Halo!

Pangeran Perkasa - Chapter 05

Memuat...
Pangeran Perkasa

Chapter 05

Sayangnya, ia bertindak teledor. Karena perhatiannya hampir sepenuhnya tercurah untuk menolong orang lain, ia mengendurkan pertahanannya sendiri.

Tiba-tiba, tampak bayangan manusia berkelebat. Si Utusan Manusia Serigala telah menyelinap ke belakang punggungnya.

Ia terperanjat sekali. Baru saja akan membalikkan badan sambil melawan, tahu-tahu punggungnya terasa dingin dan rasa sakit merasuk hingga ke tulang sumsum. Tak ampun lagi, tubuhnya segera roboh terjerembap ke depan.

Goan Ho Totiang terkesiap sekali, apalagi setelah menyaksikan adik seperguruan­nya roboh terjengkang ke atas tanah.

Sayang, sebelum ia sempat bertindak, Utusan Manusia Serigala sudah menerjang kembali ke hadapannya sambil melancarkan cengkeraman maut lebih jauh.

Luka yang diderita Goan Ho Totiang pada lengannya memang parah. Ditambah lagi hatinya yang gugup, tak dapat dihindari bahwa semua permainan silatnya menjadi kacau.

Dalam keadaan demikian, bagaimana mungkin ia bisa mempertahankan diri? Tahu-tahu lengan kanannya terasa sakit sekali hingga merasuk ke tulang sumsum. Traang!

Pedangnya terjatuh ke tanah, menyusul kemudian kenghiat di bahunya menjadi kaku dan punggungnya kena ditendang satu kali. Kontan tubuhnya roboh terjengkang ke atas tanah. Liau It Taysu mengerti betapa gawatnya situasi. Ia cepat menyerbu sambil melepaskan pukulan dahsyat ke tubuh Utusan Manusia Serigala. Namun, dari balik hutan geliga, tahu-tahu melompat keluar lagi dua orang manusia aneh.

Kedua orang itu pun mengenakan topeng kulit serigala. Dengan pedang terhunus, mereka menghalangi jalan Liau It Taysu dan berkobarlah pertarungan yang amat seru.

Liau It Taysu menyerang dengan jurus-jurus Lo Han Kun dari Siau Lim Pay yang amat sakti. Permainan yang dibawakan sendiri oleh pendeta berilmu tinggi ini membuat kedahsyatannya berlipat ganda.

Apa mau dikata, permainan pedang dari dua orang manusia aneh berkepala serigala itu pun luar biasa. Setiap gerakan, setiap jurus, semuanya dimainkan dengan sempurna.

Waktu itu, meski malam sudah menjelang, namun rembulan muncul dan memancarkan sinar keperak-perakan, sehingga pemandangan alam beberapa kaki di sekeliling tempat itu dapat terlihat dengan jelas sekali.

Si Nelayan Kecil yang bersembunyi di balik hutan pelaga agaknya sudah terkesima oleh kepandaian silat kedua orang itu. Ia tampak termangu-mangu dan memandangnya dengan penuh perhatian.

Cahaya pedang berkilauan di angkasa dan berputar kencang seperti roda kereta. Makin bertarung, gerakan dari dua orang manusia aneh berkepala serigala itu semakin cepat. Serangan yang dilancarkan juga semakin dahsyat.

Kini Liau It Taysu sudah dibuat keteter hebat sehingga hampir saja tak mampu mempertahankan diri.

Suatu ketika, mendadak Liau It Taysu mengeluarkan jurus serangan Lui Ing Ciong Sie (bunyi genta irama guntur) untuk melancarkan sebuah serangan dahsyat dari kejauhan.

Serangan itu datangnya amat cepat dan di luar dugaan. Tahu-tahu saja sudah menyambar ke atas kepala orang yang berada di sebelah kiri.

"Bluuukk!" Topeng serigala yang dikenakan orang itu tersambar telak hingga mencelat ke udara dan jatuh ke tanah. Dengan begitu, muncullah raut wajah asli orang itu. Ia adalah seorang lelaki berwajah putih yang rambutnya disanggul di atas kepala.

