Halo!

Sepasang Cermin Naga - Chapter 48

Memuat...
Sepasang Cermin Naga

Chapter 48

Wanita ini cantik, tubuhnya menggairahkan, dan Siong-hi memang sudah mahir dalam pelayanan di atas ranjang.

Sebagai bekas pelayan sekaligus teman di waktu dingin, Siong-hi masih sering membuat Menteri Khek tergila-gila. Permainannya yang hebat itulah yang membuat menteri ini tak dapat melupakan Siong-hi, meskipun banyak wanita lain yang juga tidak kalah menarik.

Dan ketika Kwee Han menghajar menteri itu dan pecahan botol berkali-kali melukai wajah dan tubuh menteri itu, maka ketika Siong-hi menjerit dan berteriak-teriak, masuklah para pengawal yang kaget mendengar ribut-ribut ini.

"Hei, jangan kurang ajar!" Dua pengawal cepat membentak maju, menubruk Kwee Han, dan pemuda itu pun diringkus.

Khek Taijin sudah bermandikan darah di lantai. Kwee Han memberontak dan meronta, berteriak dan memaki dua pengawal itu, lalu lepas dan hendak menyerang Khek Taijin lagi.

Tapi begitu tiga pengawal lagi masuk dan mereka meloncat menghalangi Kwee Han, sebatang tombak memukul pemuda ini dan Kwee Han pun roboh.

"Buk!" Kwee Han mengeluh dan terbanting di lantai.

Dua pengawal lain kembali menggerakkan tombak mereka, menghantam punggung Kwee Han, dan pemuda itu pun menjerit.

Tiga pukulan keras mengenai kepala dan tubuh Kwee Han. Pemuda itu tidak dapat bangun dan akhirnya pingsan.

Ribut-ribut ini mengundang banyak orang dan membuat kediaman Khek Taijin geger. Menteri itu ditolong dan segera dilarikan ke dalam untuk dirawat.

Dan ketika Kwee Han menggelepar di sana, Siong-hi menangis dan menjerit tidak karuan. Siang itu Kwee Han sadar dan tahu-tahu ia berada di sebuah tempat di mana Pangeran Yu Fu tampak di situ.

"Kau sadar?" Pangeran ini menariknya bangun, tersenyum aneh.

"Mari, bangunlah, Kwee Han. Ceritakan apa yang terjadi dan mengapa kau menyerang Khek Taijin." Kwee Han mendelik, bangun terhuyung.

"Khek Taijin menghina hamba, Pangeran. Dia mempermainkan istri hamba!"

"Hm, urusan kecil," Yu Fu tertawa, "Kau ingat kedudukan dan jasa baik Khek Taijin, Kwee Han. Dia adalah penolong sekaligus pemberi utang budi kepadamu."

"Urusan ini tak perlu diperpanjang, Siong-hi memang bekas pelayan Khek Taijin."

"Tapi dia istri hamba, Pangeran! Masakan...." "Sst," Pangeran tiba-tiba bersikap ketus.

"Negara dan isinya ini adalah milik istana dan para pembantunya, Kwee Han. Apakah kau tak ingat kedudukanmu sebelum datang di sini? Bagaimanakah keadaanmu dulu? Lupakah kau bahwa dulu kau adalah nelayan miskin yang kini banyak diberi kesenangan oleh Khek Taijin?

Ingat, kau orang biasa saja, Kwee Han. Kau bukan bangsawan atau orang berdarah biru. Kau dapat hidup senang di sini adalah atas jasa Khek Taijin. Kalau sekarang Khek Taijin ingin bersenang-senang dengan Siong-hi, apakah kau tak rela?

Hm, orang kecil tak menang melawan orang besar, Kwee Han. Khek Taijin adalah sahabatku, dan kau harus memandangku!"

"Paduka maksudkan...?" "Benar, kau tak perlu dendam padanya, Kwee Han. Urusan ini selesai, dan kau tak perlu marah-marah kepada Khek Taijin!"

"Tapi hamba..." "Hm, kalau tak ingat cincin di jarimu, tentu kau sudah dibunuh, Kwee Han. Aku menasihatimu agar kau melupakan ini dan tidak memperpanjang urusan. Atau, kau memikul akibatnya, dan mungkin aku tak bisa menolong!"

Yu Fu memotong, memberinya tatapan tajam, dan Kwee Han tertegun.

Di sekitar Pangeran tiba-tiba muncul beberapa pengawal yang siap bergerak, sikap dan mata mereka penuh ancaman.

