Halo!

Pedang Darah Bunga Iblis - Chapter 11

Memuat...
Pedang Darah Bunga Iblis

Chapter 11

Setelah sekian lama, Pek Hoat Sian Nio akhirnya berbicara lagi, "Komentar aneh, boleh dibandingkan dengan Lam Sia dahulu." Go Bing menjadi tidak sabar, serunya, "Kau memanggil aku kemari, hanya untuk mengatakan beberapa patah kata ini?" "Sekarang kau kembalikan buntalan di tanganmu itu ke dalam gelanggang." Go Bing menarik muka, suaranya ketus, "Tidak bisa!" "Benda itu tidak membawa manfaat bagimu." "Seperti kukatakan, aku hanya mengejar jejak seorang pembunuh dengan benda ini." "Coba kau ceritakan, mungkin Sian Nio dapat memberi sedikit sumber penyelidikan untuk kau!"

Sejenak Go Bing bimbang, akhirnya ia menceritakan juga pengalamannya di dalam hutan kecil itu. Nada ucapan Sian Nio tandas dan berat, "Menurut ceritamu itu, memang tidak salah si korban itu mati karena terkena racun tanpa bayangan, tapi di seluruh jagat ini yang mungkin bisa menggunakan racun tanpa bayangan itu hanya Racun Utara seorang, dan lagi selain seorang putra yang keliwat dimanjakan, Racun Utara tidak mempunyai seorang murid pun." "Maksud Sian Nio adalah..." "Tidak mungkin Racun Utara campur tangan." "Dengan bukti apa Sian Nio berani memastikan begitu!" "Menurut martabat dan karakter Racun Utara ayah beranak, barang apa yang sudah ditangannya tak mungkin dilepas lagi, apalagi benda yang sudah disentuh tangan mereka, tak mungkin orang berani menjamahnya lagi, selain itu juga tidak sedemikian gampang dan murah mereka mau menggunakan racunnya!"

"Maksud pertanyaan saya ialah siapakah orangnya yang menyebar racun itu?" "Mungkin sukar untuk mencari tahu!" "Namun terang gamblang, barang ini berada di tangan orang-orang Bwe Hoa Hwe, tidakkan beres mencari jejak si pembunuh ini dari tubuh mereka?" Pek Hoat Sian Nio tertawa ringan, ujarnya, "Kau bisa menyesal?" "Mengapa?" "Sebab pedang berdarah di tanganmu itu adalah palsu!" "Palsu?" tercetus seruan kaget dari mulut Go Bing.

"Ya, memang palsu, maka kusuruh kau melempar kembali ke tengah gelanggang." Otak Go Bing bekerja cepat, setelah itu baru ia membuka lagi, "Tulen atau palsu tidak menjadi soal, tujuanku yang utama adalah mengejar jejak si pembunuh itu." "Kau masih hijau dan perbuatanmu ini terlalu semberono." "Ha, dengan alasan apa kau berkata begitu?" "Coba kau jelaskan, benda itu direbut orang sebelum adik Siang Siau Hun itu keracunan atau setelah keracunan baru direbut orang, kau tahu pasti tidak, lagipula hanya Pak Tok Tang Bun Lu ayah beranak yang dapat menggunakan racun tanpa bayangan itu, merekapun tidak sembarangan menggunakan racun, dengan kepandaian silat Racun Utara anak beranak untuk menghadapi non sian itu, kalau dia sampai menggunakan racun, apakah tidak menimbulkan cercaan dan tertawaan orang bulim, Bwe Hwa Bwe memamerkan pedang berdarah palsu, apakah tujuannya belum dapat diketahui, tapi menurut apa yang kita hadapi ini, kalau pedang berdarah ini adalah tulen, betapa banyak tokoh-tokoh silat lihat yang terhimpun dalam Bwe Hwa Hwe tentu mereka takkan tinggal diam, barang yang sudah menjadi milik mereka diperebutkan orang banyak."

Analisis panjang lebar ini membuat Go Bing bungkam seribu bahasa, sekali ayun ia lemparkan buntalan kain itu ke tempat asalnya, perbuatan di luar dugaan ini membuat semua orang yang hadir melongo heran dan garuk-garuk kepala, sebab mereka tidak tahu apa yang telah dipercakapkan Pek Hoat Sian Nio dan si pemuda aneh yang berkepandaian hebat ini.

Setelah merenung sejenak, Pek Hoat Sian Nio bicara

Dukungan & Donasi

Bantu kami terus update dengan memberi dukungan melalui:

BCA 7891767327
Trakteer
Post a Comment