Halo!

Kunanti Di Gerbang Pakuan - Chapter 44

Memuat...
Kunanti Di Gerbang Pakuan

Chapter 44

Sang Prabu Nilakendra menyerahkan Sagaraherang kepada Pangeran Yudakara karena beberapa alasan. Sang Prabu ingin mengurangi permusuhan dengan berbagai pihak dan menghapus jejak ayahandanya yang gemar menanam permusuhan. Pangeran Yudakara, yang pernah berkiblat ke negri Carbon dan kerabat dekat Kandagalante Sunda Sembawa yang memberontak, diberi kepercayaan untuk menguasai Sagaraherang. Sang Prabu mungkin ingin menghilangkan rasa dendam atas kematian kerabatnya, yaitu Sunda Sembawa, dengan memberikan jabatan tinggi kepada Pangeran Yudakara.

Banyak Angga menerima khabar bahwa wilayah Sagaraherang akan diperluas ke arah timur, berbatasan dengan wilayah Carbon, dan Pangeran Yudakara akan dinaikkan pangkatnya sebagai mangkubumi yang menguasai wilayah tanah setingkat gubernur. Selama berada di Pakuan, Pangeran Yudakara tidak menampakkan gerakan mencurigakan dan banyak berpikir tentang kemajuan Pakuan. Namun, Ki Jayaratu mengabarkan bahwa Pangeran Yudakara sebetulnya hanya seorang petualang politik yang ingin menghancurkan Pajajaran untuk memperluas agama baru di Jawa Kulon.

Banyak Angga tidak bisa menuduh Pangeran Yudakara begitu saja dan memutuskan untuk melakukan penyelidikan dengan seksama. Setelah merenung cukup lama, Banyak Angga bergegas meninggalkan hutan jati dan memulai perjalanan untuk memikirkan bahaya yang ditimbulkan Pangeran Yudakara dan nasib Ginggi dan Pragola. Dia khawatir bahwa jika Pragola berhasil menemui Ginggi, maka akan terjadi peristiwa yang tidak diinginkan.

Banyak Angga memutuskan untuk menempuh perjalanan dengan berjalan kaki, menggunakan ilmu napak sancang yang dia pelajari dari Ginggi. Ilmu ini memungkinkan dia untuk berlari dengan cepat dan ringan, tetapi hanya bisa dilakukan di tempat datar. Banyak Angga tidak bisa meniru kemampuan Ginggi untuk berlari di atas permukaan air, tetapi ilmu napak sancang yang dia pelajari masih sangat bermanfaat.

Setelah beberapa hari, Banyak Angga tiba di wilayah Sagaraherang dan mendengar bahwa Pangeran Yudakara sedang berada di purinya. Dia memutuskan untuk melakukan penyelidikan secara diam-diam dan menunggu malam untuk menyelundup ke puri Yudakara. Banyak Angga menunggu sampai malam gelap dan tidak ada bulan, sehingga dia bisa bergerak dengan leluasa. Dia harus menyimak gerakan tugur yang bergerak tiap empat orang, dengan dua orang di depan membawa oncor dan dua orang di belakang siap dengan gobang terhunus.

Dukungan & Donasi

Bantu kami terus update dengan memberi dukungan melalui:

BCA 7891767327
Trakteer
Post a Comment