Chapter 04
"Masa ada kejadian yang begini gampang?" "Lebih mengenaskan lagi, mungkin kau sendiri pun tak akan lolos dengan selamat dari sini!" "Kau anggap mampu untuk menahan Lao Lap di sini?" seru Liau It Taysu dengan gusar.
"Kalau tidak percaya, mengapa tidak kita buktikan segera?" Sembari berkata, dia lantas melambaikan tangannya.
Dari balik hutan gelagah di tepi sungai berkumandang suara berisik, lalu muncullah empat manusia aneh, semuanya berbadan sama dengan Utusan Manusia Serigala.
Dengan suatu gerakan yang cepat dan cekatan, serentak mereka mengurung Liau It Taysu rapat.
Liau It Taysu tertawa dingin, dia memandang sekejap ke sekelilingnya kemudian membentak keras, "Sebenarnya kalian telah menculik Ki Thian Bin dan dibawa ke mana?" "Kau ingin tahu?" ejek Utusan Manusia Serigala. "Hmm, tidak sukar, silakan saja menengok sendiri setibanya di akhirat nanti!" Keempat manusia aneh berkepala serigala itu segera membentak keras. Mereka sama-sama meloloskan semacam senjata berwujud aneh dan maju melancarkan serangan.
Bentuk senjata itu sangat aneh, sepintas lalu mirip sekali dengan cakar kaki seekor burung besar. Sewaktu diayunkan ke depan, segera menimbulkan suara nyaring deruan angin tajam.
Liau It Taysu membentak nyaring. Toya bajanya, dengan membawa deruan nyaring, menggulung ke sekeliling arena dengan jurus Pat Tong Hong Hi (hujan angin di delapan penjuru) untuk membendung datangnya ancaman dari empat penjuru angin.
Ayunan toyanya itu sangat berat dan kuat. Angin serangan menderu-deru dan sangat mengerikan.
Utusan Manusia Serigala segera tertawa dingin, ejeknya, "He... he... he... Permainan jurus Pat Tong Hong Hi-mu memang tampaknya ketat. Tak heran kalau kau bisa mempunyai nama besar di dalam dunia persilatan. Cuma sayang, kau telah bertemu dengan kami. Jurus seranganmu itu tak akan bisa berbuat banyak..." Pada dasarnya, Liau It Taysu memang sudah termasyhur sebagai seorang pendeta berangasan. Mendengar musuhnya sama sekali tidak memandang sebelah mata pun terhadap dirinya, kontan alis matanya yang tebal berkerut kening. Setelah membentak gusar berulang kali, toya bajanya diputar sedemikian kencangnya hingga hujan dan angin seakan-akan tak mampu untuk menembusnya. Kedahsyatan tersebut benar-benar mengerikan.
Akan tetapi, musuhnya adalah empat manusia aneh berkepala serigala yang berilmu cukup tangguh, terutama sekali kerja sama keempat orang itu, boleh dibilang betul-betul sangat luar biasa.
Untuk sesaat lamanya, Liau It Taysu belum mampu meraih kedudukan di atas angin.
Namun, keempat manusia aneh berkepala serigala itu pun tampak cukup payah dan kewalahan. Mereka tak mampu mendesak selangkah lebih ke depan untuk mendekati lawannya.
Tiba-tiba, Utusan Manusia Serigala tertawa tergelak.
"Ha... ha... ha... Keledai gundul, kau hanya seorang diri atau membawa konco?" "Hanya Lao Lap seorang pun sudah cukup untuk merenggut nyawa anjing kalian. Buat apa harus minta bantuan orang lain?" bentak Liau It Taysu dengan melotot penuh kegusaran.
Di tengah bentakan, jurus serangannya segera berubah. Seluruh angkasa seperti dilapisi oleh bayangan toya yang sangat lihai. Deruan angin serangan yang maha dahsyat pun memencar ke mana-mana, menyerang keempat orang itu.