Kwee Han mendadak tergetar dan takut. Baru kali itu dia merasa terkesiap dan berdebar.

Wibawa dan sikap Pangeran Yu Fu tak sanggup ditandingi pemuda ini. Kwee Han memang pemuda biasa, bahkan bekas nelayan.

Dan ketika dia tertegun dan bengong menatap, Pangeran bertepuk dan memanggil beberapa dayang-dayang manis yang melenggang dengan gaya memikat.

"Sekarang obati kekecewaanmu dengan dayang-dayangku ini. Main-mainlah, bersenang-senanglah!"

Yu Fu memberi tanda, dan empat dayang datang mendekat, lalu langsung membelai Kwee Han.

Pemuda ini terkejut dan kaget, ia mau menghindar, tetapi Sang Pangeran sudah memberi isyarat agar dia tak menolak.

Dayang-dayang itu, katanya, sebagai pengganti Siong-hi yang entah kini di mana.

Dan ketika Pangeran tertawa dan menyuruh pengawal keluar, dan ia pun juga pergi dari situ, maka seorang dayang yang mencium pipi Kwee Han berkata merdu dan manis.

"Kwee Kongcu, marilah. Sudah biasa kami menghadapi orang-orang macam Kongcu. Mari ke kamar dan kendorkan seluruh urat-urat yang tegang."

"Benar," Yang lain berkata, tertawa dan memainkan matanya.

"Kami akan membuatmu lupa segala, Kongcu. Mari dan ikutlah kami." Kwee Han pun dibawa.

Tanpa berdaya dan menurut saja, Kwee Han membiarkan lengannya digandeng. Empat dayang tiba-tiba memeluknya dan membawanya ke sebuah kamar besar.

Mereka kini mulai cekikikan. Kwee Han tiba-tiba seperti kehilangan kesadaran, dan mulailah ciuman serta belaian mendarat di tubuhnya. Dan ketika mereka berada di dalam kamar dan pintu ditutup, Kwee Han tak tahu lagi apa yang terjadi selain dia dibawa terbang ke surga yang tinggi, melayang-layang, dan bayangan Siong-hi pun lenyap. Pemuda itu terbuai dan hanyut dalam pelukan empat dayang ini.

Baru kali itu Kwee Han dikerubuti empat gadis sekaligus. Tentu saja semua itu membuat pemuda ini lupa diri dan mabuk.

Dan karena perbuatan Siong-hi menyakitkan hatinya, Kwee Han ingin membalas, maka empat dayang itu pun diterimanya, dan akhirnya bersenang-senanglah pemuda ini dengan pengalaman tiada taranya, tiba-tiba menjadi lebih dewasa dan matang.

Empat dayang itu berkata bahwa tak usah dia mengingat Siong-hi, cinta sejati tak ada di dunia ini, dan Kwee Han tak perlu kecewa...

Dan ketika belaian serta kecupan lembut membuat Kwee Han lupa diri, maka Kwee Han mabuk dan hanyut dalam dunia barunya.

Sehari itu ia bersenang-senang, dan Kwee Han merasa jatuh cinta kepada A-hwa, dayang pertama yang menciumnya, yang mahir dan tak kalah dengan Siong-hi.

Dan ketika semuanya selesai dan Kwee Han pulang, Sang Pangeran tiba-tiba muncul dan memberinya janji yang seumur hidup belum pernah terbayangkan, yakni bahwa dia akan menjadi menteri muda urusan perdagangan.

"Nah, kau sekarang dapat berpikir lebih jernih, Kwee Han. Pulang dan bawalah kenangan ini seumur hidupmu. Aku akan membujuk Ayahanda Kaisar agar mengangkatmu sebagai menteri muda. Kau tak menolak, bukan?"

Kwee Han ternganga.

"Paduka mau memberiku kedudukan tinggi itu?"

"Bukan aku, Kwee Han, melainkan Ayahanda Kaisar. Kau dapat menjadi pembantuku dan sama seperti Khek Taijin."

"Ah, terima kasih!" Dan Kwee Han, yang langsung menjatuhkan diri berlutut dan berseri-seri, akhirnya menerima janji itu dengan gembira.

A-hwa, yang keluar bersamanya, tersenyum manis.

Pangeran Yu Fu tertawa dan menepuk pundaknya.

Dan ketika Pangeran bertanya apa lagi yang kira-kira diinginkannya, mendadak pemuda ini memandang A-hwa, wanita yang baru saja melayaninya.

