Halo!

Pangeran Perkasa - Chapter 150

Memuat...
Pangeran Perkasa

Chapter 150

"Berhubung dari kelompok kami tidak terpilih seorang pemimpin pun, terpaksa biar aku si kerdil yang mewakili mereka untuk berbicara." Sik Tiong Giok terkejut sekali setelah mengetahui siapa orang itu. Sebelum ia sempat berbicara, terdengar Li Peng berseru dengan perasaan kaget bercampur keheranan: "Hei, kenapa Susiok cebol pun berada di sini?" "Coba kau lihat, sepasang manusia jelek dari Szuchuan pun ikut datang!" Li Peng segera menggelengkan kepalanya berulang kali, katanya: "Aku tidak kenal dengan mereka, belum pernah aku bertemu dengan kedua orang itu!" Si kakek ceking yang bertubuh kerdil itu tak lain adalah si kakek cebol yang berjalan di bawah tanah, Kongsun Swan. Tampaknya sudah menjadi pembawaannya, setiap pembicaraan maupun gerak-geriknya, baik saat tenang ataupun tegang, ia tak pernah lupa dengan tingkah yang kocak.

Gi Liong Kuncu yang berada di balik tirai segera berkata dengan suara ketus: "Kalau toh kau sudah menampilkan diri, apakah bisa juga mengambil keputusan untuk mereka semua?" Kakek cebol yang berjalan di bawah tanah tertawa terkekeh-kekeh: "Hehe... setelah terpilih di antara mereka, paling tidak aku toh bisa mengambil setengah keputusan bagi mereka, bukan begitu?" Gi Liong Kuncu segera mendengus dingin: "Bagus sekali. Sekarang katakan dahulu, siapa yang telah membebaskan kalian dari sekapan di rumah-rumah kayu itu?" "Memang ada seseorang yang telah melakukan hal tersebut, sayang sekali aku tidak kenal siapakah orang itu." "Hmm, apakah arti perkataanmu?" umpat Gi Liong Kuncu amat gusar.

Kakek cebol berjalan di bawah tanah segera tertawa lagi: "Jangan peduli apa arti perkataan itu, yang jelas kami semua benar-benar sudah terlepas dari kurungan." "Sekarang kuperintahkan kepada kalian semua agar segera kembali ke dalam kamar tahanan masing-masing serta menunggu keputusanku nanti!" "Kau anggap kami akan berbuat seperti apa yang kau perintahkan?" "Kenapa? Jadi kalian bermaksud hendak menantang perintahku ini? Mau memberontak rupanya?" "Kecuali sanggup menaklukkan kami semua sekali lagi, kalau tidak, jangan bermimpi lagi di siang bolong, sebab aku tahu, perbuatan itu bukan suatu pekerjaan yang gampang."

Baru saja perkataan itu selesai diucapkan, mendadak tirai hitam itu disingkapkan dan muncullah seorang perempuan berparas cantik duduk di sebuah bangku. Sekilas pandang orang tidak akan tertarik oleh kecantikannya, tapi bila kau sudah memandangnya sekejap, maka tak tahan akan memandang lagi untuk kedua kalinya, begitu seterusnya. Nyata, dia memang seorang perempuan yang sangat cantik.

Dukungan & Donasi

Bantu kami terus update dengan memberi dukungan melalui:

BCA 7891767327
Trakteer
Post a Comment