Jurus ini tidak lain adalah ilmu Hong Mo Cap Pwe Te (Delapan Belas Jurus Ilmu Menghajar Iblis) dari Siauw Lim Pay. Dalam setiap ayunan toya tersebut, terpancarlah hawa serangan yang sangat kuat dan menderu-deru, seketika itu juga memaksa keempat manusia aneh berkepala serigala itu kocar-kacir mundur berulang kali.
Ketika Utusan Manusia Serigala menyaksikan serangan dari keempat anak buahnya gagal mengungguli lawannya, mendadak ia mendongakkan kepalanya dan memperdengarkan suatu lolongan serigala yang memanjang.
"Nguuu... ngguu..." Keempat manusia aneh berkepala serigala itu melompat mundur lalu menyusup ke balik tumbuhan gelagah yang lebat.
Sedangkan Utusan Manusia Serigala segera melangkah maju ke depan. Setelah tertawa tergelak, serunya, "Ilmu silat dari Siauw Lim Pay memang bukan nama kosong belaka. Ilmu Ton Hong Mo Ciang Hoat termasuk juga ilmu sakti dalam dunia persilatan, tapi Cap Pwee Lo Han Kun dari Siauw Lim Pay juga terhitung ilmu mahasakti. Sekarang, aku ingin sekali mencoba kehebatan dari ilmu tersebut. Hei, keledai gundul, sudah kau pelajari belum ilmu pukulan itu?" Liau It Taysu adalah seorang manusia yang berhati lurus. Meski berangasan, namun jujur, ia sama sekali tak sadar kalau musuhnya yang melihat permainan toya-nya terlalu dahsyat, sekarang sedang memancingnya agar bertarung dengan ilmu tangan kosong.
Benar juga, amarah yang berkobar di dalam dada Liau It Taysu membuatnya segera melemparkan toya tersebut ke sisi arena. Kemudian, bentaknya dengan gusar, "Kau berani mentertawakan Lao Lap yang tak pernah mempelajari ilmu Lo Han Kun tersebut?"
Utusan Manusia Serigala segera tertawa.
"Sekalipun sudah kau latih, paling banter juga tak akan lihai sampai di mana..." Belum selesai dia berkata, mendadak ia berpaling sambil berseru dengan suara lantang, "Silakan kalian berdua pun segera menampilkan diri! Toh cepat atau lambat kalian pun akan menjadi tamu kehormatan di akhirat. Memangnya kalian anggap bisa dihindari begitu saja?"
Si nelayan kecil yang bersembunyi di balik hutan gelagah, kembali mengira jejaknya ketahuan musuh. Tapi sebelum dia muncul, lagi-lagi berkumandang suara bentakan nyaring, "Kami berdua memang ingin sekali menyaksikan kelihayan ilmu silatmu itu!" Bersamaan dengan menggemanya ucapan tadi, dari belakang gundukan tanah muncul kembali dua orang manusia. Mereka adalah dua orang tosu yang bersenjata terhunus. Dengan langkah lebar, mereka langsung menuju ke tengah arena.
Utusan Manusia Serigala segera tertawa dingin.
"Oh, rupanya dua orang hidung kerbau dari Bu Tong Pay. Tampaknya kaki kalian sudah diikat oleh malaikat pencabut nyawa sehingga tersesat kemari untuk menghantar kematian..." Kedua orang tosu tersebut merupakan anak murid dari Bu Tong Pay. Yang seorang bernama Goan Ho Totiang, sedangkan yang lain bernama Goan Kim Totiang. Mereka menyusul sampai ke sana untuk melacak jejak Ki Thian Bin.
"Bu Ling Siu Hud!" Goan Ho Totiang berseru, "Sicu, ucapanmu tak sedap, kata-katamu ngawur dan tak sopan. Inikah kepandaian yang kau miliki?"
"Ha... ha... ha, apakah kau ingin menyaksikan kepandaian silatku yang sebenarnya? Itu gampang sekali!" Mendadak tubuhnya merendah ke bawah, lalu secepat sambaran petir menyerbu ke hadapan Goan Ho Totiang.
Kelima jari tangannya terpentang lebar-lebar. Dengan membawa suara desingan angin tajam, ia menyambar ubun-ubun Goan Ho Totiang secara buas.
