Halo!

Pusaka Golok Iblis Dari Tanah Seberang - Chapter 01

Memuat...
Pusaka Golok Iblis Dari Tanah Seberang

Chapter 01

Di salah satu selat di tepi pantai laut Po Hai, seorang nenek duduk bertapa di atas sebuah batu karang terjal. Ia terkejut dengan adanya sesosok tubuh yang terdampar di pinggir pantai. Dengan cepat, nenek itu menyambar tubuh tersebut dan membawanya kembali ke tempatnya semula.

Tubuh itu diletakkan di depannya, dan setelah diamati, ternyata sosok itu adalah seorang pria berperawakan asing yang berusia kurang lebih lima puluh tahun. Pakaiannya sudah setengah hancur, sedangkan pria itu sendiri tampak pingsan. Nenek itu segera menotok beberapa bagian tubuhnya, dan tak lama kemudian pria itu tersadar dan membuka matanya.

"Di mana aku?" tanya pria itu dengan logat yang kaku. Melihat di depannya ada seorang nenek, matanya menatap tajam penuh tanda tanya. Nenek tersebut hanya tersenyum padanya dan menunjuk ke laut. "Aku menemukanmu di sana," kata nenek itu sambil menyodorkan tiga potong roti yang diambil dari buntelannya.

Pria itu segera menyambutnya dan tanpa mengucapkan terima kasih, langsung memasukkannya ke dalam mulut. Tampaknya dia memang sedang kelaparan sekali. Si nenek membiarkannya sampai selesai makan, lalu bertanya tentang asal-usul orang itu. Namun, yang ditanya hanya diam saja tanpa menjawab, melainkan segera duduk bersila sambil mengerahkan tenaga dalam.

Tampaknya seperti sedang memulihkan keadaannya. Sepeminuman teh kemudian, dia pun membuka matanya dan memandang si nenek. "Terima kasih kau sudah menolongku, entah bagaimana aku dapat membalas kebaikanmu?" Pria tersebut menjura memberi hormat, tapi bahasanya tidak lancar.

Saat itu, dari arah barat, berkelebat sebuah bayangan dengan ringan sekali. Sebentar saja, sudah berada di dekat mereka. Pria itu segera melompat berdiri tanpa menggerakkan kakinya. Tapi melihat nenek di depannya hanya terdiam saja, sedangkan bayangan yang datang ternyata adalah seorang gadis yang sangat cantik, pria itu menjadi tenang kembali.

"Hebat, ilmu meringankan tubuh yang bagus," tanya pria tersebut sambil tersenyum. "Siapakah yang mengajari nona?" Gadis itu, yang bukan lain adalah Hong Er Yong, menyahut sambil menunjuk nenek di sampingnya. "Maaf, locianpwe, beliau ini adalah suboku yang kedua yang mengajarkanku ilmu meringankan tubuh ini."

"Hahaha, Naga sakti tak nanti menetaskan cacing, maaf mataku buta tidak melihat orang pandai?" Pria itu menjura sambil merangkapkan kedua tangannya di depan dada. "Akhh, antar sesama golongan sendiri, buat apa pakai banyak peradaban?" Nenek menjawab sambil juga merangkapkan kedua tangannya di depan dada. "Silakan tuan menceritakan, kenapa tuan sampai terdampar di pinggir pantai ini, padahal kalau dilihat dari tenaga dalam tuan, saya yakin tuan pasti berilmu sangat tinggi?"

Pria itu memperkenalkan dirinya sebagai Paksi Pamungkas, orang di negerinya Jawadwipa menjulukinya "Batara Angin Pencabut Nyawa". Sesungguhnya, dia bersama salah seorang teman sedang dalam perjalanan mengejar seorang murid murtad kerajaan Atas Angin. Sayangnya, di tengah laut, kapal mereka terjerat badai, sehingga tidak ada yang selamat kecuali dia sendiri.

Mereka mengejarnya sampai ke tanah Tinggoan ini karena murid murtad tersebut dikabarkan lari kemari. Dia adalah seorang pemuda berdarah Tionggoan. Sedari kecil, mereka temukan dia terdampar di pinggir pantai dekat kerajaan Atas Angin dan mereka mengambilnya sebagai murid, tapi ternyata dia memiliki sifat yang jahat. Setelah besar, dia melarikan diri dan melarikan juga Pusaka terlarang yang sudah lama disegel di kerajaan mereka.

"Eh, pusaka

Dukungan & Donasi

Bantu kami terus update dengan memberi dukungan melalui:

BCA 7891767327
Trakteer
Post a Comment