lawan yang tangguh, dia pasti akan bisa menghadapinya dengan sangat mudah, karena jika dia telah bisa menguasai gerakan-gerakan Ceng-tok-jie dan Kim Tok, berarti dia mempunyai ilmu silat dalam jurus-jurus yang aneh dan sukar untuk diterka oleh lawannya.

Dan, sementara orang-orang di dalam ruangan tersebut tegang oleh suasana pertempuran si Gemuk Tromok Dedemit Hidup yang sedang dikeroyok oleh Sam-kay dan Cong Teng San, yang dapat disaksikan dari kaca pembesar Tay-pian-ming, tiba-tiba Cie Kiat tertawa terbahak-bahak dengan suara yang menggelegar!

Semua orang yang ada di dalam ruangan itu terperanjat, mereka semuanya menoleh dan heran melihat kelakuan anak muda marga Lie itu. Padahal, mereka tidak menyadari dan tidak mengetahui, bahwa pada saat itu di daratan Tionggoan telah bertambah seorang Ciang-bun-jin dari sebuah perguruan silat yang masih muda usia, yang telah berhasil menciptakan gerakan-gerakan Ceng-tok-jie dan Kim Tok menjadi semacam ilmu silat yang sangat ampuh dan tangguh.

Sedangkan Cie Kiat tertawa sambil menggerak-gerakkan tangannya, dia seperti sedang bersilat. Jurus-jurus yang dikeluarkannya itu benar-benar aneh sekali. Semua orang yang menyaksikan kelakuan Cie Kiat menjadi heran sekaligus bingung. Terlebih lagi ketika Cie Kiat tiba-tiba mengeluarkan suara teriakan yang keras menggelegar dan tiba-tiba tubuhnya mencelat tinggi sekali, saat tubuhnya terapung di tengah udara, tangan anak muda marga Lie itu membabat ke bawah, dan "Tak!"

Terdengar suara nyaring, tujuh buah mangkuk pecah terhajar oleh angin serangan anak muda marga Lie tersebut. Hal ini menunjukkan betapa kosen dan sempurnanya tenaga dalam Cie Kiat!

Ketika tubuhnya meluncur turun kembali ke lantai, dia berdiri tegak dan seperti Cie Kiat tidak memedulikan orang-orang lain yang ada di dalam ruangan itu, dia tertawa terbahak-bahak dengan suara yang sangat keras sehingga para jago rimba persilatan yang ada di dalam ruangan itu dapat merasakan goncangan yang sangat keras, lagipula suara tawa Cie Kiat membuat jantung orang-orang di dalam ruangan itu tergoncang hebat. Suara tawa Cie Kiat panjang sekali. Seolah-olah suara tawanya tidak akan terputus-putus. Bahkan orang-orang yang ada di dalam ruangan itu seperti kesima. Mereka seperti melupakan pertempuran yang sedang terjadi di luar ruangan tersebut, di mana si Gemuk Tromok Dedemit Hidup sedang dikepung hebat oleh Sam-kay dan Cong Teng San. Lay Tat sendiri juga berdiri bengong. Dia tidak mengerti apa yang sedang dilakukan oleh anak muda marga Lie itu. Dia hanya mengawasi saja dengan mata yang tidak berkedip. Sebagai seorang jago yang cukup kosen dan tangguh, Lay Tat mengetahui dari suara tawa Cie Kiat itu bahwa kepandaian tenaga dalam anak muda marga Lie itu telah sempurna! Begitu juga para jago lainnya yang ada di dalam ruangan tersebut, di samping mereka terkejut sekali, mereka pun sangat mengagumi kesempurnaan tenaga Lwee-kang pemuda marga Lie tersebut.

Semuanya hanya memandang saja, tidak ada seorang pun yang berani mendekati Cie Kiat. Sedangkan Cie Kiat masih tertawa terus, suara tawanya itu seperti tidak putus-putusnya... panjang dan bergelombang. Jika memang di dalam ruangan itu terdapat manusia biasa yang tidak memiliki kepandaian ilmu silat atau tidak memiliki latihan tenaga Lwee-kang yang cukup tinggi, maka orang itu mungkin akan roboh dan pingsan disebabkan suara tawa Cie Kiat yang bergelombang tanpa henti!

