Naga Beracun
Penulis: Kho Ping Hoo
Status: Ongoing
Kategori: Cersil Mandarin
Seri: Serial Naga Sakti Sungai Kuning #2
Sinopsis
Di balik ketenangan dusun Mo-kim-cung yang damai, tersimpan sebuah rahasia yang lebih mematikan dari seribu pedang: Coa Thian Ki. Sejak kecil, ia dibesarkan dalam angan kedamaian, jauh dari kericuhan kangouw. Namun, sang nenek, Ban-tok Moli, "Iblis Wanita Selaksa Racun" yang nyaris tak terjamah oleh usia dan belenggu pertapaan, telah menanamkan benih kutukan dalam darahnya: hawa beracun mematikan yang menunggu waktu untuk bangkit. Ia adalah pewaris takdir ganda: di satu sisi ingin menjadi pendekar tanpa kekerasan, di sisi lain menyimpan racun dahsyat yang siap merenggut nyawa.
Saat Thian Ki tumbuh dalam bayang-bayang janji damai, badai kangouw justru mulai bergolak. Dendam lama bangkit dari masa lalu yang kelam, membawa pusaran kehancuran ke gerbang keluarga. Dari belantara persilatan, muncul Kam Cin, pendekar wanita berjuluk Cin Cin, yang penuh amarah dan dendam membara. Berbekal Koai-liong-kiam yang legendaris, ia mengejar "ayah tiri" Thian Ki, Pangeran Cian Bu Ong, seorang bekas pangeran sakti yang menyimpan kisah pengkhianatan pahit dengan guru Cin Cin, Bhok Sui Lan. Keluarga yang mencoba hidup tenteram kini terseret ke dalam pusaran intrik dan pertarungan maut, memaksa Thian Ki menghadapi kebenaran pahit: kedamaian hanyalah ilusi di dunia persilatan yang kejam.
Di tengah geger pertarungan antara dendam masa lalu dan cinta yang rumit, takdir menggiring Thian Ki ke garis depan. Ketika ia terpaksa melangkah, kekuatan tersembunyi yang ditanamkan sang nenek meledak, mengubahnya menjadi ancaman yang tak terduga. Sebuah sentuhan kematian yang tak disengaja, sebuah pengorbanan mengerikan demi menyelamatkan sang musuh, mengungkap kengerian sejati yang bersemayam dalam dirinya. Mampukah Thian Ki mengendalikan racun dalam darahnya? Atau akankah ia menjadi naga beracun yang ditakdirkan untuk menghancurkan segalanya, termasuk dirinya sendiri? Siapa yang akan hidup, siapa yang akan binasa, dan mampukah cinta menyelamatkan takdir yang telah terukir dalam pedih dan darah?