Liau It Taysu segera berteriak kaget: "Aaah! Rupanya Liu Oh Siang Kiam (Sepasang Pedang dari Telaga Liu). Semenjak kapan kalian menggabungkan diri dengan golongan kaum iblis?"

Belum selesai ia berkata, mendadak orang yang berada di sebelah kanan itu melepaskan tusukan kilat mengancam bahu kirinya.

Dengan cepat ia maju selangkah, kepalanya diayunkan ke arah orang yang berada di sebelah kanan itu. Ia bentak lagi dengan suara keras: "Sudah lama kudengar orang bilang Liu Oh Siang Kiam adalah manusia jujur yang berjiwa ksatria. Ternyata kalian adalah manusia-manusia munafik bermuka manusia berhati binatang! Bagus sekali! Malam ini Lolap akan mewakili masyarakat persilatan untuk melenyapkan durjana macam kalian dari muka bumi!"

Di tengah pembicaraan, ia membentak keras. Tubuhnya menyerbu seperti orang kalap, sementara sepasang kepalan­nya melancarkan serangan dahsyat.

Tenaga dalamnya memang amat sempurna. Meskipun tanpa toya bajanya, namun kelayapan yang dipancarkan masih tetap hebat. Pukulan yang dilepaskan semuanya disertai dengan derusan angin yang memekikkan telinga.

Namun, Liu Siang Kiam Kong dan Yu Kiam Cok merupakan jago-jago pedang yang sudah amat termasyhur namanya di dunia persilatan. Ilmu silat mereka terhitung nomor satu di dunia.

Tatkala mereka berdua menyaksikan serangan dari Liau It Taysu begitu ganas dan dahsyat, terkesiap juga perasaan mereka akhirnya.

Mendadak terdengar Utusan Manusia Serigala mendengus dingin, lalu menegur: "Hmm, dengan mengandalkan kalian berdua, maah belum mampu membunuh seorang keledai tua. Apakah kalian bermaksud melepaskannya pergi dalam keadaan hidup? Ingat, dia sudah mengenali wajah asli kalian berdua...."

Tampaknya Liu Oh Siang Kiam merasa takut sekali terhadap Utusan Manusia Serigala, apalagi jika nama mereka tercemar dan diketahui semua orang di dunia. Bagaimana mungkin mereka berdua bisa menancapkan kakinya lagi di dunia persilatan?

Maka setelah mendengar suara teguran tersebut, tiba-tiba saja permainan pedang mereka berubah.

Dalam waktu singkat, cahaya pedang sudah memancar ke mana-mana. Jurus membunuh yang beruntun pun dilancarkan secara bertubi-tubi. Tujuh delapan gebrakan kemudian, Liau It Taysu sudah terkena sebuah tusukan lagi.

Berada dalam keadaan begini, asal Lui Oh Siang Kiam melanjutkan lagi dengan dua serangan lain, niscaya Liau It Taysu sudah akan mati terbacok.

Si Nelayan Kecil yang bersembunyi di balik hutan gelaga menjadi tak tega setelah menyaksikan kejadian itu. Timbullah niatnya untuk menolong jiwa pendeta tua yang mengenaskan tadi.

Namun, baru saja ia bangkit berdiri, mendadak berkumandang suara bentakan yang amat nyaring.

Ketika ia menengok ke depan, terlihatlah sesosok bayangan manusia meluncur datang dengan kecepatan tinggi. Ia adalah seorang perempuan setengah tua.

Liu Oh Siang Kiam agak tertegun ketika mendengar suara bentakan itu. Tanpa terasa, gerakan pedang mereka pun ikut menjadi melamban.

Dalam waktu singkat, perempuan itu sudah menerjang sampai dihadapan mereka.

Tampak tangan kirinya diayunkan ke depan. Serentetan cahaya tajam yang berkilauan segera meluncur ke depan dan serentak menyerang tubuh Liu Oh Siang Kiam.

