Teror Elang Hitam
Penulis: Stevanus S.P.
Status: Ongoing
Kategori: Cersil Mandarin
Seri: Perserikatan Naga Api #3
Sinopsis
Di tengah gemuruh riuhnya dunia persilatan, nama keluarga Liu-keh-chung adalah lambang kuasa dan kemewahan di Lok-yang. Namun di balik kilauan itu, tersembunyi angkara murka yang memupuk dendam. Di antara bayang-bayang keserakahan sang tuan muda, Liu Jing-yang, muncullah sosok Liu Beng, seorang pelayan berhati emas, yang terpaksa menyaksikan kemuliaan tuannya tercabik-cabik oleh kezaliman yang tak terperi. Ketika keadilan tak lagi berpihak pada kaum papa, dan ancaman darah tertabur, bibit kebencian pun tumbuh subur. Puncaknya, saat Teror Elang Hitam menyapu bersih keagungan Liu-keh-chung, hanya satu jiwa yang tersisa, menyimpan bara dendam dan sumpah setia: Liu Beng.
Dari seorang 'kacung' hina yang tak dipandang, takdir menempa Liu Beng menjadi pengembara dekil bersenjata sepasang tongkat besi rongsokan. Ia menjelajah rimba persilatan, mengasah 'Cuisik Siang-koai-hoat' yang sederhana namun mampu merobohkan penyamun ganas dan pembesar keji. Bukan harta atau nama yang dicarinya, melainkan jejak para iblis Hek-eng-po yang telah menabur malapetaka dan menumpas habis keluarga tuannya. Namun, di tengah perjalanan penuh darah dan air mata, sebuah kabar mengejutkan tiba: Liu Jing-yang, sang tuan muda yang dulu memandang rendah keadilan, ternyata masih hidup! Kini menjadi murid seorang pendekar besar, namun mampukah ia bangkit dari bayangan masa lalu untuk menghadapi ancaman yang jauh lebih gelap?
Kini, sebuah pertempuran akbar di ambang pintu, menyeret kekuatan besar seperti Keluarga Sebun dan Hwe-liong-pang ke dalam pusaran konflik. Ketika rahasia-rahasia lama terkuak, dan takdir mempertemukan kembali para pewaris dendam dengan para pelaksana kezaliman, siapa yang akan berdiri tegak di akhir pertarungan epik ini? Apakah loyalitas seorang 'kacung' mampu mengubah arah badai? Mampukah sepasang tongkat rongsokan menghentikan teror yang mengoyak dunia persilatan? Atau akankah Elang Hitam menebarkan sayap kematiannya untuk selamanya, menciptakan geger di seluruh kangouw?