Halo!

Naga Pembunuh - Chapter 43

Memuat...
Naga Pembunuh

Chapter 43

Itulah semacam ilmu cecak yang dapat membuat gadis ini bertahan, paling-paling hanya pinggang ke atas yang terayun-ayun ke kiri kanan, mengikuti gerakan perahu yang diayunkan atau dipermainkan lawan di bawah.

Dan begitu Yu Yin berhasil menghantam lawan pertama, tinggal penyelam yang satunya lagi, maka gadis itu sudah bergerak dan mengincar penyelam yang ini.

Tetapi lawan rupanya marah.

Yu Yin yang menghajar dan membuat temannya tadi menjerit kesakitan tiba-tiba membuat penyelam ini mengguncang perahu.

Perahu yang sudah oleng ke kiri kanan itu kini miring dan bergerak-gerak dengan hebat.

Arus semakin deras dan sudah ada yang masuk.

Gadis itu terkejut.

Dia tetap melekat, tetapi ketika perahu nyaris terguling, mau tak mau dia harus melepas ilmu cecaknya itu, meloncat dan berjungkir balik tinggi.

Dan ketika dia hinggap dan menyentuh bibir perahu yang lain, yang baru saja diinjaknya, maka lawan menggulingkan bagian ini dan Yu Yin dipaksa lagi untuk meloncat menyelamatkan diri, berulang kali.

Dan karena hal ini membuat air masuk semakin banyak dan Yu Yin juga semakin pucat serta marah sekali, maka gadis itu tiba-tiba membentak ketika lawan muncul dan membalikkan badan perahu.

"Hai!"

"Des-crep!"

Kejadian itu berlangsung cepat.

Yu berjungkir balik dan melontar senjata di tangannya, tepat sekali mengenai leher orang hingga laki-laki itu menjerit dan terguling, melepaskan perahunya.

Tetapi karena perahu sendiri sudah dibalik dan tengkurap, Yu Yin berteriak karena tak mungkin dia mengemudikan perahu yang seperti itu. Maka dia melepas sebuah tendangan ketika hinggap di perut perahu yang terbalik ini, menjerit dan gugup karena selanjutnya perahu itu meluncur mengikuti arus, menabrak batu-batu hitam dan akhirnya hancur bertemu sebuah batu karang, remuk berkeping-keping. Yu Yin meloncat tinggi berjungkir balik ke batu ini, ngeri dan pucat karena dia sudah sendirian di tengah sungai yang deras.

Tak ada perahu yang dapat menyeberangkannya!

Tetapi ketika gadis itu terbelalak, pucat, dan marah, maka terlihat tiga perahu merah mendatanginya dari arah depan, menentang arus.

"Ha-ha, selamat datang, Nona."

"Jangan khawatir, kami akan menjemputmu!"

Yu Yin berkilat-kilat.

Dia tahu bahwa itu pasti orang-orang Ang-liong-pang, teman-teman dari dua penyelam yang sudah dihajarnya tadi.

Tetapi ketika dia menunggu dan bersiap-siap, girang dan akan menghajar orang-orang itu, yang berperahu dengan cepat menentang arus, tiba-tiba saja mereka berhenti beberapa tombak mengelilingi batu karang tempat Yu Yin berdiri. Salah seorang di antara mereka berseru, "Nona, kami dari Ang-liong-pang diutus pangcu (ketua) untuk menjemputmu."

"Lompatlah, kami akan membawamu ke sana dan menyambutmu dengan hormat!"

Yu Yin marah.

"Kalian punya otak atau tidak? Masa dengan jarak sejauh ini aku disuruh melompat? Dekatkan perahumu kemari, tikus-tikus busuk. Atau kalian semua nanti kuhajar!"

"Ha-ha, Nona sudah berhasil menyelamatkan diri dari dua penyelam kami yang lihai, dan Nona juga tak sampai jatuh ke air."

"Ah, ini menunjukkan kepandaianmu yang tinggi, Nona."

"Silakan lompat dan kami tak akan mempermainkan dirimu."

"Kau siapa? Tokoh nomor berapa dari Ang-liong-pang?"

"Aku wakilnya, tokoh nomor tiga."

"Hm!"

Yu Yin memandang laki-laki berwajah kuning itu.

"Kalau begitu kau Ui-liong-hi Kwan Bhe?"

"Aha, Nona sudah mengenai namaku."

