Chapter 05
"Jangan khawatir, hanya pemuda itu yang bisa menyembuhkanmu, tapi?" Mendadak ia terdiam.
"Tapi apa, guru?" Er Yong balas menatap gurunya yang justru memandang ke arah Giok Hui. Giok Hui saat itu juga memandang pada mereka dan mendengar kata-katanya.
"Tampaknya hatimu harus sedia berbagi, karena gadis itu juga terluka sepertimu." Kedua gadis itu saling menatap lama, kemudian keduanya saling menganggukkan kepala sambil tertunduk.
Sementara itu, Sian Lee tidak mendengar percakapan ketiga orang itu karena ia telah menghadap ke arah Thian Bu Tek. Kedua datuk sesepuh Bu Tek To Kui dan Bu Tek Pian Sian Li sudah tidak tampak lagi di situ.
"Huh, kau mau membunuh, bunuhlah! Kau kira aku takut mati? Kau tidak lebih hanyalah seorang pengecut yang berlagak di hadapan lawan yang sudah tidak berdaya," seru Thian Bu Tek pada Sian Lee. "Huh, manusia sepertimu layak mampus, tapi aku merasa kasihan jika kau harus mati mengenaskan. Biarlah paman ini membawamu pulang, tapi semua ilmumu harus lebih dahulu dihilangkan."
Tak seorang pun melihat bayangannya bergerak. Tiba-tiba Thian Bu Tek menjerit dan terlempar. Ia mencoba bangkit sambil mengerahkan tenaga, tetapi semua tenaganya telah musnah.
Sian Lee kemudian membalikkan badan dan berkelebat lenyap dari tempat itu sambil membawa Er Yong dan Giok Hui.
"Paman, silakan bawa pengkhianat itu?"