Chapter 54
Kabarnya, ada sebuah perkumpulan wanita yang berada di pihak jalan putih, namun memiliki tindakan ganas bersama kedua pelayanmu. "Bagaimana dengan Kakang Danenra dan Adi Praja? Apakah mereka memiliki tugas yang lain?" Astadewi manyun.
Kakinya dihentakkan jengkel. Bekas kaki sedalam mata kaki tampak membekas ketika kaki mungil itu diangkat.
"Nimas Ratih, kau sudah menyelidiki siapa saja yang ikut dalam pembunuhan orang tuamu?"
"Sudah, Kakang."
"Kau sudah tahu apa yang harus kau lakukan?"
"Tentu!"
"Laksanakan!" Ratih alias Setan Purnama menganggukkan kepala.
"Bagaimana dengan kami?" Iblis Kembar Bumi menyela.
"Kalian lebih tahu apa yang harus kalian lakukan daripada aku!"
"Huahahaha," Pangeran Edan tertawa. "Sudah dari dulu aku takluk padamu. Bicara siasat memang engkaulah ahlinya, tak mengecewakan bila buyutmu pernah ikut berjuang bersama Pendekar Seribu Diri." Si Gila dari Neraka tertawa terbahak-bahak.
Gardapati mengangkat alis ketika Maharaja Dunia Persilatan menuruni undakan. Matanya yang tajam melirik kepada Si Gila dari Neraka Hitam yang sedari tadi melangkahkan kaki menuruni bukit. Seulas senyum sadis tersungging.
"Pion telah diturunkan, benteng telah dipersiapkan. Patih sudah mencabut senjata. Mengapa harus berdiam diri? Apakah menunggu ajal tiba?" kata Gardapati sambil memakai topeng pertamanya.
"Akulah Si Iblis Dunia Persilatan yang sesungguhnya. Bila ada iblis, mengapa tidak ada dewa? Aku kira sahabat lamaku sudah menampakkan taringnya. Aku lihat apakah ia pantas untuk menjadi Dewa Dunia Persilatan. Sagara Angkara, aku lihat pancaran tubuhmu sudah tak dapat kurasakan. Aku rasa kau sekarang sebanding denganku. Bila kau masih tetap lemah, jangan salahkan aku bila aku membunuhmu. Kesempatan satu kali dariku sudah kuserahkan," kata Gardapati seraya menatap Sagara Angkara di pilar lain.
Tubuhnya melesat menghilang di antara desir angin yang membelai kulit. Tanpa basa-basi lagi, semuanya membubarkan diri ke pelbagai penjuru. Inilah awal dari segala kericuhan, di mana konflik mulai berjalan naik.
Lembayung sore membelai langit dengan lembut, permadani kelabu menyelimuti semesta. Cakrawala bumi menyapa dengan meriah. Capung kuning berterbangan dan hinggap di pagar penginapan. Kalong dan kelelawar pulang ke sarangnya. Keheningan itu dipotong dengan suara pemuda yang tegas dan jelas.
"Ilmu kanuragan adalah satu kesatuan ilmu olah fisik dan gerak, termasuk yang dilambari dengan ilmu gaib dan ilmu khodam, olah napas, dan olah batin untuk kanuragan. Secara umum, energi tenaga dalam ini dibangkitkan dan diolah dengan cara olah napas tenaga dalam, walaupun ada juga pengolahan cakra-cakra energi dengan cara lain selain olah napas." Sagara Angkara menjelaskan pengertian dasar mengenai ilmu kanuragan pada Jingga yang duduk di sampingnya, mendengarkan dengan saksama.