"Pangeran, maaf..., bolehkah hamba mengajak A-hwa ke rumah?"

"Ha-ha, kau puas dengan pelayanannya?"

"Benar," Kwee Han agak tersipu. "Hamba merasa mendapat pengganti Siong-hi dalam dirinya, Pangeran. Kalau Paduka memperkenankan, biarlah A-hwa ikut hamba dan menjadi pendamping hamba."

"Ha-ha, kalau begitu tiga yang lain juga kuserahkan padamu, Kwee Han. Bawa dan ajaklah mereka!"

Kwee Han terkejut. "Paduka menyerahkan empat wanita ini kepada hamba?"

"Ya, kenapa? Aku dapat mencari penggantinya, Kwee Han. Aku hendak memberitahumu bahwa jangan bodoh kalau ditinggal Siong-hi atau siapa pun juga kekasihmu. Dunia ini banyak wanita, tinggal kita mencari dan mendapatkan. Nah, bawalah A-hwa dan bersenang-senanglah di tempatmu!"

Yu Fu memberi tanda. Empat dayang yang melayani Kwee Han ternyata diberikan begitu saja. Kwee Han terbelalak, tetapi tentu saja girang bukan main.

Ia tak tahu akal licik sedang berjalan di benak Pangeran itu.

Dan ketika hari itu A-hwa dan tiga temannya mengikuti Kwee Han, pemuda ini seakan mendapat durian runtuh dan hidup bagai di surga.

Empat dayang itu seolah bidadari bagi Kwee Han.

Siong-hi seketika lenyap dari ingatannya. A-hwa pandai dan tak kalah dengan Siong-hi.

Dan ketika beberapa hari kemudian Kwee Han mendapat kabar bahwa Kaisar berkenan mengangkatnya sebagai menteri muda atas bujukan Yu Fu, tak lama kemudian Kwee Han terangkat derajatnya dan benar-benar menjadi menteri muda, jauh lebih terhormat daripada sewaktu dia masih pedagang.

Sebuah kedudukan tinggi yang belum pernah diimpikannya.

Dan karena ini mengharuskan dia bergaul dengan kerabat-kerabat istana, serta satu demi satu pengalaman dan kesadaran hidup Kwee Han meningkat, maka Khek Taijin, yang dulu dimusuhinya, kini sudah dekat lagi, akur dan bersahabat dengannya.

Kwee Han mengalami dunia baru yang lain daripada dulu.

Pemuda ini telah menjadi pembesar, dipanggil "Taijin". Dan segala hormat serta kemuliaan mengiringinya.

Para hamba dan pembantunya bertambah, bahkan Kwee Han sekarang mempunyai pengawal.

Bukan main.

Dan ketika hari demi hari dilewatkan pemuda itu, Siong-hi benar-benar dilupakan karena sudah diganti A-hwa dan lainnya, maka suatu hari pemuda ini mendapatkan sebuah benda, sebuah cermin.

Waktu itu Kwee Han duduk-duduk menikmati teh panas.

Semalam dia dilayani A-hwa dan teman-temannya.

Pemuda ini mulai menjadi budak birahi, Kwee Han mulai memelihara gundik juga.

Kebiasaan dan contoh istana mulai diikuti.

Siong-hi benar-benar terlupakan.

Hidup seperti Kwee Han benar-benar hidup yang bergelimang kesenangan, harta, dan wanita.

Dan ketika pemuda itu sedang melepas penat setelah semalam mengumbar nafsu, mendadak terdengar bunyi nyaring dan kaca jendelanya pecah.

"Pranggg!" Kwee Han terbelalak.

Dia melihat sebuah cermin berbingkai emas jatuh di bawah kakinya. Pemuda ini terlonjak dan tertegun.

Tapi ketika benda itu tak bergerak lagi, dan Kwee Han bangkit, segera pemuda ini mengambilnya dan mendesis.

"Ahh, cermin apa ini? Dari mana?" Kwee Han mengamat-amati, heran dan kaget, namun juga girang.

Cermin itu indah dan bersinar-sinar. Bingkainya yang terbuat dari emas cukup mahal. Kalau dulu dia masih menjadi nelayan miskin, tentu ini adalah hal utama yang menarik perhatiannya.

Dukungan & Donasi

Bantu kami terus update dengan memberi dukungan melalui:

BCA 7891767327
Trakteer
Post a Comment