Chapter 140
"Bagus," kata pemuda itu. "Begitu juga boleh, Mei Hoa. Kalau begini, kalian boleh pergi!"
"Apa?" Ituchi terkejut. "Membiarkan Mei Hoa mengantar adikku?"
"Ya, kau tentu tidak mau membiarkan aku sendirian mencari adikmu, Ituchi. Jika kita menambah beban dengan membawa Salini di sini, perhatian kita akan terpecah. Lebih baik begini agar Mei Hoa dapat melakukan perjalanan dengan aman!"
"Tapi..." Ituchi tampak bingung. "Di jalan banyak penjahat, Thai Liong. Aku khawatir!"
"Hm, menghadapi penjahat, perampok, atau begal, tentu Mei Hoa mampu menjaga diri. Tidak, mereka tidak akan apa-apa, Ituchi. Setelah kita berhasil, kita akan menyusul mereka. Atau, kau ingin pergi bersama mereka dan membiarkan aku sendiri?"
Ituchi terdiam. Kini dia berada di persimpangan jalan antara memilih kekasihnya atau Thai Liong. Seharusnya kekasihnya yang dikawal, sebab Thai Liong adalah laki-laki yang tidak perlu dikhawatirkan. Namun, karena kepergian Thai Liong adalah untuk menolong adiknya yang lain, dan ia tidak mungkin membiarkan sahabatnya itu terus berjuang sendirian, pemuda itu akhirnya mengangguk sambil menarik napas berat.
"Baiklah, aku melepas mereka, Thai Liong. Bagaimanapun, kau pergi juga untuk menolong adikku!"
"Nah," Thai Liong tersenyum. "Sekarang bawalah Salini, Mei Hoa. Antarkan ke kakeknya, nanti kami akan menyusul."
"Kalian tidak akan lama, kan?"
"Tergantung keadaan. Kalau urusan cepat, tentu saja tidak akan lama. Tapi kalau lambat, mau dikata apalagi? Sudahlah, Ituchi sudah siap melepasmu pergi, jaga baik-baik Salini!"
Mei Hoa terisak. "Ituchi, selamat berpisah. Jaga baik-baik dirimu dan hati-hati!"