Pendekar Patung Emas
Penulis: Qin Hong
Status: Ongoing
Kategori: Cersil Mandarin
Seri: - #1
Sinopsis
Di tengah kancah persilatan yang bergejolak, sebuah nama telah mengukir legenda: Hek Ie Hiap, Si Pendekar Berbaju Hitam, Ti Then. Namun, bahkan Pendekar sekaliber dirinya pun tak luput dari suratan takdir nan ganjil. Terdampar di padang gurun gersang, ia dipaksa memilih antara hidup dan mati, hingga takdir aneh mempertemukannya dengan "Majikan Patung Emas" di puncak Lo Cin San. Sosok misterius itu menjanjikan warisan ilmu tiada tara, dengan satu syarat menggemparkan: Ti Then harus menjadi 'Patung Emas'-nya selama setahun, tunduk pada setiap perintah yang belum terungkap.
Keputusan memalukan itu diambil Ti Then demi memecahkan persoalan pribadi yang membelit jiwanya, tanpa menyadari bahwa ketaatan buta ini akan menyeretnya ke dalam pusaran intrik dan pengkhianatan terdalam dunia kangouw. Di Benteng Pek Kiam Po, menyamar sebagai Lu Kongcu, ia bertarung mati-matian, menyelamatkan benteng dari ancaman luar dan membongkar rencana licik Hong Mong Ling, si hidung belang. Namun, musuh sejati justru bersembunyi di balik tabir kesetiaan: Huang Puh Kian Pek, sutenya sang Pocu yang dihormati, ternyata adalah 'Si Setan Pengecut' yang bersekongkol merampas pusaka benteng. Jiwa Hek Ie Hiap teriris, di antara kewajiban yang tak terucap kepada majikan misteriusnya dan nuraninya untuk membela kebenaran, ia harus meniti jalan tipu daya, bahkan membuat sang Putri Wi Lian In salah paham akan niat hatinya.
Kini, Hek Ie Hiap terpaksa memburu Hong Mong Ling melintasi atap-atap kota Go Bi, dalam pertarungan hidup mati yang diwarnai dendam dan penipuan. Namun, apakah penangkapan si bangsat itu akan mengakhiri semua sandiwara? Siapakah sebenarnya 'Majikan Patung Emas' yang memegang takdirnya, dan apa motif di balik rentetan peristiwa geger yang ia dalangi? Mampukah Ti Then menemukan jalan kembali menuju kejujuran, ataukah ia akan selamanya menjadi 'Patung Emas' yang terjerat dalam permainan takdir nan kejam, di mana kebenaran dan kebohongan berpilin tak terurai?