Manusia Harimau Marah
Penulis: S.B. Chandra
Status: Ongoing
Kategori: Cersil Indonesia
Seri: Manusia Harimau #3
Sinopsis
Di tengah riuhnya gemuruh rimba dan hiruk-pikuk kota, tersimpan sebuah takdir yang menggelegar, membelit seorang ksatria dengan jiwa yang terbelah. Dialah Erwin, sang Manusia Harimau, seorang dukun kawakan berilmu tinggi yang digeluti warisan gaib nan mengerikan. Berkepala manusia namun bertubuh harimau loreng yang perkasa, ia adalah anugerah sekaligus kutukan, sebuah enigma di dunia persilatan yang mengharuskan dirinya hidup dalam bayang-bayang ketakutan dan kesendirian, menjaga rahasia yang setiap saat bisa mencabik kemanusiaannya.
Luka lama akibat dendam membara atas kematian sang istri dan putranya di tangan Ki Ampuh, sahabat seperguruan yang khianat, masih menganga dalam sanubari. Namun kini, takdir menghempaskannya ke dalam badai yang lebih pelik: pusaran asmara. Erwin, sang pendekar berhati lembut, dicintai sepenuh jiwa oleh para wanita jelita dari berbagai penjuru, mulai dari Susanty yang gigih, Hasanah yang setia mengejar hingga ke lubuk hati, sampai Mei Lan yang tak gentar walau tahu wujud sejatinya. Mereka memuja Erwin, si manusia, bukan harimau buas dalam dirinya. Bagaimana mungkin ia membalas cinta mereka, sementara identitas ganjilnya adalah jurang pemisah, kutukan yang takkan pernah bisa ia tepis? Mampukah ia melarikan diri dari jaring asmara yang membelenggu, ataukah menyerah pada takdir yang begitu rumit?
Namun, saat bisikan takdir kian lantang, dan bayang-bayang pesan pilu dari Dja Lubuk, sang ayah sekaligus leluhur Manusia Harimau, menyeruak, Erwin harus menghadapi pilihan terberat. Adakah jalan keluar dari pusaran dilema yang mengancam menenggelamkan kemanusiaannya? Atau, akankah ia akhirnya menyerah pada takdirnya, menghadapi pertarungan pamungkas bukan di medan laga, melainkan di kedalaman jiwanya sendiri? Siapkah ia memilih satu di antara belasan hati yang memujanya, ataukah terpaksa menghilang kembali ke dalam bayang-bayang, menyisakan misteri abadi bagi dunia persilatan yang takkan pernah melupakannya?