Chapter 36
Lauw-sie In Hiap Coan Kim Hoat meminta Cu Cong untuk menunjukkan Mustika. Cu Cong melemparkan belati itu, dan Kim Hoat merasa bahwa benda itu terasa dingin di tangannya. Ia memuji belati itu dan kemudian menemukan ukiran dua huruf "Yo Kang" di gagangnya. Kim Hoat heran dan bertanya kepada kakaknya yang tertua, Tin Ok, apakah dia tahu siapa Yo Kang. Tin Ok tidak tahu, dan Kim Hoat berpikir bahwa mungkin Yo Kang ada hubungannya dengan Yo Tiat Sim, yang dicari oleh Khu Totiang.
Kemudian, Han Po Kie mendatangi kawanan bocah yang sedang berkelahi dan berusaha untuk menghentikan mereka. Tuli, salah satu bocah itu, menerima tantangan dari Tusaga untuk berkelahi lagi keesokan hari. Sementara itu, Kwee Ceng meminta belatinya kembali dari Cu Cong, dan Cu Cong setuju untuk mengembalikannya jika Kwee Ceng mau menceritakan dari mana dia mendapatkan belati itu. Kwee Ceng menjawab bahwa ibunya yang memberikannya belati itu.
Kanglam Cit Koay kemudian bertanya kepada Kwee Ceng tentang namanya, dan Kwee Ceng menjawab bahwa namanya adalah Kwee Ceng. Tin Ok mendengar ini dan menjadi sangat girang, karena dia pikir bahwa mungkin Kwee Ceng adalah anak dari Yo Tiat Sim. Tin Ok kemudian bertanya kepada Kwee Ceng tentang ibunya, dan Kwee Ceng menjawab bahwa ibunya tidak ada di sana. Tin Ok lalu meminta Kwee Ceng untuk mengantarnya kepada ibunya, tetapi Kwee Ceng menjawab bahwa ibunya tidak ada di sana.
Siauw Eng kemudian menghampiri Kwee Ceng dan bertanya tentang ayahnya. Kwee Ceng menjawab bahwa ayahnya telah dibunuh oleh seseorang yang bernama Toan Thian Tek. Tin Ok mendengar ini dan menjadi sangat marah. Cu Cong kemudian memperlihatkan kepandaiannya dengan melakukan sulap dan menawarkan untuk mengajari Tuli dan Kwee Ceng ilmu kepandaian. Tuli menerima tawaran itu, tetapi Kwee Ceng menolak karena ibunya telah melarangnya untuk berkelahi. Tin Ok kemudian bertanya kepada Kwee Ceng tentang apa yang akan dia lakukan jika dia bertemu dengan Toan Thian Tek, dan Kwee Ceng menjawab bahwa dia akan membunuhnya untuk membalas dendam ayahnya. Cu Cong kemudian menawarkan untuk mengajari Kwee Ceng ilmu kepandaian jika dia ingin membalas dendam ayahnya.