Halo!

Pedang Pusaka Naga Putih - Chapter 44

Memuat...
Pedang Pusaka Naga Putih

Chapter 44

"Un Kiong, hati-hatilah, rombongan pahlawan kaisar dan penghuni Istana Putih datang menyerbu!" Kemudian Khouw Sin Ek melompat ke arah tempat bermalam para tamu. Un Kiong terkejut.

"Cepat! Suruh mereka berhenti bertempur," katanya kepada Hong Ing. Hong Ing melompat ke dekat dua gulungan sinar yang masih saling belit-membelit itu dan berteriak,

"Pauw cici! Han-ko! Berhentilah! Musuh datang menyerbu!" Namun, Han Liong dan Pauw Lian tidak memedulikannya hingga Hong Ing menjadi bingung sampai membanting-bantingkan kakinya karena suara gemuruh dari bawah semakin keras. Terpaksa ia lari dan menarik-narik lengan Un Kiong,

"Wan Kongcu, tolonglah, kau pisahkan mereka!"

"Mudah saja, tapi kau harus memenuhi permintaanku."

"Baik-baik, lekas katakan," kata Hong Ing tidak sabar.

"Yaitu, jangan kau sebut aku kongcu."

"Habis bagaimana?"

"Sebut aku koko."

"Aduh! Ya, apa boleh buat," jawab Hong Ing yang berpikir bahwa pada saat seperti itu ia tidak perlu banyak berbantah.

"Koko, lekas kau pisahkan mereka. Musuh sudah dekat!"

"Baik." Tetapi sebelum Un Kiong bergerak, dari balik sebuah pohon lain keluarlah bayangan seorang lelaki tua dengan gesitnya.

"Han Liong! Pauw Lian! Cukuplah main-main ini! Berhentilah kalian!" Seruan ini nyaring dan berpengaruh, hingga Han Liong dan Pauw Lian tidak berani membantahnya. Mereka melompat mundur dan menyimpan pedang serta membuka kedok masing-masing.

"Maaf suhu!" kata Han Liong dan menjura kepada orang tua yang ternyata tidak lain ialah Pauw Kim Kong sendiri!

"Siokhu!" kata Pauw Lian kemalu-maluan.

"Musuh datang menyerbu, kalian asyik-asyik dan main-main saja!" guru dan paman itu menegur, tetapi mulutnya tersenyum maklum hingga Pauw Lian semakin memerah wajahnya.

"Siaplah kalian semua. Tempat kita diserbu lawan. Aku hendak membuat persiapan di dalam." Dan pergilah orang tua itu. Han Liong lebih banyak memikirkan keadaan Pauw Lian daripada keadaan musuh yang datang menyerbu. Melihat Hong Ing dan Un Kiong berdiri di situ, ia membentak adiknya.

"Ing-mol! Sekarang akuilah sejujurnya, semua ini adalah gara-garamu, bukan?" Hong Ing tertawa.

"Kau tidak kuat menahan godaan? Jangan marah, siapa suruh kau dulu menggodaku?" Kemudian ia menghampiri Pauw Lian dan memeluknya,

"Cici, memang aku telah berbohong, Han-ko tidak pernah mengatakan apa-apa. Ia tidak sombong, hanya..."

"Hanya apa!" bentak Han Liong gemas.

"Hanya sekarang agak... agak galak! Jangan galak-galak, Han-ko, kau membuat takut Soso (kakak ipar) saja!"

"Ada-ada saja! Soso yang mana?" teriak Han Liong marah.

"Yang mana lagi? Tentu yang akan datang. Eh, ya sekarang aku mengaku sejujurnya, cici Pauw Lian tidak pernah mengatakan apa-apa padaku!"

"Sudah kuduga, kau kira semua orang senakal engkau?"

"Adik Ing, kenapa kau suka menggoda orang saja?" Pauw Lian ikut menegur.

"Aduh, sekarang aku dikeroyok dua! Cici, sebenarnya aku ingin sekali lagi melihat ilmu pedang kalian, maka aku menggunakan akal ini. Juga sekaligus aku hendak membalas godaan kalian padaku dulu."

"Godaan? Siapa yang menggoda?" tanya Pauw Lian yang kini hendak membalas pula,

"Memang kau dan Tan Kongcu sangat cocok, selalu bersama dan tampak rukun sekali. Aku bukannya menggoda sembarangan, tetapi ini kenyataan." Han Liong tertawa.

"Nah, itu baru betul!" Kini Un Kiong tampil ke depan.

"Saudara Han Liong dan Pauw Siocia. Kalian menggoda Hong Ing cici boleh saja, tetapi aku jangan dibawa-bawa!" Han Liong dan Pauw Lian saling pandang dan tertawa mendengar lagak dan seruan Un Kiong yang seperti kanak-kanak, karena Un Kiong sengaja berlagak seperti ketika ia menjadi pemuda tolol, hingga Hong Ing mendengar dan melihat lagaknya menjadi teringat lagi akan Un Kiong si tolol dulu, maka ia tidak dapat menahan gelinya.

"Karena kalian sebut-sebut namaku, terpaksa aku pun hendak membalas. Hong Ing cici, aku akan membuka rahasia mereka sekarang. Tadi mereka bertempur agar terlihat sengit, sebenarnya mereka saling menyayangi dan menjaga jangan sampai saling melukai!" Kini Hong Ing dan Un Kiong yang menertawakan mereka, sedangkan Pauw Lian dan Han Liong yang terbuka rahasianya hanya menundukkan wajah kemalu-maluan.

Dukungan & Donasi

Bantu kami terus update dengan memberi dukungan melalui:

BCA 7891767327
Trakteer
Post a Comment