Chapter 81
Hari-hari dilalui oleh Gajah Mada sebagai seorang panglima perang Kerajaan Rakata. Banyak peningkatan dan perubahan yang terjadi di istana Rakata, terutama pada kekuatan para prajuritnya.
Gajah Mada, dengan dibantu Pangeran Jayanagara, telah mencoba meningkatkan tataran ilmu kanuragan dari masing-masing prajurit, sehingga cara bertempur mereka, baik secara perorangan maupun secara berkelompok, semakin dapat diandalkan. Kekuatan barisan angkatan perang Rakata telah mampu mengamankan perairan Selat Sunda, sebuah daerah perairan yang sebelumnya sangat dikuasai oleh para bajak laut.
Jaminan keamanan di perairan Selat Sunda membuat para pedagang berani singgah kembali di bandar pelabuhan tua Rakata. Bandar pelabuhan tersebut dulunya pernah ramai disinggahi perahu para pedagang dari berbagai penjuru dunia. Geliat kemakmuran Kerajaan Rakata kian hari mulai terlihat; Kotaraja Rakata semakin hari semakin ramai, bahkan jauh lebih ramai dari sebelumnya.
Terlihat di pagi dan senja, dua ekor elang muda terbang tinggi menjaga langit pantai Rakata. Bila kita berlayar di Selat Sunda, Gunung Api Rakata yang tinggi menjulang menyentuh langit biru seolah berkata, "Wahai manusia, akulah pancer bumi yang menjaga kehidupanmu, menjadi saksi atas sikap dan tingkah lakumu. Sekali kamu ingkari amanat suci sebagai manusia, aku akan memuntahkan api, membakar bumi dan lautmu."