Sagara Angkara melanjutkan, "Jenis energi tenaga dalam yang dihasilkan dalam olah napas tenaga dalam dibagi menjadi dua jenis: yang pertama adalah tenaga dalam (kanuragan). Bila olah napas ini merupakan satu bagian dengan olah kanuragan, maka jenis kekuatan yang dihasilkan adalah apa yang disebut sebagai tenaga dalam kanuragan. Biasanya ditujukan untuk membangun kekuatan tubuh, kecepatan gerak, kekuatan menahan pukulan, kekuatan pukulan untuk mematahkan kayu, besi, batu, dan sebagainya. Pukulan yang dilambari dengan tenaga dalam kekuatannya bisa mencapai ratusan kali lipat bila dibandingkan dengan hanya menggunakan kekuatan fisik semata. Jenis tenaga dalam untuk kekuatan ini sering kali disebut sebagai tenaga keras atau tenaga dasar. Cakra energi yang bekerja adalah cakra-cakra tubuh yang berada di pusar sampai ke dada, tetapi penekanan utamanya biasanya adalah pada cakra di dada."
"Pelatihannya harus dilakukan secara hati-hati dan bertahap, jangan dilakukan dengan memforsir tenaga, karena dapat menimbulkan efek samping berupa pembengkakan jantung atau radang hati, terutama pada orang-orang yang baru ikut pelatihannya seperti dirimu itu. Pada tingkatan yang tinggi, penguasaan tenaga dalam yang tinggi dapat juga digunakan untuk menyerang dengan cara energinya dirambatkan, yakni dengan cara menepuk atau menyentuhkan tangan atau bagian tubuh lain kepada lawannya, tidak dipukulkan. Hal itu dapat dibentuk menjadi energi untuk melumpuhkan, merusak organ tubuh bagian dalam, meremukkan tulang dan daging, membuat kaku tak dapat bergerak, dan sebagainya, hanya dengan bersentuhan saja atau bersentuhan dengan benda perantara."
"Luarr biasa! Dan yang kedua?" Jingga bertanya semangat.
"Kau ini bersemangat sekali. Yang kedua disebut dengan tenaga dalam murni. Bila olah napas yang dilakukan adalah olah pernapasan murni, yang pengolahan pernapasannya dilakukan secara khusus dan tidak menjadi bagian dari olah gerak kanuragan, maka kekuatan energi yang dihasilkan adalah apa yang disebut sebagai tenaga dalam murni. Dalam olah napas ini juga ada gerakan, tetapi gerakan ini khusus merupakan bagian dari olah napas, bukan bagian dari olah fisik atau kanuragan. Cakra energi yang digerakkan terutama adalah cakra-cakra yang berada di bawah pusar (pernapasan perut bawah). Walaupun teknik gerakannya juga melingkupi cakra di bawah pusar sampai ke kepala, tetapi hasil pengembangan energi cakra di leher dan di kepala hanya sedikit saja bila dibangun dengan olah napas."
"Olah napas untuk tenaga dalam murni biasanya ditujukan bukan untuk secara langsung membangun kekuatan kanuragan, tetapi secara khusus ditujukan untuk membuka dan mengolah cakra-cakra energi tubuh, atau untuk kemudian dikonversi untuk menambah kekuatan tenaga dalam. Jenis tenaga dalam ini sering kali disebut sebagai tenaga lembut. Energi tenaga dalam murni tidak hanya mengalir di dalam tubuh orang yang bersangkutan, tetapi juga memancar keluar tubuh. Energi ini bisa memancar atau dialirkan keluar tubuh kepada objek tertentu pada jarak tertentu, sehingga tidak harus ada persentuhan langsung antara fisik seseorang dengan objek sasaran dan tidak memerlukan suatu benda perantara."
"Karena sifatnya yang bisa memancar keluar tubuh, maka kekuatan energinya bisa digunakan untuk pukulan jarak jauh, pengisian dan transfer energi, pagaran energi, atau pengobatan jarak jauh. Berbeda dengan energi tenaga dalam kanuragan yang menyatu dengan tubuh manusia dan hanya dapat disalurkan keluar tubuh dengan cara dirambatkan, energi tenaga dalam murni dapat memancar keluar tubuh, bahkan bisa digunakan untuk mengobati orang secara jarak jauh dengan energinya atau bahkan memukul dan mementalkan orang lain dari jarak jauh. Tenaga dalam murni ini biasanya digunakan untuk vitalitas, kesehatan diri, dan pengobatan. Bisa juga untuk membangun pagaran energi guna melindungi diri dari serangan makhluk halus dan orang jahat. Energi ini juga dapat digunakan untuk keperluan gaib, misalnya untuk mengusir, memukul, atau menangkap makhluk halus tertentu yang mengganggu. Namun, makhluk halus yang terpengaruh oleh jenis energi ini biasanya terbatas pada jenis makhluk halus kelas bawah saja, biasanya makhluk halus kelas atas tidak terpengaruh oleh energi ini."
