Chapter 211
Mencari ke sana kemari, akhirnya Iblis Penagih Jiwa itu tertegun ketika melihat di sebuah ruangan besar duduk orang-orang yang sudah dikenalnya.
Kun Houw dan Pendekar Gurun Neraka, masih disertai oleh seorang panglima muda yang bukan lain adalah Fan Li yang kini diketahui sebagai "biang keroknya", duduk bercakap-cakap di ruangan besar itu.
Dan semua orang yang tertegun melihat adanya panglima ini langsung tahu bahwa pasukan penyerbu itu kiranya adalah pasukan Yueh.
Jadi, musuh bebuyutan Wu yang kini menebus kekalahan mereka, membalas dendam.
Dan So Beng serta teman-temannya yang terbelalak memandang panglima ini akhirnya saling memberi isyarat. Pendekar Gurun Neraka tiba-tiba memandang ke luar, ke atas genteng, menggerak-gerakkan telinganya.
"Houw-ji, kau dengar sesuatu?" So Beng dan teman-temannya terkesiap.
Mereka kaget oleh ketajaman telinga pendekar sakti itu, kagum dan mencelos.
Namun, mereka yang sudah berdiam diri menahan napas tiba-tiba secara sial mendapat serangan seekor kucing yang tanpa sengaja terinjak ekornya. Kucing itu menggigit dan langsung menyerang Hun Kiat karena pemuda itulah yang menginjaknya, tanpa tahu bahwa di tempat persembunyian mereka juga mendekam seekor kucing yang memandang gerak-gerik mereka.
Dan Hun Kiat yang tentu saja kaget, menendangkan kakinya untuk mendupak kucing itu. Namun, ia tiba-tiba terpeleset dan membuat kegaduhan di atas genteng!
"Meong...!" So Beng dan teman-temannya terkejut.
Mereka telanjur membuat suara, memecahkan genteng, dan kucing itu terlempar mati.
Dan Pendekar Gurun Neraka bersama Kun Houw yang membentak tahu-tahu berkelebat dan melayang ke atas genteng, disusul oleh yang lain karena Pek Hong dan Ceng Bi juga mendengar keributan kecil itu, lalu diikuti oleh Sin Hong, Bi Lan, serta Fan-ciangkun sendiri.
Sebentar kemudian, mereka melihat rombongan Iblis Penagih Jiwa itu.
Dan So Beng yang terkejut serta menyesali kecerobohan Hun Kiat tiba-tiba membentak menyuruh yang lain menyingkir.
"Mu Ba, pencarkan diri kalian. Pergi...!"
Namun, Pendekar Gurun Neraka dan Kun Houw telah tiba di atas. Mereka berdua paling dulu melihat gerakan rombongan itu.
Melihat semuanya berkelebat menyingkir menyelamatkan diri, masing-masing tampak gugup dan bingung, melesat ke kiri dan ke kanan tak keruan.
Dan Pendekar Gurun Neraka membentak sambil menggerakkan lengannya, tiba-tiba mengibas melakukan pukulan jarak jauhnya.
"Sobat-sobat tak diundang, kalian kembalilah...!"
Mu Ba dan teman-temannya berseru kaget. Mereka merasa serangkum angin menahan dan menyambar mereka dengan dahsyat, menghentikan lari mereka hingga masing-masing berteriak keras.
Dan ketika mereka menangkis dan mencoba melawan tenaga mukjizat itu, mendadak mereka terjengkang dan terguling-guling kembali ke tempat semula.
"Bres!" Mu Ba dan teman-temannya terkejut bukan main. Mereka melompat bangun, melotot, dan mencari jalan keluar.
Tapi ketika bayangan lain menyusul dan sudah ada di atas genteng mengepung mereka, ternyata mereka telah terkurung oleh rombongan Pendekar Gurun Neraka yang berjumlah tujuh orang. Hampir sama dengan jumlah rombongan mereka sendiri!
Dan Pendekar Gurun Neraka yang terbelalak memandang mereka tiba-tiba mengerutkan kening dan tersenyum getir.
"Hm, kiranya kalian, So Beng. Kalian malam-malam datang kemari untuk mencari siapa?"