"Tepat sekali, aku memang orang bermarga Kwan!"

Dan ketika Yu Yin tertegun dan terbelalak memandang lawannya itu, laki-laki berwajah kuning, maka lawan menyuruhnya lagi agar cepat melompat.

"Kami tak berani terlalu dekat-dekat."

"Batu karang itu besar sekali, nanti perahu kami dapat menabrak dan pecah."

"Silakan Nona lompat dan kami akan menyambutmu baik-baik."

"Mari, tuan putri."

"Cepatlah dan jangan ragu!"

Yu Yin terkejut.

"Kau... kau menyebut apa?"

"Ha-ha, kami tahu kau siapa, Nona. Kau adalah putri seorang pangeran."

"Naiklah, dan cepat lompat ke sini!"

Yu Yin mengeluarkan seruan kaget.

Tanpa terasa gadis ini mundur dan melotot memandang Ui-liong-hi Kwan Bhe, si Ikan Naga Kuning yang merupakan wakil Ang-liong-pang itu.

Tetapi ketika dia sadar dan tertawa geli, hal yang membuat si muka kuning melengak, maka gadis itu berseru, "Orang bermarga Kwan, kau sungguh lucu dan menghormatiku berlebihan."

"Siapa yang menjadi putri pangeran dan menerima sambutan sebaik ini? Tetapi tak apalah, kau agaknya keliru mengenai orang dan aku ingin mendapat hormat semacam ini."

"Awas, aku ke situ...!"

Dan ketika lawan tertegun dan membelalakkan mata, kaget dan heran mendengar kata-kata itu, maka Yu Yin sudah meloncat berjungkir balik menuju perahu Kwan Bhe.

Sebenarnya jaraknya cukup jauh, tak kurang dari sepuluh meter.

Namun karena gadis itu berada di tempat yang lebih tinggi dan perahu lawan di tempat yang lebih rendah, maka begitu mengerahkan ilmu meringankan tubuhnya dan berseru keras, tiba-tiba Yu Yin telah berada di atas perahu lawan, berjungkir balik lima kali di udara dan tepat sekali hinggap di ujung perahu.

Ada tanda-tanda Kwan Bhe hendak mendorong perahunya, namun tak jadi, karena laki-laki itu masih ragu akan omongan Yu Yin tadi.

Dan ketika gadis itu turun dan hinggap dengan ringan di ujung perahunya, maka Yu Yin berkata lagi dengan pongah, "Nah, antarkan aku ke ketuamu."

"Anggap aku betul-betul putri seorang pangeran dan ingin kudapat sambutan semanis ini!"

Si muka kuning terkejut.

"Kau... bukan putri pangeran?"

"Hi-hik, anggap saja begitu, orang bermarga Kwan. Dan ayo berangkatkan perahumu ini seperti kata-katamu tadi!"

"Tidak!"

Laki-laki itu mendadak melompat.

"Kalau kau bukan orang yang kumaksud, maka tak boleh kau menginjakkan kaki, bocah siluman!"

"Turun dan enyahlah kau.... wherrr!"

Dan ujung lengan baju yang menyambar serta mengebas keras tiba-tiba menghantam wajah Yu Yin yang masih ongkang-ongkang di ujung perahu.

Gadis ini terkejut, tetapi tertawa girang karena dia sudah tidak lagi di batu karang itu melainkan di tempat yang nyaman, di perahu ini.

Maka begitu Kwan Bhe menyerangnya dan laki-laki itu menggunakan lengan bajunya, yang keras dan tiba-tiba seperti besi, maka Yu Yin meloncat ke kiri membiarkan pukulan itu lewat.

Ujung perahu hancur seperti bubuk.

Yu Yin tertawa dan mengejek lawan, sementara si muka kuning terkejut, dua perahu yang lain tiba-tiba maju mendekat.

Wajarlah, wakil ketua Ang-liong-pang itu mulai menyerang lawan.

Dan ketika mereka berlompatan dan menuju ke perahu ini, Yu Yin dikejar dan sudah mendapat serangan bertubi-tubi, maka gadis itu mengelak dan lincah menghindar ke sana kemari.

"Des-dess!"

Lantai perahu berlubang.

Dua pukulan lagi-lagi tak mengenai gadis itu melainkan memukul ke bawah.

Ujung lengan baju itu menghantam kuat dan lantai pun pecah.

