Ilmu Pedang Pengejar Roh
Penulis: Mong Long
Status: Ongoing
Kategori: Cersil Mandarin
Seri: - #1
Sinopsis
Di bawah langit bulan sembilan yang tampak tenang, tersimpan badai yang siap melumat jagat persilatan. Shen Zhong-yuan, seorang remaja yatim yang kerap dihina sebagai anak haram, tidak pernah menyangka bahwa darah yang mengalir di tubuhnya adalah kutukan sekaligus berkah. Di balik kesederhanaan Desa Long Dong, sebuah rahasia besar terkunci rapat hingga malam jahanam itu tiba—saat pengkhianatan keji merenggut nyawa ibunya dan memaksanya terjun ke dalam pusaran dendam yang tak berujung. Inilah awal mula bangkitnya sang pengejar roh, sosok yang ditakdirkan menggetarkan rimba hijau dengan ilmu pedang yang sanggup mencabut nyawa sebelum musuh sempat berkedip.
Dunia Kangouw gempar ketika Wisma Bai-ma yang perkasa runtuh dari dalam. Zheng Yu, sang pengurus yang licik, menyebar jaring maut dengan tipu daya, sementara Lima Setan dari Gunung Yin (Yin-shan Wu-mo) menebar teror berdarah yang menuntut tumbal nyawa para pendekar besar. Di tengah kepungan jurus-jurus mematikan seperti *Xuan-yin-zhang* yang beracun dan bayangan pedang *Zhui Hun Duo Ming-jian* yang legendaris, Zhong-yuan harus memilih: tetap bersembunyi di balik perlindungan Paman Chu yang misterius, atau mengasah taringnya menjadi "Sempoa Besi" yang ditakuti. Namun, musuh sesungguhnya bukanlah mereka yang menghunus pedang di depan mata, melainkan bayangan masa lalu yang tersembunyi di balik topeng kehormatan.
Bertahun-tahun kemudian, hutang darah harus dibayar dengan nyawa di Kota Lan Zhou. Saat Kantor Biao Zhen Yuan menyiapkan pesta besar yang megah, aroma kematian justru tercium lebih tajam daripada wangi arak. Rahasia kelam tentang persekutuan golongan putih dan hitam mulai terkelupas, menyeret generasi baru ke dalam kemelut cinta dan benci yang memilukan. Akankah pedang sang pengejar roh menemukan muaranya, ataukah ia justru akan tenggelam dalam penyesalan abadi saat harus berhadapan dengan orang-orang yang dicintainya? Di atas panggung sandiwara dunia persilatan, hanya satu hal yang pasti: saat Sempoa Besi telah bergetar dan Pedang Pengejar Roh telah dicabut, takdir tak akan lagi memberi ampun.