Halo!

Lauw Pang Vs Hang Ie - Chapter 30

Memuat...
Lauw Pang Vs Hang Ie

Chapter 30

"Jangan kejar mereka, sebab kita belum mengenal jalan-jalan di sini dan malam pun sangat gelap," kata Hoan Ceng.

"Lebih baik kita perketat penjagaan supaya musuh tidak bisa menyusup!" "Ucapan Sian-seng benar juga," kata Hang I.

Akhirnya Hang I tidak melanjutkan pengejaran.

Kemudian dia segera mengumpulkan seluruh panglima perangnya.

"Hoan Couw, I Eng, dan Yong Ci, kalian bertiga masing-masing boleh membawa pasukan. Sembunyikan mereka di bagian kanan dan kiri jalan," kata Hang I.

"Tunggu nanti malam jika kalian melihat api menyala, musuh pasti datang. Masing-masing harus segera keluar dari persembunyian kalian dan langsung menyerang mereka." Begitu menerima perintah, para panglimanya itu langsung pergi bersama pasukannya masing-masing.

Kemudian Hang I memanggil Eng Pouw.

"Kau boleh membawa pasukanmu untuk mencegah bala bantuan musuh, jangan beri kesempatan mereka bisa datang membantu kawan-kawannya!" kata Hang I.

"Baik, Jenderal!" jawab Eng Pouw yang langsung berangkat.

Hang I juga memerintahkan anak buahnya menyusun kayu-kayu bakar dan rumput kering di belakang perkemahannya.

Mereka harus menunggu malam dan sampai musuhnya datang.

Begitu musuh datang, mereka boleh segera membakar rumput sebagai tanda.

Siasat ini untuk membingungkan musuh.

Setelah Hang I mengatur anak buahnya, sekarang mereka tinggal menunggu musuh datang dan langsung menggempur habis-habisan.

Jenderal Ciang Ham yang kalah perang kabur bersama anak buahnya.

Mereka pergi ke perkemahan Souw Kak untuk berunding dan membuat rencana serangan selanjutnya.

"Couw Peng (tentara negeri Couw) sekalipun telah menang perang, pasti mereka saat ini sangat kelelahan. Malam ini jika kita serang perkemahan mereka, aku rasa mereka akan mengalami kerusakan parah!" kata Souw Kak.

Setelah mendengar pendapat anak buahnya, hati Ciang Ham agak senang.

"Ya, pendapatmu itu benar," kata Ciang Ham yang setuju pada saran Souw Kak tersebut.

Setelah berunding dengan panglima lainnya, mereka setuju untuk penyerangan malam itu.

Jenderal Ciang Ham malam itu juga ingin mengadakan serangan balasan secara mendadak ke benteng musuh.

Lalu dia memerintahkan Souw Kak membawa pasukan yang masih segar untuk mengambil posisi di sayap kanan, untuk menggempur perkemahan tentara Couw.

Ciang Ham sendiri membawa satu pasukan mengambil kedudukan di sayap kiri.

Setelah mengatur seluruh pasukan yang akan mengadakan serangan mendadak, Ciang Ham lalu istirahat sejenak.

Pukul satu malam, mereka bersama-sama berangkat menuju ke benteng musuh.

Tidak berapa lama kemudian mereka telah sampai di dekat perkemahan tentara Couw.

Ciang Ham menyaksikan keadaan di sekitar benteng musuh sangat sepi.

Hal itu membuat dia girang bukan main, karena dia mengira tentara Couw sedang tidur lelap karena kelelahan.

"Mungkin mereka tidak menduga aku akan mengadakan serangan mendadak," pikir Ciang Ham.

Dengan suara nyaring Ciang Ham segera memerintahkan angkatan perangnya maju menyerang benteng tentara Couw.

"Maju! Serang!" teriak Ciang Ham.

Betapa kecewanya Ciang Ham begitu masuk ke dalam area benteng musuh.

Ternyata perkemahan-perkemahan itu kosong! Tidak seorang pun ada di situ.

Ciang Ham baru sadar kalau dia telah tertipu mentah-mentah oleh siasat Hang I.

Dengan sangat kaget dan kecewa Ciang Ham memberikan komando dengan gugup.

"Mundur! Segera mundur! Ayo mundur! Kita terjebak!" teriak Ciang Ham dengan suara serak.

