Pisau Kekasih
Penulis: Gu Long
Status: Ongoing
Kategori: Cersil Mandarin
Seri: - #1
Sinopsis
Gemuruh roda kereta giok sang Dewi Sembilan Langit, Lim Leng-ji, membelah kesunyian kota Koh, membawa pesona yang menggegerkan jagat persilatan. Kecantikannya memikat, namun reputasinya meracun, mengundang decak kagum sekaligus geger. Tapi siapa sangka, seorang pemuda berandal dengan senyum semanis madu, Wie Kai, berani menghadang lajunya, seolah menguji batas takdir. Ia bukan pendekar gagah berani, bukan pula penjahat keji, melainkan bayangan yang menari di ambang kehormatan dan kehinaan, siap merobek tirai misteri demi tujuan yang hanya ia sendiri ketahui.
Namun, kegaduhan itu hanyalah awal dari pusaran takdir yang lebih kelam. Sebuah pembunuhan keji menyeret Wie Kai ke dalam labirin intrik dunia kangouw, berbekal secarik surat berdarah dan jejak pembunuh misterius yang meninggalkan 13 bilah sekop terbang yang mematikan. Di balik senyum santainya, Wie Kai harus merajut benang-benang kebenaran dari sarang laba-laba dusta, menghadapi musuh tak kasat mata yang mungkin lebih dekat dari dugaannya. Bersama Hong Ku si Dewi Bertangan Tiga dan Hong Kie si Penyamar Ulung, ia menelusuri lorong gelap yang menyimpan rahasia kelam, setiap langkah adalah pertaruhan nyawa, setiap jawaban melahirkan pertanyaan baru.
Ketika jerat pengkhianatan mengikat lehernya, saat tubuhnya dihujani pecutan sang 'kekasih', dan kata-kata kebencian Lim Leng-ji melukai lebih dalam dari bilah pedang, apakah ini akhir dari sang penantang takdir? Atau justru puncaknya dari sebuah sandiwara berdarah yang tak terbayangkan? Sebuah koin perunggu bertuliskan 'Jin' menjadi bara terakhir di tengah badai kehancuran, simbol harapan di balik topeng pengkhianatan. Siapakah yang benar-benar menusuk dari belakang? Siapakah yang bersembunyi di balik tabir setia? Dalam pertarungan pamungkas melawan kekuatan gelap yang mengancam takhta dan nyawa, batas antara sahabat dan musuh akan melebur, dan takdir tiga hati akan diukir dengan darah dan air mata. Akankah cinta bersemi di antara reruntuhan, ataukah dendam membakar segalanya hingga menjadi abu?