Halo!

Sakit Hati Seorang Wanita - Chapter 20

Memuat...
Sakit Hati Seorang Wanita

Chapter 20

Tak lama kemudian, muncullah lima orang pria muda yang menunggang kuda. Mereka itu adalah lima orang muda, berusia antara dua puluh sampai tiga puluh tahun, kesemuanya tampak gagah dan bertubuh tegap, dengan pakaian indah dan kuda mereka merupakan kuda pilihan. Mereka itu adalah seorang perwira dan empat orang pembantunya, perajurit-perajurit Kerajaan Ceng, orang-orang muda Mancu yang pandai menunggang kuda. Ketika mereka melihat dua wajah cantik tersembul di atas permukaan air sungai, mereka pun tertegun dan menahan kuda mereka.

"Aihhh.... ada dua orang bidadari di sana....!" kata perwira itu dan mereka berlima segera mengajukan kuda dan menghampiri sungai itu ke tepinya. Di situ mereka memandang dengan penuh kagum. Melihat ini, Ta Giok yang tadi sudah membisiki adiknya, tiba-tiba bangkit berdiri sehingga tampaklah tubuhnya dari pusar ke atas, telanjang sama sekali, diikuti adiknya. Tentu saja penglihatan ini membuat lima orang pria itu melongo, mata terbelalak dan mulut ternganga saking kagumnya menyaksikan segala keindahan di depan mata mereka itu. Akan tetapi, sebelum mereka sempat melompat turun untuk menuruti dorongan hati mereka, tiba-tiba dua orang dara remaja itu menggerakkan kedua tangan mereka bergantian dan hujan batu kerikil menyerang lima orang itu. Tiba-tiba lima ekor kuda itu merengkik kesakitan lalu meloncat dan kabur! Kiranya, dua orang dara itu memiliki kepandaian menembak dengan baik sekali sehingga mereka berhasil menembak dengan jitu dan kerikil-kerikil mereka mengenai mata lima ekor kuda itu.

Binatang-binatang itu menjadi ketakutan sekali dan mereka kabur tanpa dapat dikendalikan lagi. Saking kuatnya mereka melompat dan mengangkat kedua kaki ke atas, dua di antara lima orang pria itu terlempar dari atas punggung kuda, dan karena kaki mereka masih terlibat, mereka pun terseret sampai beberapa mil jauhnya sebelum kuda mereka dapat ditenangkan dan mereka dapat membebaskan diri, dengan tubuh penuh luka dan babak belur! Mereka menjadi marah sekali dan setelah mereka mampu menguasai kuda mereka, lima orang itu kembali ke tepi sungai, akan tetapi dua orang dara yang cantik jelita dan bengal itu sudah tidak nampak lagi batang hidungnya.

Berita tentang peristiwa itu tersiar di kalangan perajurit dalam pasukan pemerintah Ceng dan lima orang itu menjadi bahan tertawaan mereka. Akan tetapi, ketika Pangeran Huang Thai Ci mendengar tentang dua orang dara itu, hatinya tertarik bukan main. Dia adalah seorang pria yang suka sekali mendekati wanita cantik, seorang mata keranjang dan penakluk wanita yang terkenal karena memang dia gagah perkasa, berwajah tampan dan bertubuh tegap. Kenyataan bahwa dua orang dara itu termasuk keluarga suku yang tidak bersahabat, yang tentu akan menyerang setiap orang asing yang memasuki wilayah mereka, tidak membuat pangeran mata keranjang dan petualang asmara ini menjadi gentar.

Pangeran Huang Thai Ci ingin sekali berkenalan dengan dua orang dara itu. Dia lalu mengutus pembantu-pembantunya yang cerdik dan pandai untuk melakukan penyelidikan, siapa adanya dua orang dara itu dan kapan kiranya ia dapat bertemu dan berkenalan dengan mereka. Petugas itu melakukan penyelidikan dan segera melaporkan bahwa dua orang dara itu bernama Ta Giok dan Siauw Giok, dua orang puteri kepala suku itu dan melaporkan pula kebiasaan dua orang dara itu berburu binatang di dalam hutan dalam waktu-waktu tertentu.

Mendengar laporan ini, sang pangeran lalu berangkat seorang diri. Dengan penuh keberanian dan menyembunyikan kudanya di dalam sebuah guha di tepi hutan di mana dua orang gadis itu akan datang berburu, dan dia pun mengenakan kulit harimau yang sudah dipersiapkannya, dan menunggu di tengah jalan. Tak lama ia menunggu. Sesuai dengan laporan yang diterimanya, terdengar derap kaki kuda dan tak lama kemudian dua orang dara itu nampak menunggang kuda perlahan-lahan, membawa belasan ekor kelinci dan ayam hutan hasil buruan mereka, dan mereka lewat sambil bercakap-cakap dan bersendau-gurau penuh kegembiraan. Pangeran Huang Thai Ci mempersiapkan diri di balik semak-semak belukar, dan pada saat dua ekor kuda itu tiba di depannya, dia meloncat ke depan sambil mengeluarkan gerengan yang nyaring.

Biarpun terkejut, dua ekor kuda itu agaknya tahu bahwa yang muncul dan menggereng ini bukan harimau aseli. Akan tetapi tidak demikian dengan dua orang dara itu. Siauw Giok menjadi demikian kagetnya sehingga ia membedal kudanya dan kabur meninggalkan tempat itu tanpa menoleh lagi, penuh rasa takut karena seolah-olah merasa ada harimau mengejar di belakangnya! Memang demikian

Dukungan & Donasi

Bantu kami terus update dengan memberi dukungan melalui:

BCA 7891767327
Trakteer
Post a Comment