So Beng tertegun. Dia tak menyangka rombongannya kepergok di tengah jalan. Tak menduga Pendekar Gurun Neraka dan anak istrinya ada di situ. Ia melihat rombongannya sudah dikelilingi oleh rombongan Pendekar Gurun Neraka, sementara Pek Hong memandangnya penuh rasa sakit hati. Pek Hong teringat musuh besarnya ini karena So Beng telah membunuh gurunya, Ta Bhok Hwesio.
Dan So Beng yang mau tidak mau tergetar juga dan kecut hatinya, akhirnya mendengus menenangkan hati sendiri. Ia menjawab pertanyaan Pendekar Gurun Neraka dengan dingin, "Kami datang untuk mencari Kun Houw, Pendekar Gurun Neraka. Apakah kalian hendak mengeroyok dan melindungi pemuda itu?"
Pendekar Gurun Neraka tersenyum, tertawa pahit. "So Beng, siapa kiranya yang sering melakukan pengeroyokan? Pihakku ataukah pihakmu?"
Tapi sebelum Iblis Penagih Jiwa ini menjawab, tiba-tiba Kun Houw yang sudah maju ke depan bersiap memandang lawannya ini, musuh yang telah membunuh gurunya.
"So Beng, ada urusan apa kau mencari diriku? Tanpa kau cari pun, tentu aku yang akan mencarimu. Kebetulan kau datang."
So Beng tertawa mengejek. "Aku datang karena mengemban perintah kaisar, Kun Houw. Kenapa kau melakukan pengkhianatan dan bekerja sama dengan selir busuk itu?"
Kun Houw terkejut. "Siapa maksudmu?"
"Shi Shih, siapa lagi?" Dan ketika Kun Houw tersentak dengan mata terbelalak, tiba-tiba lawannya telah melanjutkan dengan suaranya yang semakin dingin, "Kami telah mengetahui persekongkolan kalian, Kun Houw. Dan selir itu telah kami tangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya!"
"Bohong...!" Fan Li tiba-tiba maju membentak, mukanya pucat. "Kau melancarkan fitnah tanpa bukti, So Beng. Kaisar tak mungkin menangkap Shi Shih karena selir itu tak bersalah."
"Hm, apa maksudmu, Ciangkun? Kau mau membela selir itu yang telah mengaku di depan kaisar?" So Beng mengejek. "Tak perlu berpura-pura, Ciangkun. Kami telah tahu semua perbuatannya, termasuk perbuatan kalian. Kaisar tahu bahwa selirnya itu berkhianat karena bekerja sama dengan kalian, orang-orang dari Yueh."
Fan Li menggigil. Dia terjebak oleh tipu muslihat Iblis Penagih Jiwa ini, menganggap Shi Shih benar-benar tertangkap dan kini berada di dalam bahaya di tangan kaisar.
Dan Fan Li yang cemas akan nasib kekasihnya itu tiba-tiba bertanya dengan suara serak, "So Beng, di mana kini selir yang kalian tangkap itu? Kalian apakan dia?"
So Beng ganti tertegun. Dia melihat ada sesuatu yang luar biasa pada sikap panglima ini. Melihat panglima itu cemas benar akan nasib Shi Shih, berarti memang ada apa-apa di antara dua orang itu.
Dan So Beng yang tentu saja heran dan girang hatinya langsung memanfaatkan situasi dengan sikap semakin mengada-ada, "Kaisar siap membunuhnya kalau Kun Houw tak mau datang, Ciangkun. Karena itu kami ke sini untuk membawa Kun Houw."
"Tidak!" Fan Li tiba-tiba memekik. "Kun Houw tak mempunyai kesalahan apa-apa, So Beng. Yang mengatur semuanya ini adalah aku. Biar aku yang bertanggung jawab, jangan orang lain!" Dan panglima yang pucat dengan kaki menggigil itu sudah menghadapi Iblis Penagih Jiwa ini dengan kata-kata gelisah, "So Beng, aku siap menggantikan Kun Houw mengikuti kalian. Tapi satu yang kuminta, bebaskan selir itu!"
So Beng semakin curiga. "... kekasihnya?"
Fan Li hampir mengangguk. Dia telanjur memperlihatkan sikapnya yang mengkhawatirkan selir itu, hampir terjebak oleh kecerdikan So Beng yang berhasil merangkai-rangkai cerita.
