Chapter 56
Dalam proses perangsangan, energi dari hasil reaksi ATP memiliki mekanisme tertentu. Ketika oksigen diisap secara normal, oksigen hanya digunakan sebatas membantu kelancaran peredaran darah, memperlancar metabolisme tubuh, dan menyuplai otak dengan kadar yang cukup. Oksigen juga merangsang energi yang ada di dalam tubuh untuk menghidupkan aktivitas tubuh yang sangat terbatas, hanya cukup untuk menggerakkan tubuh secara normal.
Namun, lain halnya dengan pengambilan oksigen secara khusus dalam latihan tenaga dalam; untuk membangkitkan tenaga dalam, diperlukan oksigen yang banyak dan efektif. Satu-satunya jalan adalah dengan mengubah pernapasan biasa menjadi pernapasan spesial, yaitu dengan mengoptimalkan oksigen yang masuk agar tidak terbuang percuma, sedangkan untuk bagian lain harus tetap seimbang. Untuk membangkitkan energi cadangan secara cepat, oksigen harus diputar dengan cepat pula ke seluruh tubuh dan gas beracun (CO2) harus dibuang dengan segera. Oleh karena itu, saat membuang napas, badan harus dikejangkan.
Dengan pengejangan tubuh, oksigen akan berputar membentuk pusaran energi yang menyerap seluruh energi di tubuh yang tersebar dan tersembunyi. Sementara itu, pembuangan gas beracun dilakukan dengan cara mengembuskan napas melalui mulut. Jika kedua hal tersebut dilakukan, oksigen yang berputar di dalam tubuh kita adalah oksigen bersih tanpa CO2. Ini pula salah satu rahasia mengapa orang-orang yang mempelajari tenaga dalam secara benar selalu sehat dan jarang sakit.
"Kakang, aku sering mendengar Kakang mengatakan Kundalini. Sebenarnya Kundalini itu apa?"
"Haha, seharusnya kamu bertanya itu sedari dulu. Kakang pikir kamu tahu. Baiklah, Kakang jelaskan. Kundalini merupakan kekuatan yang amat hebat yang berada dalam tubuh manusia. Ia sering disebut sebagai Dewi Ular karena bentuknya yang bergulung saat tidur dan kenaikannya yang tidak lurus. Secara waskita, Kundalini terlihat sebagai cadangan energi yang amat dahsyat yang berada di perineum dalam bentuk gulungan tiga setengah lingkaran. Gulungan-gulungan ini diyakini sebagai cadangan spiritual yang akan menuntun manusia mencapai pencerahan."
Kundalini merupakan energi murni atau kesadaran murni yang akan menuntun manusia mendapatkan pencerahan tersebut. Kundalini berasal dari bahasa Sanskerta dari akar kata "Kundal" yang berarti gulungan. Ketika bangkit, Kundalini akan melakukan pembersihan secara menyeluruh terhadap tubuh fisik dan juga tubuh eterik, yaitu nadi-nadi dan cakra-cakra. Proses pembersihan ini dapat berlangsung lama, namun ada juga yang berlangsung sangat cepat; hal itu tergantung dari tingkat kesehatan dan kesucian seseorang. Semakin sehat dan suci orang tersebut, maka semakin cepatlah proses pembersihan yang dilakukan Kundalini menuju Cakra Sahasrara.
Dalam proses pembersihan ini, Kundalini akan mencari jalan untuk mencapai Cakra Sahasrara yang dikenal dengan istilah bersatunya Shakti dengan Siwa yang menghasilkan keadaan samadi. Dalam melewati cakra-cakra utama inilah terjadi pembersihan secara menyeluruh, sehingga segala potensi cakra dapat dipergunakan. Cakra Muladhara sangat penting dibersihkan, dibuka, dan diaktifkan karena di dalamnya bersemayam kekuatan api suci yang dinamakan Kundalini, berbentuk seperti ular api yang melingkari lingga gaib dalam Cakra Muladhara dalam 3,5 lingkaran (Pustaka Paiketan Paguron Suling Dewata).
Secara waskita, Kundalini terlihat sebagai cadangan energi yang amat dahsyat yang berada di perineum dalam bentuk gulungan 3,5 lingkaran. Gulungan-gulungan ini diyakini sebagai cadangan energi spiritual yang akan menuntun manusia mencapai pencerahan.
"Kalau aku cepat atau tidak, Kakang?"
"Huahahaha!" Sagara Angkara tak menjawab. Ia hanya tertawa terbahak-bahak. Jingga cemberut dan mencubitnya. Sagara Angkara pura-pura kesakitan. Ia meringis minta ampun. Canda dan tawa dari mereka tak pernah hilang. Meski langit runtuh, mereka tak memedulikannya. Di mana masih bisa tersenyum, maka mereka akan tersenyum.
"Lalu, cakra itu apa?"
"Cakra adalah titik pusat energi yang ada di dalam tubuh bioplasmik manusia. Ada 365 titik cakra dalam tubuh manusia, tetapi jumlah titik cakra yang utama (mayor) hanya ada tujuh. Yang tujuh ini sudah dianggap mewakili cakra lain yang jumlahnya ratusan itu."
"Apa saja, Kakang?"
"Yang pertama adalah Cakra Mahkota atau biasa dikenal dengan Sahasrara. Cakra ini terletak di sisi bagian atas kepala, daerah otak, dan sistem saraf (ubun-ubun). Cakra ini adalah pusat masuknya energi Ilahi ke seluruh lapisan tubuh dan kesadaran. Seseorang yang cakra mahkotanya berkembang secara sempurna akan banyak mengetahui rahasia alam. Menjaga agar cakra ini selalu bersih amatlah penting agar energi spiritual dapat diterima secara terus-menerus oleh seluruh tubuh. Apabila cakra mahkota terbuka dengan lebar, seseorang dapat melakukan perjalanan astral dengan lebih mudah."
