Pengelana Rimba Persilatan
Penulis: Huang Yi
Status: Ongoing
Kategori: Cersil Mandarin
Seri: - #1
Sinopsis
Di rimba persilatan yang bergelora, di mana dendam bersemayam di setiap mata pedang dan siasat bersembunyi di balik senyum tipis, seorang pemuda berdiri tegak tak gentar. Dialah Fu Ke-wei, sang Pengelana Rimba Persilatan, yang reputasinya dengan Pedang dan Pisau Xiu-luo lebih mematikan dari undangan raja neraka. Bahkan ketika dikepung delapan pesilat aliran hitam, setelah tiga tahun diincar oleh Ketua Benteng Tian-long Lu-zhao yang haus darah, Fu Ke-wei tak gentar. Dengan ketenangan seorang petapa, ia tak menghunus nyawa, melainkan memilih memusnahkan kepandaian musuhnya, menciptakan musuh bebuyutan yang kini bersumpah memburunya hingga ke ujung dunia.
Namun, kedamaian hanyalah ilusi bagi seorang pengelana. Keputusan yang tak lazim itu menyeretnya ke dalam badai intrik yang jauh lebih kelam. Lu-zhao, dengan kehormatan yang hancur, telah mengikat janji dengan sebuah organisasi bayangan yang jaringannya mencengkeram seluruh jagat kangouw. Di tengah pusaran ini, Fu Ke-wei sendirian memburu Tamu Penggantung Wu-feng, salah satu dari Empat Penjahat Besar yang kebiadabannya membuat gentar para pendekar kelas satu. Dengan menyamar sebagai cendekiawan He Xian-wei, ditemani wanita jahat Chao Yung-ling yang menyaru sebagai pelayan, ia harus menari di antara intrik para bangsawan, godaan wanita cantik yang menyimpan seribu rahasia, dan bayang-bayang mata-mata yang tak henti mengawasinya.
Akankah Pengelana Rimba Persilatan ini mampu menyingkap tabir konspirasi besar yang mengancam keadilan, ataukah ia akan terseret ke dalam jurang kekejaman tanpa batas? Ketika takdir mempertemukannya dengan musuh-musuh tak terduga di medan laga hidup dan mati, dan kehormatan dipertaruhkan, apakah ia akan sanggup mempertahankan jalan sucinya, ataukah ia akan menjadi bagian dari kegelapan yang ingin ia hapuskan? Satu hal pasti, di balik setiap topeng dan jurus yang mematikan, menanti sebuah akhir yang akan mengguncang jagat persilatan, selamanya.