Serangan ini dilancarkan dengan kecepatan yang benar-benar luar biasa. Percuma Goan Ho Totiang memiliki sebilah pedang yang terhunus, sebab dia memang merasa tak sempat lagi untuk menghindar ataupun membendung datangnya ancaman apa pun.
Untung saja, Goan Ho Totiang bertindak cepat dengan melepaskan sebuah bacokan kilat yang membendung Utusan Manusia Serigala untuk meneruskan cengkeraman mautnya.
Menggunakan kesempatan ini, cepat-cepat Goan Ho Totiang melompat mundur dua langkah. Setelah itu, jeritnya kaget, "Ah, ilmu Cap Ji Jian Jiu (Dua Belas Ilmu Cacat)!" Utusan Manusia Serigala mendehem dingin.
"Hmm, tepat sekali, inilah ilmu Cap Ji Jian Jiu! Majulah kalian berdua bersama-sama, rasakan bagaimana hebatnya ilmu tangan cacatku ini!" Di tengah pembicaraan, tangan kanannya diputar kencang dengan gerakan yang sama sekali tak berubah. Dia mencengkeram jalan darah Ki Bun Hiat di tubuh Goan Ho Totiang.
Dalam deretan nama ilmu silat, ilmu Cap Ji Jian Jiu merupakan semacam ilmu silat yang sangat buas dan keji. Asal terkena cengkeraman ilmu tersebut, jarang sekali ada yang bisa lolos dalam keadaan selamat. Kalau bukan mati, paling tidak pasti akan menderita cedera berat.
Belum lagi bacokan pedang dari Goan Ho Totiang ditarik kembali, jari tangan Utusan Manusia Serigala yang amat tajam itu sudah menyerang ke sisi tubuhnya.
Goan Ho Totiang segera membentak keras. Pedangnya, dengan membentuk cahaya pelangi berwarna perak, melepaskan serangan kilat ke arah depan.
Utusan Manusia Serigala segera tertawa terbahak-bahak.
"Ha... ha... ha, bagus sekali! Silakan saja kalian keluarkan segenap ilmu silat dari Bu Tong Pay. Coba lihat saja nanti, sanggupkah kubendung serangan kalian dengan ilmu Cap Ji Jian Jiu-ku ini!" Di tengah pembicaraan tersebut, mendadak sepasang telapak tangannya digunakan bersama. Sepintas lalu, gerakan itu tampak amat sederhana dan tiada sesuatu yang aneh, namun apabila serangan sudah dilepaskan, keganasan serta kebuasannya benar-benar mengerikan.
Liau It Taysu yang menyaksikan kejadian ini merasa terperanjat sekali. Pikirnya, "Tak heran kalau gembong iblis ini mampu malang melintang di dalam dunia persilatan, ternyata dia memang memiliki ilmu silat yang lihai sekali..." Belum habis ia berpikir, situasi di dalam arena pertarungan telah terjadi perubahan besar. Dua orang totiang dari Bu Tong Pay itu sudah kewalahan sehingga kalang kabut tidak karuan. Bukan saja tidak berkemampuan lagi untuk melancarkan serangan balasan, bahkan posisinya berada dalam keadaan berbahaya sekali.
Liau It Taysu mendengus gusar. Dengan gerak cepat, tangannya dijulurkan ke depan. Kemudian, bentaknya keras-keras, "Biar Lao Lap merasakan kelihayan dari ilmu Cap Ji Jian Jiu-mu itu!" Tapi sebelum serangan sempat dilakukan, di tengah arena kembali sudah terjadi perubahan. Mendadak berkumandang suara dengusan tertahan.
Goan Ho Totiang yang kurang cepat untuk berkelit, sudah tercengkeram oleh sambaran cakar maut Utusan Manusia Serigala. Darah segar segera bercucuran keluar dengan deras.
Goan Kim Totiang yang menyaksikan kejadian itu segera membentak keras. Dengan sekuat tenaga, dia melancarkan dua buah serangan untuk menyelamatkan jiwa Goan Ho Totiang.