Terbang Harum Pedang Hujan
Penulis: Gu Long
Status: Ongoing
Kategori: Cersil Mandarin
Seri: - #1
Sinopsis
Geger jagat persilatan! Kabar gugurnya Sang Pendekar Golok Bergigi, Tiehou Lu Nan-ren, oleh hantaman telapak maut Zhu-sha-zhang dari perguruan Tian-zheng-jiao, telah menyebar laksana api. Jasadnya lenyap ditelan beku sungai, meninggalkan duka dan misteri. Namun, di balik takdir yang seolah telah tertulis, senyum angkuh masih terpahat di wajahnya, jauh sebelum ia menyatu dengan dinginnya air. Karena ini bukanlah akhir, melainkan awal dari sebuah dendam berdarah yang dirajut dengan rapi, sebuah siasat untuk bangkit kembali dari bayang-bayang kematian.
Di balik topeng kematian yang memikat, bersemayam dendam membara seorang pria yang kini menjelma menjadi Yi-feng, seorang pelajar nan pucat. Mantan pendekar gagah ini rela memanggul beban lara yang menggerogoti jiwanya, menua sebelum waktunya, demi membalas angkara murka Tian-zheng-jiao yang mencengkram erat dunia persilatan. Ia berkelana sebagai bayangan, berbaur di antara keramaian kangouw, menanti saat yang tepat untuk melancarkan serangan balasan. Namun, takdir mempertemukannya dengan rahasia lain di puncak Hua-shan, sebuah rahasia kuno yang melibatkan mereka yang juga diburu iblis yang sama, serta jejak-jejak sang istri tercinta, Xue Ruo-bi, yang hilang tanpa jejak.
Saat intrik masa lalu dan konspirasi masa kini berkelindan, sebuah pusaka ilmu pedang kuno tiada tara, yang kekuatannya tersembunyi dalam rahasia "tiga belas goresan" dan hanya dapat dikuasai mereka yang terpilih, mulai menampakkan diri. Di tengah badai yang mengancam mengoyak jagat persilatan, generasi baru mulai bangkit, membawa serta takdir yang terikat pada warisan mematikan ini. Akankah Tiehou Lu Nan-ren, sang pendekar yang bangkit dari kubur takdir, mampu membongkar seluruh konspirasi, merebut kembali kehormatannya, dan menuntaskan dendam berdarah yang telah lama membara, ataukah ia hanya akan menjadi korban terakhir dari sebuah permainan intrik yang jauh lebih besar dari yang ia bayangkan, menjerumuskan kangouw ke dalam kekacauan abadi?