Namun karena perahu rupanya memiliki lantai berlapis-lapis dan masih ada lantai lain yang menyelamatkan perahu dari rembesan air, maka Yu Yin yang lega dan tertawa-tawa sudah berloncatan dan akhirnya berkelebat ke sana kemari.

"Hi-hik, keluarkan semua kepandaianmu, orang bermarga Kwan."

"Dan lihat berapa jurus kau dapat mengalahkan aku!"

"Terkutuk!"

Laki-laki itu membentak.

"Aku akan merobohkanmu, bocah siluman."

"Dan tak sampai dua puluh jurus kau pasti terjungkal!"

"Wah, omongan si pandir."

"Tong kosong nyaring bunyinya.... aiihhh!"

Dan Yu Yin yang terkejut melengking tinggi tiba-tiba menjadi kaget karena dari belakang serta kiri dan kanan menyerbu orang-orang lain yang membantu si muka kuning itu.

Mereka melepas tali panjang dan satu di antaranya hampir saja menjerat kakinya. Yu Yin terkejut dan terpekik marah.

Dan ketika dari tempat yang lain bergerak orang-orang itu dan seisi perahu membantu si muka kuning, yang mengejek dan tertawa tergelak-gelak, maka Yu Yin kerepotan karena dikeroyok dari segala penjuru.

"Nah, lihat."

"Siapa tong kosong nyaring bunyinya.... dess!"

Dan si Nona yang terpelanting oleh kebasan ujung baju lalu bergulingan menjauh dan memaki-maki si muka kuning, yang tidak jantan bertanding satu lawan satu karena sudah dibantu anak buah.

Sekarang Yu Yin mengerti apa kiranya arti siulan tadi, karena Kwan Bhe, lawannya itu, bersiul aneh, yang rupanya merupakan tanda bagi belasan orang anak buahnya untuk maju mengeroyok.

Dan ketika gadis itu bergulingan dan lawan mengejar, Yu Yin cepat melompat bangun dan mencabut senjata, maka sebuah pedang pendek telah berkelebat dan mendesing di tangannya.

"Sing-bret-brett!"

Ujung baju si muka kuning putus!

Laki-laki itu berteriak kaget, melemparkan tubuhnya ke kiri.

Sebuah bacokan atau tikaman aneh menyambar, setelah tadi membabat ujung bajunya.

Dan ketika yang lain juga berteriak karena pedang hitam di tangan gadis itu bergerak dan bergulung naik turun, maka tali atau jala yang tadi berseliweran hendak menjerat tiba-tiba putus semua.

"Mundur, semua mencabut senjata!"

Yu Yin tertawa nyaring.

Sekarang gadis ini balik mengejek dan si muka kuning berubah pucat.

Anak buahnya mundur tanpa diperintah lagi.

Dan ketika mereka mencabut senjata dan siap mendengar aba-aba, maka Kwan Bhe si Naga Kuning sudah meloncat dan menyerang lagi, disusul anak buahnya.

"Tangkap dia, kalau perlu bunuh!"

Semua bergerak mengikuti.

Tujuh belas lawan mengepung Yu Yin dengan golok atau pedang.

Kwan Bhe sendiri mencabut dayung besi yang segera menderu menghantam gadis itu, hebat sekali.

Namun ketika Yu Yin meloncat tinggi dan berjungkir balik menghindari serangan, dayung atau golok lewat di bawah kakinya, maka gadis itu melayang turun dan membalas.

"Cring-cring-cranggg!"

Hebat sekali apa yang dilihat.

Pedang si gadis yang meluncur dan menukik ke bawah tiba-tiba membentur semua senjata-senjata lawannya itu, terpapas atau terbacok buntung.

Dan ketika Kwan Bhe berteriak karena dayung besinya juga terbabat, rusak ujungnya, maka laki-laki itu bergulingan menyelamatkan diri ketika sinar hitam mengejar.

"Craakk!"

Lantai perahu terbelah dua.

Kwan Bhe terkesiap dan hatinya ngeri, mata membelalak.

Namun karena laki-laki itu sudah melompat bangun dan penasaran akan semuanya ini, kalah senjata dan bukan kalah orang, maka wakil Ang-liong-pang itu berseru agar semua tidak saling mengadu senjata.

Dukungan & Donasi

Bantu kami terus update dengan memberi dukungan melalui:

BCA 7891767327
Trakteer
Post a Comment