Tiba-tiba terdengar suara meriam sebagai pertanda dari pihak musuh dan api pun menyala di sekeliling perkemahan tentara Couw.

Dalam sekejap tentara Cin sudah dikepung rapat.

Alangkah terkejutnya Ciang Ham dan Souw Kak, keduanya menyelamatkan diri masing-masing.

Mereka berusaha keluar dari kepungan musuh.

Namun malang, mereka bertemu dengan Hoan Couw, I Eng, Hee Kong, Yong Ci yang menghadangnya.

Melihat musuh menghalanginya, Souw Kak merasa yakin dia tidak akan bisa melewati kepungan musuh; maka tergesa-gesa dia membalikkan kudanya menuju jalan ke sebelah timur.

Belum terlalu jauh dia melarikan diri, terdengar suara genderang perang pasukan Couw bertalu-talu.

Suaranya sangat berisik.

Tiba-tiba seorang Jenderal dari tentara Couw mencegatnya.

"Hai, anjing! Apa kau tidak mengenali Hang I?" kata panglima itu.

Mendengar Jenderal itu mengaku bernama Hang I, Souw Kak bukan kepalang takutnya.

Karena kurang waspada, setelah bertarung sebentar Souw Kak tewas tertombak oleh Hang I.

Jenderal Ciang Ham yang membawa anak buahnya saat itu masih bertarung dengan gigih agar bisa meloloskan diri dari kepungan musuh.

Namun seperti Souw Kak yang bernasib malang, dia pun bertemu dengan Eng Pouw.

Ciang Ham terpaksa berperang sampai beberapa puluh jurus.

Ketika Hang I sampai di situ, ia yang melihat Eng Pouw sedang berperang melawan Ciang Ham segera membantunya.

Hang I langsung menerjang musuhnya.

Karena dikeroyok, Ciang Ham kembali tidak tahan.

Tergesa-gesa dia melarikan diri.

Kebetulan dia bertemu dengan Beng Hong yang membawa pasukan untuk memberikan pertolongan kepadanya.

Ternyata pasukan Beng Hong telah dihadang oleh Hoan Couw.

Maka terjadilah pertarungan sengit antara Hoan Couw dan Beng Hong.

Baru beberapa jurus, Beng Hong mulai terdesak.

Beberapa serangan Hoan Couw membuat gerakannya semakin lamban.

Tiba-tiba ujung tombak Hoan Couw sudah menembus perutnya.

Beng Hong pun tewas seketika.

Melihat Beng Hong tewas, Ciang Ham mencambuk kudanya.

Dia melarikan diri ke atas gunung dan meninggalkan anak buahnya.

Melihat Ciang Ham melarikan diri, Hoan Couw berpikir.

"Jika aku berhasil menangkap Ciang Ham maka aku akan sangat berjasa!" Tanpa berpikir panjang lagi, Hoan Couw mencambuk kudanya untuk memburu Ciang Ham.

Waktu itu kuda yang ditunggangi oleh Ciang Ham kepayahan, ditambah lagi kuda itu belum diberi makan.

Karena dilarikan sangat keras, kuda itu jatuh dan Ciang Ham pun terguling ke tanah.

Melihat Ciang Ham jatuh, cepat-cepat Hoan Couw memburu dan menombak Ciang Ham.

Namun sebelum Hoan Couw sampai ke tempat Ciang Ham jatuh, tiba-tiba muncul seorang Panglima Cin bernama Ham Ciang datang menolong Ciang Ham.

Ham Ciang terpaksa bertarung mati-matian melawan Hoan Couw.

Saat Ciang Ham melihat dua panglima sedang bertarung mati-matian, dia mengambil kesempatan untuk melarikan diri dengan meninggalkan Ham Ciang bertarung sendiri melawan Hoan Couw.

Tidak berapa lama kemudian I Eng muncul.

Melihat Hoan Couw sedang bertarung, ia langsung maju mengeroyok Ham Ciang.

Karena tidak tahan dikeroyok, Ham Ciang melarikan diri.

Dia segera diburu oleh I Eng dan Hoan Couw.

Kali ini angkatan perang Cin mendapat kerusakan besar, untung saja datang sepuluh ribu tentara Cin yang dipimpin oleh Li Gi.

Ciang Ham bersama Ham Ciang segera bergabung dengan pasukan di bawah komando Li Gi itu.

