Halo!

Legenda Pendekar Pemanah Rajawali - Chapter 166

Memuat...
Legenda Pendekar Pemanah Rajawali

Chapter 166

Auwyang Hong terkejut ketika menyadari arah serangannya tertuju pada sang nona, gadis yang hendak ia jadikan istri bagi keponakannya. Ia sadar nyawa gadis itu terancam dan tidak akan tertolong. Ia pun mendengar teriakan Oey Yok Su untuk mencegahnya, tetapi pukulannya telanjur dilepaskan. Paseban hancur terkena hantaman tenaga dalam yang terus meluncur deras.

Tiba-tiba, ia merasakan ada tenaga lain yang menahannya. Saat berhenti menyerang, ia menatap tajam ke depan dan melihat bahwa sang penolong adalah pemuda bernama Kwee Ceng. Diam-diam ia mengagumi Ang Cit Kong dan membatin, "Lihai sekali pengemis tua ini, ia berhasil mengajari muridnya ilmu yang begitu sempurna!"

Oey Yok Su pun memperhatikan sepak terjang Kwee Ceng, yang kepandaiannya pernah ia saksikan di Kwie-in-chung. Ia berpikir, "Bocah ini tidak tahu diri, berani melayani Auwyang Hong tanpa mempedulikanku. Tidakkah ia takut urat dan tulangnya remuk?" Oey Yok Su mengatakan demikian karena tidak tahu bahwa Kwee Ceng yang sekarang sudah berbeda dengan Kwee Ceng di Kwie-in-chung. Namun, karena pemuda itu baru saja menyelamatkan putrinya, kesan negatif Oey Yok Su terhadapnya berkurang. Ia berpikir, "Bocah ini jujur dan baik hati. Walaupun tidak bisa menikahkan anakku dengannya, aku harus memberinya hadiah."

Di saat yang sama, terdengar suara Ang Cit Kong, "Makhluk beracun, kau hebat sekali! Kita belum menentukan kalah menang, mari kita bertempur lagi!"

"Baik, aku bersedia melayani seorang budiman!" jawab See Tok, sang Racun dari Barat.

Ang Cit Kong tertawa, "Aku bukan budiman, aku hanyalah pengemis!" Dengan satu lompatan, raja pengemis itu telah berada di gelanggang. Saat Auwyang Hong hendak menyusul, Oey Yok Su mencegahnya dengan menjulurkan tangan kirinya.

"Tunggu dulu, Saudara Cit dan Saudara Hong!" seru Oey Yok Su. "Kalian sudah bertarung lebih dari seribu jurus dan belum ada yang menang atau kalah. Karena hari ini kalian adalah tamu terhormat di Tho Hoa To, sebaiknya kalian duduk dan minum arak pilihan yang telah kusediakan. Pertarungan di Hoa San sudah di depan mata; saat itu bukan hanya kalian yang akan mengadu kepandaian, tetapi aku dan Toan Hong Ya juga akan ikut turun tangan. Bagaimana jika pertempuran hari ini disudahi saja?"

"Baiklah!" jawab Auwyang Hong sambil tertawa. "Kalau kita teruskan, pastilah aku yang akan kalah!"

Ang Cit Kong menarik diri dan tertawa. "Si makhluk berbisa dari Barat ini lain di mulut, lain di hati! Kau sudah tersohor, kalau kau bilang akan kalah, itu artinya kau merasa akan menang! Aku tidak percaya!"

"Kalau begitu, mari kita coba lagi kepandaianmu, Saudara Cit!" tantang Auwyang Hong.

"Tidak ada yang lebih baik dari itu!" sahut Ang Cit Kong bersiap kembali.

"Sudahlah!" potong Oey Yok Su tertawa. "Nyatalah kalian hari ini datang ke Tho Hoa To hanya untuk pamer kepandaian!"

Ang Cit Kong tertawa lebar, "Pantas kau menegurku, Saudara Yok. Sebenarnya kami datang kemari untuk mengajukan lamaran, bukan untuk mengadu kepandaian."

"Bukankah aku telah mengatakan akan mengajukan tiga syarat untuk menguji kedua orang itu?" tanya Oey Yok Su. "Siapa yang lulus akan menjadi menantuku, dan yang gagal tidak akan pulang dengan tangan hampa."

Ang Cit Kong heran, "Apa! Apakah kau masih punya putri yang lain?"

"Saat ini belum!" sahut Oey Yok Su tertawa. "Seandainya aku menikah lagi sekarang pun, tidak akan sempat. Aku memahami ilmu pengobatan dan peramalan, maka bagi yang tidak lulus, jika ia sudi belajar, ia boleh memilih ilmu yang ia minati. Aku akan mengajarinya dengan sungguh-sungguh."

Ang Cit Kong tahu Oey Yok Su memiliki banyak pengetahuan. Ia menganggap hal itu cukup lumayan bagi siapa pun yang gagal menjadi menantunya, namun tetap mendapatkan kepandaian untuk bekal seumur hidup.

Dukungan & Donasi

Bantu kami terus update dengan memberi dukungan melalui:

BCA 7891767327
Trakteer
Post a Comment