Halo!

Ibu Hantu - Chapter 28

Memuat...
Ibu Hantu

Chapter 28

Tetapi kalau si gemuk tromok Dedemit Hidup itu telah memutar tubuhnya, membatalkan serangannya pada pengemis yang pertama itu dan menghadapi pengemis yang menyerang dirinya, maka pengemis yang kedua ini mengundurkan diri, dan pengemis yang ketiga telah melancarkan serangan yang hebat lagi!

Malahan kalau memang pihak pengemis itu telah terdesak hebat oleh si gemuk tromok ini, maka pihak Sam-kay dan Cong Teng San telah mengeluarkan senjata rahasia mereka. Bermacam-macam senjata rahasia berhamburan ke arah Dedemit Hidup, menyambar mengancam keselamatan jiwa si gemuk, karena senjata rahasia itu semuanya telah diborehkan dan dioleskan berbagai macam racun yang sangat berbahaya serta daya kerjanya sangat cepat sekali.

Kalau memang si gemuk tromok itu, Dedemit Hidup tersebut, terkena serangan oleh salah satu senjata rahasia itu, maka jangan harap dia akan bisa menyelamatkan jiwanya dari bahaya kematian!

Maka dari itu, biarpun dia sangat terdesak dan kewalahan, mau tidak mau si gemuk tromok Dedemit Hidup harus berusaha mengelakkan setiap serangan senjata-senjata rahasia itu. Dia tidak mau membiarkan dirinya terserang oleh senjata-senjata rahasia yang dilemparkan oleh lawannya.

Tetapi lama-kelamaan kesabaran dari si gemuk tromok Dedemit Hidup itu pun lenyap; dia menjadi murka sekali. Dengan mengeluarkan seruan yang panjang dan menggelegar, dia menjejakkan kakinya, dan dengan cepat tubuhnya telah melambung ke atas. Di kala tubuhnya sedang terapung di udara begitu, si gemuk tromok tersebut segera menggerakkan kaki dan tangannya.

Angin serangan dari tendangan dan pukulan si gemuk ini menyebabkan beberapa orang pengemis yang berada paling dekat dengan dirinya jatuh terjungkal! Dan, saat itulah digunakan oleh si gemuk tromok Dedemit Hidup untuk menghajar pengemis lainnya dengan cara yang sama. Tubuhnya yang gemuk besar itu tampaknya sangat ringan sekali, sebentar-sebentar melompat ke atas, terapung begitu ringan serta gesit luar biasa.

Seketika itu juga pengemis-pengemis yang mengeroyok Dedemit Hidup ini menjadi kewalahan. Begitu juga dengan Sam-kay dan Cong Teng San, mereka sampai mengeluarkan keringat dingin.

Wajah Lay Tat berubah hebat saat melihat keadaan yang berbalik begitu. Dia sampai mengeluarkan seruan tertahan ketika melihat Sam-kay terdesak hebat oleh si Dedemit Hidup. Lebih-lebih dilihatnya Cong Teng San juga terdesak oleh setiap serangan dari si gemuk tromok Dedemit Hidup.

Bagaimanapun, Lay Tat tidak mau melihat pihaknya mengalami kekalahan. Dia menginginkan si gemuk itu dapat dibinasakan oleh orang-orangnya atau setidaknya dapat dibekuk hidup-hidup. Maka dari itu, menyaksikan keadaan yang telah berbalik dengan cepat menyebabkan dia menjadi gugup dengan sendirinya.

Bagaimanapun, dia adalah seorang Kauw-cu dari sebuah perkumpulan yang besar. Pian-sia-kay bukan semacam perkumpulan yang bisa dibuat main-main dengan mudah. Juga anggota pengemis dari perkumpulan tersebut semuanya memiliki ilmu silat yang tinggi dan cukup sempurna. Maka dari itu, meskipun dikeroyok begitu banyak pengemis, termasuk Sam-kay dan Cong Teng San, si gemuk tromok itu masih dapat memukul mundur setiap penyerangnya. Hal itu sudah menunjukkan betapa lihai dan kuatnya si gemuk ini.