Mereka pun langsung masuk ke benteng Li Gi.

Hoan Couw dan I Eng yang datang memburu sudah terlambat.

Melihat ada benteng musuh, mereka langsung menghentikan pengejaran.

Mereka tidak berani langsung menerjang benteng itu karena tampaknya sangat kokoh.

Terpaksa I Eng dan Hoan Couw membangun perkemahan agak jauh dari benteng musuh.

Tidak berapa lama Hang I bersama angkatan perangnya sampai.

Waktu itu matahari sudah akan tenggelam di ufuk barat.

Hoan Ceng memperingatkan Hang I yang tidak sabar ingin segera menghabisi musuhnya agar menunda serangannya.

"Malam ini Panglima tentara Cin pasti mengira kita kembali akan menggempur mereka," kata Hoan Ceng pada Hang I. "Saat ini pasti mereka menempatkan prajurit untuk menghajar angkatan perang kita. Jika benar kita menyerang mereka, saat itu pasti tentara kita akan terkepung oleh tentara Cin!"

"Aku rasa dugaan Sian-seng benar, aku pun berpikir begitu," kata Hang I.

"Karena itu kita harus menggunakan akal dan siasat yang tepat untuk menghancurkan mereka!" Hoan Ceng berkata lagi.

"Jika benar dugaanku begitu, maka kita harus membalas tipu muslihatnya itu," kata Hoan Ceng.

"Malam ini kita memerintahkan dua panglima perang membawa pasukan menunggu di kiri dan kanan jalan. Tugas mereka menghadang pasukan yang akan menyerang dari belakang pasukan kita. Sebelum mereka siap, seorang panglima yang lain boleh menghantam benteng musuh. Ciang-kun sendiri boleh menyerang bagian belakang benteng musuh, hamba yakin Ciang-kun pasti bisa menangkap Ciang Ham." Hang I mengangguk setuju dengan rencana yang dibuat oleh Hoan Ceng.

Setelah paham benar apa yang harus dia lakukan, Hang I mengeluarkan perintah.

"Eng Pouw, kau bawa dua ribu prajurit, cegat pasukan Cin yang akan membuat perangkap di sebelah selatan!" kata Hang I.

"Baik, Jenderal!" jawab Eng Pouw.

Setelah itu Hang I memerintahkan Hoan Couw untuk membawa pasukannya.

"Kau bawa dua ribu prajurit untuk mencegat tentara Cin di sebelah utara!" "Baik, Jenderal!" kata Hoan Couw.

Hang I sendiri akan membawa selaksa (sepuluh ribu) prajurit mengambil posisi di bagian tengah.

Jenderal Ciang Ham kembali dikalahkan oleh pasukan Couw.

Bahkan mereka sudah beberapa kali kalah besar.

Sekarang dia merasa malu dan berpikir keras sambil berharap dia bisa memenangkan pertempuran.

Setiap malam, otaknya bekerja keras.

Hatinya selalu cemas, khawatir musuh akan datang kembali malam itu untuk memporak-porandakan bentengnya.

Karena Ciang Ham yakin tentara Couw pasti kembali dan menyusup untuk menggempur bentengnya, maka dia harus waspada.

Karena selalu dihantui oleh adanya serangan mendadak dari pihak musuh, akhirnya Ciang Ham mengatur pasukannya untuk siaga penuh.

Ciang Ham mengeluarkan perintah pada dua panglima perangnya.

"Kalian berdua harus segera berangkat untuk membuat perangkap bagi musuh. Aku kira malam ini musuh akan datang kembali," kata Ciang Ham.

Pasukan yang membuat perangkap itu seperti biasa diperintahkan ditempatkan di kiri dan kanan jalan yang diduga akan dilewati oleh tentara Couw.

"Jika benar mereka datang, maka pasukan kalian boleh langsung mengepung musuh!" kata Ciang Ham lagi.

Malam itu, Hang I memerintahkan prajuritnya secara diam-diam bergerak ke suatu tempat.

Setelah pasukannya berjalan satu li, Hang I memerintahkan pasukannya berhenti.

"Kita tunggu kabar apakah dua panglima kita berhasil atau tidak?" kata Hang I.

Dukungan & Donasi

Bantu kami terus update dengan memberi dukungan melalui:

BCA 7891767327
Trakteer
Post a Comment