"Tenaga dalam murni dihasilkan oleh cakra-cakra tubuh di bawah pusar, yaitu cakra-cakra di antara pusar dan tulang ekor. Cakra-cakra tersebut adalah cakra-cakra energi dasar manusia dan cadangan energi yang tersedia untuk diolah besar sekali sampai sering disebut lautan energi, dan jauh lebih banyak dibandingkan yang bisa dihasilkan dalam olah tenaga dalam kanuragan."
"Hanya itu?"
"Tentu saja masih banyak yang lain. Selain bisa juga dikonsentrasikan untuk menjadi tenaga keras, yaitu untuk melakukan perbuatan-perbuatan seperti dalam penggunaan tenaga dalam kanuragan, bisa juga dikonsentrasikan untuk dijadikan pukulan lembut (pukulan yang menyerang bagian dalam tubuh lawan). Sifat-sifat dasar tenaga dalam murni yang memancar keluar tubuh juga dapat digunakan untuk membuat pagaran energi, sehingga tidak dapat diserang oleh orang lain dengan tenaga dalam kanuragan, juga dapat digunakan untuk melakukan pukulan jarak jauh. Seseorang yang mahir dalam penguasaan tenaga dalam murni juga dapat mengonsentrasikan energinya untuk diubah menjadi tenaga dingin atau panas."
"Seperti saat di Markas Ratan Wasana ya? Kakang membakar tempat itu dengan pukulan Kakang?" Sagara Angkara tersenyum. Meski tahu usianya di atas Sagara Angkara, Jingga tetap memanggilnya Kakang. Bila sudah menjadi kebiasaan, sulit untuk diubah.
"Benar. Kamu ingin Kakang menjelaskan tenaga panas dulu atau dingin terlebih dahulu?"
"Dingin!"
"Tenaga dingin dapat digunakan untuk pukulan dingin yang membekukan jantung, peredaran darah, dan sistem saraf, atau membekukan tenaga dalam lawan, atau dijadikan pagaran energi yang dapat membekukan peredaran darah dan tenaga dalam lawan yang menyentuhnya. Sedangkan tenaga panas dapat dijadikan pukulan panas atau pagaran energi yang dirasakan panas oleh orang lain, contohnya ilmu Braja Geni. Dengan pukulan panas, objek yang dipukul dapat pecah berantakan dan gosong. Tetapi jenis pukulan ini akan terbatas manfaatnya bila lawannya memiliki kekebalan (ilmu kebal atau jimat kebal) atau perisai pagaran energi yang kuat."
"Pada tingkatan yang lebih tinggi, pukulan panas dapat dikonsentrasikan menjadi ilmu pukulan Braja Musti. Ilmu pukulan Braja Musti adalah juga jenis pukulan panas, tetapi ditujukan untuk menyerang bagian dalam tubuh lawan. Sebuah objek yang dipukul dengan ilmu pukulan ini mungkin tetap utuh bagian luarnya, tetapi hancur dan gosong terbakar bagian dalamnya. Tergantung pada tingkatan penggunanya, dengan ilmu ini pagaran atau kekebalan lawan akan dapat ditembus dan objek sasaran yang dipukul dapat kelihatan utuh bagian luarnya, tetapi hancur dan gosong bagian dalamnya. Semua penggunaan tenaga dalam kanuragan dan tenaga dalam murni akan menjadi berlipat-lipat kekuatannya bila dilambari dengan ajian-ajian kesaktian atau amalan ilmu gaib dan ilmu khodam."
"Repot juga ya, Kakang!"
"Tentu saja."