Halo!

Pedang Medali Naga - Chapter 70

Memuat...
Pedang Medali Naga

Chapter 70

Sebenarnya, masalah yang terjadi berpangkal pada rasa penasaran jago tua ini. Betapa Ciok-thouw Taihiap "sakit hati" pada menantunya sendiri.

Kekalahan yang dideritanya sepuluh tahun yang lalu ketika mereka mengadu kepandaian di bawah gunung, yang disaksikan oleh beberapa tokoh sahabat mereka, yaitu Thian Kong Cinjin, Bu Wi Hosiang, serta Ta Bhok Hwesio. Meskipun dalam pertandingan itu dia tidak sampai roboh secara mencolok, tenaga Luikongkang yang dimiliki Pendekar Gurun Neraka sempat membuat "penilaian".

Waktu itu, pendekar tua ini harus mengakui keunggulan lawan karena terdesak dan kalah setipis rambut. Namun, Ciok-thouw Taihiap yang keras kepala tidak mau menyerah; ia tetap bersikeras memaksa lawan untuk tidak menghentikan pertandingan, ingin sama-sama roboh atau sampyuh. Ia berpikir, jika ia tewas dalam adu kepandaian itu, tentu Pendekar Gurun Neraka setidak-tidaknya akan mengalami luka berat.

Jadi, tak perlu menanggung malu pada lawannya itu karena lebih baik binasa sebagai orang "gagah" daripada hidup dengan menyimpan penasaran, meskipun Pendekar Gurun Neraka kini adalah menantunya sendiri. Ciok-thouw Taihiap yang tidak dapat menghilangkan kesan kekalahannya itu ternyata diam-diam memendam "sakit hati". Akibatnya, ia melatih Bi Lan yang merupakan cucu kandungnya, namun tidak melatih Sin Hong karena dianggap orang "luar".

Demikianlah, berpangkal pada hal inilah peristiwa itu terjadi. Rasa tak mau kalah dari Pendekar Kepala Batu yang memang keras kepala dan keras hati. Karena Pendekar Gurun Neraka sudah menjadi menantunya, ketua Beng-san-pai itu tidak dapat "menantang" secara langsung untuk menebus kekalahan masa lalu. Akibatnya, jago tua ini mencari jalan keluar sendiri.

Karena Bi Lan adalah cucu kandungnya, lewat jalan itulah ia menyalurkan rasa penasarannya yang telah dipendam sekian tahun tanpa pelampiasan. Maksudnya, kelak jika Bi Lan sudah benar-benar mahir memainkan Soan-hoan ciang yang diciptakannya, ia akan "mengadu" Bi Lan dengan Sin Hong, anak laki-laki yang menerima latihan langsung dari Pendekar Gurun Neraka. Dengan demikian, ilmu silat yang diwariskan kepada Bi Lan dapat diadu dengan ilmu silat warisan ayahnya, Pendekar Gurun Neraka, yang diam-diam membuatnya gemas dan penasaran.

Namun tak disangka, baru setahun ia melakukan hal itu, hari ini putrinya datang dengan marah-marah dan melabrak dirinya. Apalagi ketika Sin Hong tiba-tiba dibawa oleh si Naga Bongkok yang berasal dari jauh Pegunungan Himalaya, pendekar ini mendadak geram. Seketika kemarahannya ditumpahkan kepada kakek bongkok itu; orang yang usil dan menjadi penyebab ia "dimarahi" putrinya sendiri.

Ciok-thouw Taihiap, yang matanya bersinar penuh kemarahan, mendadak menghentakkan kaki dan melompat pergi. "Naga Bongkok, kau yang menjadi gara-gara semuanya ini!" pendekar itu mengerang, meninju telapak tangannya sendiri, dan meninggalkan Ceng Bi serta Ceng Han dengan wajah merah padam.

Namun, Ceng Bi yang masih sengit pada ayahnya tiba-tiba menyusul dan berseru, "Ayah, kau harus menyelesaikan dulu urusan ini!" Ceng Bi menghadang di depan ayahnya dan seketika mengangkat tangan untuk menahan pria itu.

Pendekar Kepala Batu terkejut. "Urusan apa lagi yang harus kuselesaikan? Bukankah aku sudah kalah?"

Dukungan & Donasi

Bantu kami terus update dengan memberi dukungan melalui:

BCA 7891767327
Trakteer
Post a Comment