Namun, setelah berlangsung sesaat lamanya, akhirnya Cie Kiat berhenti tertawa. Dia tersadar kembali, kesadarannya kembali menjangkau dan menguasai dirinya. Ketika dia memandang sekelilingnya, dia melihat para jago di dalam ruangan itu semuanya sedang menatapnya dengan pandangan mata yang memancarkan kekaguman dan keheranan. Cie Kiat merasa malu sendiri. Dengan kikuk dia kembali ke kursinya dan duduk kembali di situ dengan kepala tertunduk. Semua orang yang ada di ruangan tersebut masih mengawasi anak muda marga Lie tersebut. Kemudian barulah mereka mengawasi ke arah kaca pembesar Tay-pian-ming kembali, di mana tampak si Gemuk Tromok Dedemit Hidup itu masih bertempur dengan sangat seru melawan kepungan Sam-kay dan Cong Teng San bersama para pengemis lainnya.

Tetapi lama-kelamaan tampak jelas bahwa si Gemuk Tromok itu terdesak hebat. Bahkan, ketika Cong Teng San melancarkan serangan-serangan senjata rahasia, menyebabkan si Gemuk Tromok harus mundur, karena sekali saja ia lengah, maka dirinya akan menjadi korban senjata rahasia yang banyak disambitkan oleh para pengemis itu. Hal ini membuat Dedemit Hidup menjadi semakin gusar dan murka. Tetapi biarpun dia murka luar biasa, ia tetap tidak berdaya. Karena dia dikepung sangat rapat, sehingga ruang geraknya menjadi sangat sempit. Bagaimanapun juga, dia hanya sendirian dan hal itu tidak dapat disamakan dengan pengepungnya yang berjumlah sangat banyak. Meskipun kepandaian si Gemuk Tromok itu sangat tinggi dan sempurna, tetapi menghadapi kepungan para pengemis itu, yang berjumlah sangat banyak, menyebabkannya tetap kewalahan.

Dedemit Hidup itu berulang kali mengeluarkan suara bentakan yang sangat keras, dia selalu melancarkan serangan-serangan yang mematikan, dan hal itu akan menyebabkan korban pukulan dan hajaran si Gemuk Tromok akan langsung terpukul binasa, jiwa korbannya pasti akan melayang cepat menghadap Giam-lo-ong! Tetapi para pengemis itu ternyata sangat berani, mereka ternyata tidak takut untuk mati. Bagaimanapun juga, mereka selalu melancarkan serangan-serangan yang sangat luar biasa berani dan nekat. Hal itu karena mereka ingin memperlihatkan kepada Kauw-cu mereka, bahwa mereka benar-benar dan dengan sungguh hati membela Kauw-cu mereka!

Lay Tat sendiri berulang kali tersenyum gembira melihat si Gemuk Tromok yang bergelar Dedemit Hidup itu terdesak hebat.

"Hmh... Tidak lama lagi tentu si Gemuk itu akan dapat dibinasakan oleh orang-orangku!" Kauw-cu dari Pian-sia-kay itu menggumam.

Tidak ada seorang di antara para jago undangan Lay Tat yang menyahuti perkataan Kauw-cu itu. Mereka lebih banyak berdiam diri dan lebih memerhatikan jalannya pertempuran yang sedang berlangsung dengan sangat hebat di luar ruangan. Wajah si Gemuk Tromok Dedemit Hidup itu terdesak sangat hebat, wajahnya berubah merah padam dan butir-butir keringat membanjiri wajahnya. Rupanya dia sangat kewalahan. Untuk melarikan diri jelas dia mampu, tetapi dia tidak mau melakukan hal itu, karena sekali saja ia melarikan diri, maka nama dan gelarannya yang telah dipupuk selama puluhan tahun dan disegani orang akan hancur luluh dan punah, hilang pamornya! Oleh karena itu, biarpun dia terdesak sangat hebat, namun si Gemuk Tromok itu tetap tidak mau melarikan diri menyelamatkan jiwanya! Dia tetap melakukan perlawanan yang sangat gigih. Cong Teng San sendiri selalu melancarkan serangan-serangan yang mematikan. Jika memang si Dedemit Hidup itu menyerang salah satu pengemis, maka pengemis lainnya menyerang si Gemuk untuk menolong pengemis yang sedang diserangnya.

Dukungan & Donasi

Bantu kami terus update dengan memberi dukungan melalui:

BCA 7891767327
Trakteer
Post a Comment