Terlebih lagi kalau diperhatikan, bentuk tubuh Dedemit Hidup yang gemuk berat tersebut tampaknya sangat ringan saat dia sedang melompat. Sangat gesit luar biasa. Semua jago undangan dari Lay Tat juga merasa kagum melihat kehebatan dari si gemuk tromok Dedemit Hidup itu. Mereka semuanya memang telah mendengar nama dari si Dedemit Hidup tersebut, dan baru hari inilah mereka dapat menyaksikan sendiri kehebatan serta kekuatannya!

Tadinya mereka tidak menduga bahwa kepandaian si Dedemit Hidup begitu tinggi. Mereka hanya mengira mungkin nama harum dari si gemuk tromok ini dibesar-besarkan oleh orang-orang di dalam kalangan Kang-ouw, dunia persilatan, dan mereka juga menduga bahwa si Dedemit Hidup ini mungkin sering bicara besar, jumawa, dan angkuh sekali. Maka dari itu, di luar dugaan sama sekali bagi jago-jago yang ada di dalam ruangan itu, bahwa si gemuk tromok yang mempunyai berat badan mungkin sampai seratus kati lebih itu dapat memiliki gerakan badan yang ringan dan gesit, serta ilmu silat yang sangat luar biasa.

Lay Tat sendiri merasa kewalahan seorang diri; tampaknya dia sangat gelisah. Akhirnya, rupanya dia tidak bisa menahan guncangan hatinya lagi waktu melihat Cong Teng San dan Sam-kay semakin terdesak hebat oleh Dedemit Hidup yang bertubuh gemuk tromok tersebut. Dengan cepat dia bergegas keluar dari ruangan itu.

Ketujuh belas jago undangan dari Lay Tat dan Cie Kiat juga bangkit dari duduk mereka. Dengan cepat mereka mengikuti Kauw-cu dari Pian-sia-kay tersebut menuju ke luar ruangan. Malah Peng-im Loo-nie sempat bergumam, "Hmmm, main keroyok, tetapi tidak bisa merebut kemenangan!"

Seketika itu juga ruangan tersebut menjadi sunyi kembali karena tidak ada seorang manusia pun di sana. Ceng-tok-jie yang masih berada di atas nampan yang diletakkan di tengah-tengah ruangan itu masih tetap mendekam di situ tanpa bergerak. Rupanya dia jinak sekali. Walaupun tidak ada manusia di situ, dia tetap mendekam terus karena memang tidak biasa bergerak jika tidak membaui bubuk putih yang tadi disebarkan oleh Cong Teng San.

Oen Lay Tat menuju ke arah lubang sumur. Sesampainya di situ, dengan ringan dia menjejakkan kakinya. Tubuhnya gesit sekali melambung tinggi melompat keluar dari dalam sumur yang cukup dalam. Jago-jago lainnya juga mengikuti perbuatan Kauw-cu Pian-sia-kay tersebut. Mereka semuanya keluar dari dalam sumur itu.

Cie Kiat melompat paling akhir. Waktu menjejakkan kakinya, dengan sangat ringan tubuhnya melayang ke atas sumur, keluar dari lubang tersebut. Cie Kiat merasakan ada suatu perubahan pada dirinya. Dia merasakan gerakannya menjadi lebih ringan. Tadi waktu dia melompat untuk keluar dari dalam lubang sumur, dia telah menggunakan satu gerakan dari Ceng-tok-jie yang telah diubahnya menjadi semacam ilmu silat baru.

Hal itu dilakukannya di luar kesadarannya, dan waktu dia sampai di permukaan bumi, keluar dari lubang sumur itu, dia menjadi gembira dengan sendirinya. Dia segera mengetahui bahwa gerakan Kim Tok dan gerakan Ceng-tok-jie dapat digubah menjadi jurus-jurus ilmu silat yang diciptakannya tadi selama berada di dalam ruangan gedung empat persegi itu. Gerakan-gerakan atau jurus-jurus itu masih belum dinamai oleh Cie Kiat.