Namun, Pendekar Gurun Neraka membentak serta mendorong panglima ini, menyadarkan Fan Li sekaligus mengejutkan Iblis Penagih Jiwa itu, "So Beng, kau tak perlu menjebak panglima ini dengan pernyataan macam-macam. Fan-ciangkun semata mengkhawatirkan selir itu karena dia adalah orang yang tidak ada sangkut pautnya dalam urusan ini. Kami bergerak sendiri untuk membasmi kesewenang-wenangan yang dilakukan kaisar kalian!"
"Hm!" So Beng mendongkol karena gagal di tengah jalan. "Jadi apa yang kau mau, Pendekar Gurun Neraka? Kami datang tidak untuk membuat ribut, tetapi menangkap Kun Houw seorang kalau dia ingin menyelamatkan selir itu!"
"Selir itu tidak berkhianat!" Pendekar Gurun Neraka membentak. "Dia tak tahu apa-apa dan karena itu jangan dilibatkan di sini!"
So Beng tertawa mengejek. "Begitukah? Tapi dia telah mengaku di depan kaisar, Pendekar Gurun Neraka. Dan kaisar telah memutuskan hukuman mati kalau Kun Houw tidak datang. Kun Houw adalah orang kepercayaannya. Karena itu, tak perlu melindungi atau berpura-pura karena kami semua telah tahu apa yang kalian lakukan!"
"Hm, sampai di mana pengetahuanmu itu, Iblis Penagih Jiwa?"
Iblis Penagih Jiwa tertawa. "Banyak sekali, Pendekar Gurun Neraka. Tapi yang pokok adalah selir itu berkhianat karena menjadi mata-mata kalian. Kalian telah menanam dan menjebak Sri Baginda dengan siluman cantik ini!"
Pendekar Gurun Neraka terkejut. Dia heran dan kaget bagaimana Iblis Penagih Jiwa ini tahu. Betulkah selir itu mengadakan pengakuan sendiri di depan kaisar seperti yang dikatakan iblis ini? Tentu tidak gampang dipercaya. Dia maklum mereka harus berhati-hati menghadapi orang-orang curang ini. Tiba-tiba Pendekar Gurun Neraka mendengus dan bersikap dingin.
"So Beng, kau tidak dapat membawa Kun Houw atau siapa pun dari tempat ini. Justru kami ingin menangkap dan membasmi kalian karena terlampau banyak utang kalian kepada kami."
"Haha, beranikah kau melakukan itu, Pendekar Gurun Neraka? Kami datang dengan diawasi dari jauh. Jangan-jangan selir itu segera dibunuh jika kalian menyerang kami!"
"Apa maksudmu?" Pendekar Gurun Neraka terkejut.
"Ini!" So Beng mengeluarkan panah apinya. "Suheng-ku di atas akan melihat isyarat ini bila kami mendapat bahaya di sini, Pendekar Gurun Neraka. Karena itu, pikirkan baik-baik jika kalian ingin membunuh kami. Terserah mana yang lebih berharga, selir itu ataukah kami?"
Pendekar Gurun Neraka tertegun. Dia dan semua kawannya terkejut oleh ancaman ini, tiba-tiba tidak dapat berkutik.
Dan So Beng yang merasa menang di atas angin tiba-tiba bersikap sombong, tertawa bergelak.
"Bagaimana, Pendekar Gurun Neraka? Beranikah kalian membunuh atau menyerang kami? Ingat, kami hanya meminta Kun Houw menghadap kaisar. Tapi karena di sini ada juga Fan-ciangkun yang menggerakkan pasukannya, terpaksa permintaan kami ditambah dengan nyawa panglima itu!"
"Keparat!" Bi Lan melengking. "Orang-orang ini mengancam kita, Ayah. Agaknya kita tidak perlu mempercayai semua omongannya itu. Lebih baik kita bunuh mereka!" Dan Bi Lan yang baru saja hendak mencabut pedang dan bersiap menerjang, tiba-tiba tertahan oleh seruan Fan-ciangkun yang terbelalak mencegahnya.
"Tidak, jangan, Bi Lan! Jangan! Aku percaya omongan mereka itu!" Dan Fan Li yang gugup dan menggigil memandang Pendekar Gurun Neraka, tiba-tiba berkata penuh harap, "Pendekar Gurun Neraka, jangan serang mereka ini!"