Halo!

Legenda Pendekar Pemanah Rajawali - Chapter 188

Memuat...
Legenda Pendekar Pemanah Rajawali

Chapter 188

Ouyang Feng dan si anak muda masih bergulat, silih berganti berada di atas dan di bawah. Namun, karena kelelahan, akhirnya Ouyang Feng terus berada di posisi atas. Dalam keadaan seperti itu, Kwee Ceng terus mengendalikan kedua tangan musuhnya agar tidak dapat menyerang.

Tepat pada saat itu, Oey Yong melompat maju sambil menikam. Hebatnya Ouyang Feng, ia menyadari adanya serangan dari belakang sehingga ia berkelit seraya mengerahkan tenaga untuk mengangkat tubuh Kwee Ceng tinggi-tinggi, menjadikannya sebagai tameng. Oey Yong mengubah serangannya, kali ini mengarah ke kepala si Racun Barat tersebut. Jago tua itu mampu berkelit, bahkan terus-menerus mengegos ke kiri dan ke kanan untuk menghindari ujung tempuling.

Tiga kali Oey Yong menikam dengan sia-sia. Pada serangan keempat, tempulingnya menancap di lantai perahu hingga debu mengepul naik mengenai matanya. Ia pun kelilipan dan matanya mengeluarkan air. Saat ia mengucek matanya, ia merasakan kakinya sakit, tubuhnya limbung, dan akhirnya roboh karena Ouyang Feng telah menyapu kakinya saat ia lengah. Si nona segera menggulingkan diri untuk bangkit, namun karena robohnya itu, rambutnya tersambar api. Ia maju kembali untuk mengulangi serangannya.

Tiba-tiba Kwee Ceng berseru, "Tolong Suhu dulu! Tolong Suhu dulu!"

Oey Yong mengerti tugasnya. Ia segera berlari menuju Ang Cit Kong, memeluk tubuh orang tua itu, lalu terjun ke air. Dengan menceburkan diri, ia merasakan suhu tubuhnya mendingin, tidak sepanas tadi. Ia berenang sambil menggendong gurunya menuju ke sebuah perahu kecil.

Ouyang Kongcu berdiri di atas perahu kecil itu dengan sebelah tangan mengangkat pengayuh. "Lepaskan pengemis tua itu! Cuma kau sendiri yang boleh naik!" teriaknya mengancam.

Sebelah tangan Oey Yong masih memegang tempulingnya. "Baiklah, mari kita bertempur di dalam air!" serunya menjawab ancaman itu. Ia menyambar pinggiran perahu lalu menggoyangnya. Ouyang Kongcu kaget dan ketakutan melihat perahu tergoncang keras. Jika perahu itu terbalik dan karam, celakalah dirinya.

"Jangan, jangan digoncang!" ia berteriak seraya berpegangan erat pada perahu.

"Nanti perahu ini karam?" Oey Yong tertawa. "Lekas tarik guruku naik!" perintahnya. "Hati-hati! Jika kau main gila, aku akan menenggelamkanmu di dalam air selama tiga jam!"

Ouyang Kongcu tidak berdaya, terpaksa ia memegang tubuh Ang Cit Kong untuk mengangkatnya naik ke perahu.

"Nah, begitu baru anak manis!" kata Oey Yong sambil tertawa.

Sebenarnya Oey Yong hendak kembali ke perahu besar untuk menolong Kwee Ceng, namun mendadak ia mendengar suara yang sangat nyaring, lalu melihat gelombang besar dan tinggi menghantam ke arahnya. Ia segera memutar tubuhnya, membalikkan badan, dan menyibakkan rambut yang menutupi wajahnya. Ia berdiri terpaku saat memandang ke depan.

Gelombang barusan berputar seperti pusaran air. Di sana tidak terlihat lagi perahu besar yang tinggal separuh tadi; dengan begitu, lenyap pula Kwee Ceng dan Ouyang Feng yang tengah bergulat. Oey Yong baru sadar ketika air asin masuk ke dalam mulutnya. Tadinya ia seperti lupa diri karena hatinya mencelos melihat pemuda pujaannya lenyap dibawa air. Ia segera melihat ke sekeliling, tetapi tidak tampak apa pun kecuali perahu kecil tersebut. Rupanya, semuanya telah ditelan lautan.

Dukungan & Donasi

Bantu kami terus update dengan memberi dukungan melalui:

BCA 7891767327
Trakteer
Post a Comment