Agaknya Utusan Manusia Serigala mengenali setiap jago yang berada di dunia persilatan dengan tepat. Begitu menjumpai perempuan itu melancarkan serangan, ia segera membentak nyaring: "Yang datang adalah Biau Jiu Hui Cha Ki Siu Ling. Hati-hati dengan tusuk kondenya yang beracun...!"

Mengetahui kalau yang datang adalah jagoan tusuk konde beracun, Liu Oh Siang Kiam tak berani bertindak gegabah lagi. Cepat-cepat mereka menggerakkan pedangnya menciptakan selapis bayangan pedang untuk melindungi badan.

"Trriing, triinng, triing!" Serentetan suara berdenting bergema memecahkan keheningan. Beberapa puluh titik cahaya tajam itu tahu-tahu sudah kena tersapu semua hingga rontok.

Ki Siu Ling mendengus dingin, lalu berseru: "Hmm, lihat saja, kalian bisa menghindari berapa batang tusuk konde emasku?"

Di tengah bentakan, tangan kanannya sekali lagi diayunkan ke depan, melepaskan segumpal senjata rahasia yang segera memancar ke depan seperti hujan gerimis.

Kali ini, selisih jarak antara kedua belah pihak sudah sedemikian dekat. Apalagi Liu Oh Siang Kiam juga tidak menyangka kalau dalam genggaman sepasang tangan perempuan itu sudah tersedia tusuk konde emas yang telah direndam dalam racun. Buru-buru kedua orang itu mengangkat tangannya hendak melindungi diri, namun sayang terlambat satu langkah.

Terdengar Yu Kiam Kong mendengus tertahan lalu roboh terjungkal ke atas tanah.

Gerakan pedang dari Ya Kiam Cok jauh lebih cepat. Ia berhasil menciptakan selapis bayangan pedang untuk memukul rontok tusuk konde emas beracun yang tertuju ke arahnya itu.

Utusan Manusia Serigala yang menyaksikan kejadian itu menjadi gusar. Ia segera membentak keras sambil menuju ke depan dan menghadang jalan pergi Ki Siu Ling.

Tampak bayangan manusia berkelebat lewat. Tahu-tahu ia sudah berada di depan perempuan itu dan dalam waktu singkat melancarkan lima buah serangan berantai...

Kelima buah serangan itu semuanya dilancarkan dengan kekuatan yang luar biasa. Hal mana mendesak Ki Siu Ling tidak berkesempatan lagi untuk melepaskan tusuk konde emasnya. Dengan begitu, terpaksa ia harus menyambut datangnya serangan lawan dengan serangan pula.

Ilmu silat yang dimiliki Utusan Manusia Serigala memang lihai sekali. Perubahan jurus serangannya sukar diduga dan amat aneh. Di dalam belasan gebrakan saja, Ki Siu Ling sudah kena didesak sampai kalang kabut sendiri.

Di tengah pertempuran, mendadak Utusan Manusia Serigala merubah serangan telapak tangan­nya menjadi serangan mencengkeram. Kali ini, ia sudah menyerang dengan ilmu Cap Ji Jian Jiu-nya yang hebat.

Dengusan tertahan menggema memecahkan keheningan. Tubuh Ki Siu Ling mundur dengan sempoyongan lalu roboh terkapar ke atas tanah.

Dalam pada itu, Liau It Taysu sudah bermandikan darah segar. Melihat Ki Hujin terluka, ia membentak sambil menyerbu ke depan. Sebuah pukulan dahsyat segera dilontarkan ke depan.

Dengan cekatan Utusan Manusia Serigala berkelit ke samping, kemudian mengayunkan kakinya melepaskan sebuah tendangan kilat ke atas lutut Liau It Taysu.

Sementara itu, tangan kanannya dibalik dan balas mencengkeram urat nadi pada pergelangan tangan kanan pendeta itu, lalu dibetot ke depan dan menotok jalan darahnya.

Menanti musuhnya sudah roboh, ia membanting tubuh pendeta itu ke tanah, kemudian menghembuskan napas panjang.

Setelah memandang sekejap ke sekeliling arena, ia membentak nyaring.

Dukungan & Donasi

Bantu kami terus update dengan memberi dukungan melalui:

BCA 7891767327
Trakteer
Post a Comment