Tanpa disadarinya, Cie Kiat telah menjadi seorang Ciang-bun-jin dari sebuah partai persilatan baru. Walaupun ilmu silat dalam jurus-jurus yang dicangkok dari gerakan Ceng-tok-jie atau Kim Tok itu masih belum diberi nama, dia telah berhasil menyusunnya menjadi jurus-jurus ilmu silat.

Pada saat itu, Dedemit Hidup sedang repot menghadapi pengeroyoknya. Dia sibuk menyerang setiap pengemis yang berada dekat dengannya. Dia selalu melompat dengan gesit dan melancarkan serangan-serangan yang berisi tenaga Lwekang yang kuat sekali. Dan, dia melihat Lay Tat beserta belasan orang telah melompat keluar dari lubang sumur itu dengan gerakan yang sangat ringan dan gesit.

Hal itu menandakan bahwa orang-orang yang baru keluar dari lubang sumur itu semuanya mengerti ilmu silat, dan ilmu silat mereka tentu tidak rendah. Terlebih lagi si Dedemit Hidup melihat Peng-im Loo-nie, It Kiang Sian-su, dan tokoh-tokoh rimba persilatan lainnya yang terkenal akan kekuatannya berada di antara orang-orang itu. Hal ini membuat hati si gemuk tromok tergoncang hebat.

"Hei, mengapa mereka bisa ditundukkan oleh orang she Oen ini? Bukankah mereka adalah tokoh-tokoh di rimba persilatan yang mempunyai nama besar? Mengapa mereka mau berkawan dengan manusia she Oen itu? Apakah mereka telah diperalat oleh Kauw-cu Pian-sia-kay tersebut?" pikir Dedemit Hidup dengan bimbang.

"Kalau memang mereka sampai turun tangan mengepungku, maka akan repot. Biarpun aku punya dua pasang tangan dan dua pasang kepala lagi, tidak mungkin aku bisa lolos dari kepungan mereka. Mereka rata-rata mempunyai kepandaian ilmu silat yang tinggi dan luar biasa!"

Karena melihat jago-jago yang baru muncul dari lubang sumur itu, semangat tempur Dedemit Hidup menjadi guncang. Dengan sendirinya dia menjadi agak lengah dalam memberikan perlawanan kepada pengemis-pengemis yang sedang mengepung dirinya, sehingga dia kembali terdesak hebat. Berlainan dengan si Dedemit Hidup, Sam-kay, Cong Teng San, dan pengemis lainnya yang sedang mengepung si gemuk tromok ini justru bertambah semangat tempurnya.

Pada saat itu Lay Tat datang menghampiri lebih dekat. "Tahan!" bentak Kauw-cu dari Pian-sia-kay ini. Nyaring sekali suaranya.

Sam-kay dan Cong Teng San yang mendengar suara bentakan dari Kauw-cu mereka segera melompat mundur. Begitu juga dengan pengemis-pengemis lainnya, mereka cepat-cepat meloloskan diri dari libatan si Dedemit Hidup, masing-masing melompat mundur dan menghampiri Kauw-cu mereka.

Si Dedemit Hidup tidak mengejar. Dia bisa bernapas lega karena akhirnya bisa mengaso. Sejak tadi dikepung dengan cara begitu, tenaganya telah banyak terbuang sehingga dia merasa sangat letih. Disekanya keringat yang membasahi kening dan wajahnya. Dengan mata mendelik bengis ke arah Lay Tat, Dedemit Hidup mengawasi Kauw-cu dari Pian-sia-kay yang juga sedang menatap tajam padanya.

Dukungan & Donasi

Bantu kami terus update dengan memberi dukungan melalui:

BCA 7891767327
Trakteer
Post a Comment