Chapter 96
"Baginda Raja Kertarajasa telah meminta Rakyan Argalanang mendampingi pelayaran kita sampai ke Bandar Muara Jati," ujar Putu Risang mengawali pembicaraan mereka yang akan berangkat besok menuju Tanah Pasundan.
"Begitu besar perhatian Baginda Raja hingga mengutus seorang pejabat istana," sahut Jayakatwang penuh kegembiraan mendengar besarnya perhatian Raja Kertarajasa dalam menyiapkan keberangkatan mereka ke Tanah Pasundan.
"Keberangkatan kita adalah kunjungan kekeluargaan antara keluarga Majapahit dan keluarga Pasundan. Itulah sebabnya Baginda Raja Kertarajasa telah menyiapkan segalanya, memastikan kita akan sampai di tujuan dengan selamat," tutur Putu Risang.
"Benar, keluarga Majapahit dan keluarga Pasundan adalah dua penguasa bersaudara di Tanah Jawa ini. Tali persaudaraan itu harus terus terjalin, saling menjaga, saling asah, asih, dan asuh. Itulah pesan Eyang Buyut Prabu Guru Darmasiksa kepada kita," ucap Pangeran Jayanagara.
"Gusti Yang Maha Agung telah mengaruniakan keturunan Prabu Guru Darmasiksa bagaikan sang surya yang bersinar dari timur dan barat. Mengikat seperti tali sutra yang halus lewat pernikahan putra-putrinya, berbesan dengan Raja Tanah Melayu dan Raja Singasari," kata Jayakatwang.
"Mengikat tali perdamaian, itulah cita-cita luhur Prabu Guru Darmasiksa untuk semua keturunannya," ujar Pendeta Gunakara setelah lama berdiam diri. "Sebuah cita-cita yang begitu mulia yang harus kita jaga dan lestarikan bersama."
"Damai di hati, damai di bumi," ucap Jayakatwang perlahan.