Pemberontakan Taipeng
Penulis: Kho Ping Hoo
Status: Ongoing
Kategori: Cersil Mandarin
Seri: Serial Pedang Naga Kemala #2
Sinopsis
Di bawah langit Tirai Bambu yang digelapi tirani Dinasti Mancu, desas-desus pemberontakan membakar sanubari rakyat jelata. Di tengah gelombang geger kangouw, sepasang pendekar misterius muncul bak naga kembar: Ong Siu Coan, sang pemimpin agung Pemberontakan Taipeng yang bersinar mata penuh wibawa, didampingi istrinya, Tang Ki, dengan lincah jurus maut yang tak tertandingi. Mereka datang membawa titah Langit, memburu pusaka legendaris Giok-liong-kiam, pedang naga lambang kejatuhan kekuasaan penjajah. Konon, dengan pusaka itu di tangan, takdir Dinasti Mancu akan segera menemui akhirnya!
Namun, jalan perjuangan tak pernah semulus sutera. Ketika pasukan Mancu dari Nan-king membanjiri dusun-dusun tak berdosa, memaksa pendekar Tan Ci Kong dan istrinya, Siauw Lian Hong, menghadapi pilihan sulit: menyerahkan Giok-liong-kiam atau menyaksikan keluarga dan dusun mereka hancur. Di sisi lain, Gan Han Le, seorang panglima muda Taipeng yang gagah, mulai meragukan kejujuran barisan yang ia bela. Ketika ia menyaksikan sendiri penyelewengan kejam dan kebiadaban yang dilakukan anak buahnya, nuraninya bergolak. Sebuah pertanyaan pahit menghantui: apakah sang pembela rakyat justru menjelma menjadi penindas baru, ataukah ini hanya intrik keji sang pengkhianat bernama Lee Song Kim, yang diam-diam mengincar nyawa dan kehormatan para pejuang sejati, termasuk gadis berjiwa pendekar Yu Bwee yang nyawanya kini di ujung tanduk?
Dari pusaran intrik politik hingga medan laga yang berlumuran darah, takdir Han Le, Yu Bwee, dan pendekar muda Tan Bun Hong serta Thio Eng Hui terjalin dalam sebuah epik pertarungan hidup mati. Ketika cinta, kesetiaan, dan kehormatan dipertaruhkan, akankah mereka mampu mengungkap tabir pengkhianatan di balik panji pemberontakan? Siapakah yang akan berdiri tegak di akhir geger persilatan ini, dan berapa harga yang harus dibayar untuk sebuah keadilan yang semu? Bersiaplah, karena di setiap ayunan pedang, di setiap dentum pistol, dan di setiap tetes air mata, rahasia takdir akan tersingkap, membawa pada akhir yang tak terduga!