"Yang kedua?"
"Sabar! Yang kedua adalah cakra Mata Ketiga atau biasa dikenal dengan cakra Ajna. Cakra ini terletak di antara kedua mata (dahi). Cakra ini memberikan energi ke kedua mata, hidung, dan kelenjar pituitari. Disebut cakra mata ketiga karena cakra yang berkembang aktif dan bersih dapat memberikan pewaskitaan (*clairvoyance*) atau kekuatan psikis lainnya. Selain pewaskitaan, cakra ini merupakan titik pemusatan dan pengatur dari cakra-cakra di bawahnya. Cakra ini sering disebut pula berkaitan erat dengan pengetahuan duniawi dan pengetahuan surgawi (spiritual). Sering kali manusia yang telah mencapai taraf kewaskitaan terpesona oleh sensasi tersebut dan lupa akan tujuan utamanya, lalu terhambat pada kesadaran di tahap ini."
"Yang ketiga, Cakra Tenggorokan atau Vishudda. Cakra ini terletak di tenggorokan dan memiliki 16 lembar daun. Secara fisik, cakra ini memberikan energi pada kelenjar tiroid dan paratiroid. Cakra ini merupakan pusat penciptaan yang lebih tinggi (kreativitas) dan hubungan antarsama. Seseorang dengan cakra tenggorokan yang berkembang akan memiliki pengertian yang mendalam mengenai hubungan antarsama sehingga mempunyai hubungan yang baik. Kemampuan untuk berekspresi secara lisan juga dipengaruhi oleh cakra ini. Cakra jantung yang bersih dan terhubung dengan cakra tenggorokan yang bersih pula akan mengakibatkan seseorang dapat mengekspresikan seluruh isi hati dengan baik. Sifat-sifat yang berkenaan dengan cakra tenggorokan yang berkembang dengan baik antara lain adalah kepasrahan, keberhasilan, kelimpahan, kesejahteraan, serta pengembangan pengetahuan duniawi."
"Yang keempat adalah Cakra Jantung atau Anahata. Cakra hati terletak persis di daerah jantung dan berhubungan dengan kebaikan yang besar serta cinta kasih. Meditasi pada cakra ini dapat memberikan pengalaman batin yang mendalam dan membuka hati untuk dapat merasakan keindahan sejati dalam memahami alam semesta. Cakra ini berfungsi pula untuk menghubungkan antara pikiran (kesadaran) tubuh (ragawi) dengan kesadaran jiwa (batin)."
"Yang kelima adalah Cakra Pusar atau Manipura. Cakra ini berhubungan dengan energi dan terletak di bawah pusar. Cakra ini merupakan pusat kekuatan tubuh dan merupakan titik luncur untuk energi prana. Meditasi pada cakra ini akan membawa energi besar dan dapat digunakan untuk menyerap energi yang besar pula. Biasanya, meditasi cakra pusar secara efektif diterapkan untuk membangkitkan tenaga dalam dan untuk penyerapan energi alam seperti energi ombak laut, energi angin, energi api, energi matahari, energi rembulan, energi bumi, dan sebagainya. Cakra ini amat penting dalam mempertahankan vitalitas seseorang. Cakra ini memiliki 10 lembar daun. Cakra pusar berkaitan erat dengan sifat-sifat yang membawa kecenderungan seperti iri hati, rasa malu, tidak puas, murung, benci, dan takut (kurang rasa aman). Seseorang dengan cakra pusar yang berkembang dan bersih akan dapat mengatasi hal-hal tersebut dan mengubahnya menjadi sesuatu yang positif seperti rasa aman, puas, gembira, nyaman, dan percaya diri."
"Yang keenam adalah Cakra Seks atau Svadhisthana. Cakra ini terletak di balik wilayah alat genital. Cakra ini berkaitan dengan energi dan gairah seksual. Apabila energi mengalir bebas di wilayah ini, akan membawa energi positif dalam hidup kita."
"Dan yang terakhir adalah Cakra Dasar atau Muladhara. Cakra dasar mempunyai empat lembar daun yang merupakan pusat energi dari tubuh fisik. Terletak di dasar tulang belakang, cakra ini berfungsi meningkatkan kemampuan kita dalam bertahan hidup dan beradaptasi. Cakra ini jika terbuka akan memberikan stabilitas yang kita perlukan untuk memikul beban sehari-hari. Ketika cakra dasar ini masih tertutup, akan membuat kita takut pada perubahan. Tetapi sekali terbuka, akan menciptakan peluang bagi kita untuk menggapai kesempatan merasakan indahnya kehidupan serta suatu kenikmatan dan anugerah yang menakjubkan."
"Kakang, mengapa Kakang bisa mengetahui semua itu?" tanya Jingga polos. Sungguh pertanyaan yang aneh dan lucu.
"Atas izin dari Yang Maha Kuasa yang telah memberikan pengetahuan, akal, dan pikiran. Eyang guruku telah mengajarkan pengetahuan itu padaku."
"Apakah guru Kakang sangat sakti?"
"Tak ada seorang manusia pun yang sakti, Nimas. Manusia itu hanya meminjam kekuatan dari Yang Maha Kuasa. Ingatlah, di atas langit masih ada langit."
Bulan bertemu bulan, berkelebat cepat berganti dan datang silih berganti. Waktu panen sudah datang dan pergi. Tak terasa dua tahun berlalu dengan kecemasan di kalangan kaum persilatan. Bangkitnya tujuh utusan dunia persilatan telah membawa segala ketakutan, kecemasan, dan kekhawatiran.