Halo!

Pendekar Rambut Emas - Chapter 139

Memuat...
Pendekar Rambut Emas

Chapter 139

Boen Taijinlah yang lebih berkuasa. Pembesar itu dapat mengendalikan isi kotanya sesuai keinginan sendiri, termasuk mengatur setiap penduduk yang dianggap tidak patuh. Gampang saja baginya untuk melabeli seseorang sebagai pemberontak. Karena Boen Taijin memiliki kekuasaan, ia bisa melakukan segalanya sesuka hati; kesadaran inilah yang didapat oleh Sien Nio.

Gadis itu mulai berpikir jauh. Ia melihat bahwa seseorang yang berkuasa tentu memiliki dua hal: kekuasaan dan kekayaan. Harta benda yang berlimpah serta kemewahan yang tak habis dinikmati tujuh turunan terasa jauh lebih hebat daripada sekadar uang. Sebab, orang kaya belum tentu berkuasa, tetapi orang yang berkuasa pasti sekaligus menjadi orang kaya. Ini fakta.

Kenapa dia harus memburu uang saja? Tidak, dia harus melangkah lebih jauh karena orang kaya tetap berada di bawah orang berkuasa. Maka, lebih enak menjadi orang yang berkuasa daripada sekadar orang kaya. Sien Nio, yang menyadari hal itu dengan gembira, mulai mengincar apa yang dinamakan kekuasaan.

Sien Nio menempel pada Boen Taijin. Setelah berhasil menguasai pembesar itu luar dalam, ia akhirnya mengenal pula cara-cara pemerintahan. Ia ikut mengatur ini-itu dan menguasai banyak hal. Namun, karena di atas Boen Taijin masih ada lagi yang lebih berkuasa, Sien Nio harus menghadapi kenyataan pahit ketika Boen Taijin dipecat, jatuh miskin, dan hancur segala-galanya. Sien Nio, yang tentu saja tidak mau bertahan setelah Boen Taijin jatuh, meninggalkan pembesar itu untuk berpetualang lebih jauh.

Kini ia memiliki titik buruan baru: kekuasaan. Karena dengan kekuasaan, ia akan memiliki segalanya. Berbekal berbagai pengetahuan tentang hidup, Sien Nio mencari korban baru, yakni Fang Taijin. Fang Taijin adalah gubernur Hu-peh, wilayah di sebelah tenggara Shen-si. Pangkatnya lebih tinggi dibanding Boen Taijin yang hanya kepala daerah tingkat dua.

Sien Nio meninggalkan suaminya dan mendatangi Hu-peh, lalu berhasil memikat gubernur itu. Sien Nio tahu bahwa sebagian besar lelaki sangat menyukai perempuan cantik dan mudah dirobohkan imannya. Asal wanita itu pandai melayani, lelaki akan mudah ditundukkan seperti kerbau yang dicocok hidungnya. Itulah pengetahuan Sien Nio tentang lelaki.

Sien Nio pun menjadi selir Fang Taijin. Ia mengerahkan semua kepandaiannya hingga menjadi selir yang paling disayang. Namun, Sien Nio melihat kenyataan baru lagi: di atas gubernur masih ada kaisar. Kaisarlah orang yang paling berkuasa di negara itu. Karena ambisinya, Sien Nio mengalihkan perhatian ke sana.

Sien Nio yang dulu hanyalah gadis desa, kini telah berubah. Pengalamannya bersama Hok-kauwsu, Kiat Kongcu, dan menjadi istri Boen Taijin telah membentuknya menjadi sosok yang cerdas dan penuh perhitungan. Ketika ia melihat bahwa kaisar merupakan orang yang paling berkuasa, ke sanalah titik buruan Sien Nio diarahkan.

Ia pun menggunakan akal cerdiknya. Sien Nio tahu bahwa enam bulan sekali Fang Taijin menghadap kaisar untuk melapor. Awalnya Fang Taijin menolak karena menganggap urusan pemerintahan bukan urusan perempuan. Namun, Sien Nio menggunakan segala bujuk rayu, bahkan mengancam akan mogok melayani suami jika permintaannya tidak dituruti. Karena takut kehilangan pelayanan Sien Nio, Fang Taijin akhirnya mengalah dan mengizinkan Sien Nio ikut ke kota raja.

Fang Taijin tidak tahu bahwa itu adalah perjalanan terakhirnya bersama Sien Nio. Begitu tiba di istana, Sien Nio segera mencari cara untuk menarik perhatian kaisar yang masih muda dan penuh vitalitas. Malam harinya, kaisar meminta Sien Nio menghadap. Fang Taijin terkejut, namun tidak bisa berbuat apa-apa. Ia hanya berpesan agar Sien Nio berhati-hati dan menundukkan kepala.

Akan tetapi, Sien Nio justru bersikap sebaliknya. Ia sengaja menunjukkan kecantikan dan gerak tubuhnya yang memikat di depan kaisar. Sien Nio sadar bahwa kaisar haus akan cinta, dan ia sangat mahir memainkan peran tersebut. Sebelum menuju permainan puncak, Sien Nio berkata dengan terus terang, "Maaf, hamba sudah bukan perawan lagi, Sri Baginda."

Dukungan & Donasi

Bantu kami terus update dengan memberi dukungan melalui:

BCA 7891767327
Trakteer
Post a Comment