Chapter 01
Langit mendung, awan hitam berarak, diikuti guntur yang menyabung, menutupi sebuah lembah tak bernama yang terletak di tempat paling utara dari pegunungan Himalaya.
Terpencil, di antara jurang-jurang yang curam dan sangat sukar didatangi manusia biasa, tampak empat buah kuburan berukuran masing-masing sekitar 20 meter dengan berbagai bentuk aneh, berdiri di antara ribuan tulang-tulang tengkorak manusia yang tinggi membentuk sebuah bukit.
Di tengah-tengah empat kuburan tersebut, berdiri berhadapan enam orang. Empat di antaranya tampak sangat tua sekali. Bentuk tubuh mereka yang ganjil memiliki perbawa hawa iblis yang menakutkan.
Di hadapan mereka, tampak dua orang pemuda dan pemudi yang berparas tampan dan cantik sekali, sedang bersila dalam posisi aneh. Tubuh mereka melayang dengan kepala di bawah, punggung saling membelakangi.
Sementara mereka berdiam diri sambil mengerahkan tenaga pada puncaknya, tiba-tiba terdengar pekikan aneh dari antara keduanya. Satu tangan mereka direntangkan ke samping, tangan yang lain diulurkan menyentuh telapak dua di antara keempat kakek yang segera bersila menyambut tangan mereka dengan kepala di bawah dan tangan yang juga terulur menempel pada tangan mereka.
Sedangkan dua kakek ganjil yang lain melayang di atas sambil memegang kedua kaki pemuda dan pemudi tersebut. Tampak asap mengepul dari tubuh mereka. Sekeliling tubuh mereka menyebar hawa tenaga sakti yang amat kuat dari keempat kakek ganjil tersebut, yang berputaran di sekeliling sepasang pemuda tersebut.
Keadaan ini berlangsung hampir dua jam. Saat semua telah mencapai titik puncak yang paling kritis dari pengerahan tenaga dalam mereka, tiba-tiba keempat kakek tersebut membentak keras. Tubuh mereka mencelat mundur, masing-masing terlempar ke arah empat kuburan yang membuka dengan sendirinya serta menyambut tubuh mereka.
Sementara sepasang muda-mudi itu berputaran seperti gasing. Tiba-tiba terdengar teriakan mereka yang membahana. Di saat itulah tubuh keduanya terpisah ke dua arah yang berbeda. Yang wanita melesat ke atas sambil melakukan gerakan-gerakan aneh, memainkan ilmu silat tingkat tinggi bagaikan elang yang menyambar-nyambar, sedangkan yang pria menembus ke dalam bumi sehingga membuat lubang yang sangat dalam. Beberapa saat kemudian, dia muncul lagi sambil melakukan gerakan silat yang aneh dan dahsyat.
Gerakannya kokoh dan selalu menyambar-nyambar dengan cepat, sehingga tubuhnya berpindah-pindah tanpa terlihat bayangannya. Tak lama kemudian, keadaan diam, tenang. Kedua orang yang melesat ke atas dan yang menembus ke bumi tersebut seolah-olah hilang tanpa bekas. Tanah yang berlubang itu pun sudah menutup kembali dengan sendirinya, seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa.
Namun, beberapa saat kemudian terdengar suara tertawa yang mengidikkan. Keempat pintu kuburan terbuka lagi, dan keempat kakek ganjil yang sakti itu telah keluar. Sesaat terdengar suara salah satu dari antara mereka: "Heheheheheh, akhirnya tidak sia-sia juga kita membuang tenaga selama lima tahun ini. Keluarlah kalian untuk menerima perintah!"
Entah dari mana datangnya, tiba-tiba di hadapan keempat kakek tersebut muncul kabut kemerahan dan kebiruan yang amat pekat. Setelah kabut tersebut sirna, di hadapan mereka muncul kedua muda-mudi tadi. Si pemuda berusia 22 tahun, berparas tampan dengan mata yang besar. Sinar matanya mencorong tajam berwarna merah darah, itulah perbawa dari ilmu