Mata Air di Bayangan Bukit
Penulis: S.H. Mintardja
Status: Ongoing
Kategori: Cersil Indonesia
Seri: - #1
Sinopsis
Di tengah kegaiban sebuah mata air purba yang tersembunyi di balik perbukitan sunyi, muncullah seorang pengembara tua misterius, Kiai Kanthi. Bersama putri semata wayangnya, Swasti, ia membawa rahasia ilmu kanuragan yang begitu luhur, tersembunyi di balik kerudung kesederhanaan, namun cukup untuk menggetarkan setiap sanubari yang berani menatap. Mereka adalah pelarian takdir, mencari kedamaian di sudut dunia yang tak terjamah, di mana jejak masa lalu terus mengejar.
Namun, ketenangan semu itu tak bertahan. Bayang-bayang perseteruan kuno dua perguruan besar, Padepokan Sanggar Gading dan kaum Kendali Putih, merayap dari balik rimba, memperebutkan seorang Pangeran dan pusaka keramat yang konon mampu mengguncang tahta di Demak. Daruwerdi, pendekar muda berhati lurus yang sempat bersua Kiai Kanthi, kini terjerat menjadi kunci pertukaran yang penuh darah. Di sisi lain, Jlitheng, pemuda cerdik bermata setajam elang dari padukuhan seberang, mengamati setiap gerak catur maut ini, menyimpan agenda tersembunyi yang tak terjamah nalar.
Di tengah geger persilatan yang mengguncang 'Sepasang Bukit Mati', pertarungan berdarah antara Sanggar Gading dan Kendali Putih mencapai puncaknya. Darah membanjiri pategalan, kuda-kuda meringkik, dan dendam kesumat membakar sukma. Namun, di balik ambisi kekuasaan dan pertumpahan darah, apakah pusaka yang diperebutkan itu benar-benar bernilai seperti yang disangka, ataukah hanya ilusi belaka? Akankah Kiai Kanthi, sang pendekar berilmu langit yang memilih jalur sunyi, terpaksa menyingkap selubung kekuatannya? Atau justru ia harus menghadapi takdir yang lebih kejam, di mana nasib seorang Pangeran dan masa depan kangouw bergantung pada satu mata air tersembunyi di bayangan bukit?