Halo!

Tembok Besar - Chapter 46

Memuat...
Tembok Besar

Chapter 46

"Sui Giok... bagaimana dia mati... Bagaimana, Ling Ling, katakanlah, bagaimana ibumu bisa mati...?" "Tutup mulutmu yang palsu!" bentak gadis itu makin marah.

"Aku tidak kasihan kepadamu, seperti kau tidak kasihan kepada ibuku. Jangan pura-pura berduka atas kematian ibuku, karena sekarang aku datang hendak memaksa kau mati menyusul ibuku. Biar kau bisa bertemu dan minta ampun kepadanya!" "Bunuhlah! Bunuhlah... ini dadaku, siapa takut mati!" "Aku akan merasa girang sekali dapat menyusul Sui Giok. Aku merasa berdosa kepadanya. Hanya... hanya aku merasa sayang sekali mengapa putriku, putri Sui Giok, akan menjadi seorang anak durhaka yang membunuh ayah sendiri."

Lemaslah tangan Ling Ling mendengar ini, tetapi kekerasan hatinya membuat ia melompat maju dan mengangkat pedangnya, siap ditusukkan ke dada ayahnya.

Tetapi, tiba-tiba terdengar jerit mengerikan dan Nyonya Kwee melompat maju, menghadang di depannya.

"Nona, suamiku tidak bersalah. Ayahmu tidak bersalah terhadap ibumu. Ketika ia mengawiniku, dia sudah putus asa dan menganggap bahwa ibumu telah meninggal dunia. Telah banyak usahanya untuk mencari ibumu, tetapi sia-sia. Jangan bunuh dia, Nona, bunuhlah aku kalau kau merasa bahwa aku yang merusak kehidupan ibumu!" Dan Nyonya ini lalu menangis terisak-isak, berlutut di depan Ling Ling.

Tiba-tiba Kwee Cun berteriak marah. "Tidak, Ibu, tidak! Nona ini tidak boleh membunuhmu!" Ia lalu menghampiri Ling Ling dengan sikap mengancam, kedua tangannya yang kecil terkepal. "Kau... kau ganas dan kejam! Kau orang durhaka, mau membunuh ayah sendiri! Kupukul kau!" Dan anak kecil itu lalu menyerang Ling Ling dengan kedua tangannya memukul.

Ling Ling tertegun melihat ini semua. Sebetulnya ia tidak tega untuk membunuh ayahnya, untuk melukai orang tua yang sama sekali tidak tampak jahat dan kejam ini. Ia tadi telah tertusuk oleh sikap dan kata-kata ayahnya, yang ternyata seorang laki-laki gagah dan budiman. Ketika Nyonya itu menangis dan bermohon kepadanya, ia sudah merasa makin lemah semangatnya. Bagaimana ia bisa membunuh ayah sendiri dan membuat Nyonya itu serta putranya menjadi janda? Kini melihat sikap Kwee Cun, ia makin pucat dan tak terasa pula ia melangkah mundur tiga tindak. Sebagai seorang yang mempelajari ilmu silat dan menjunjung tinggi kegagahan, sikap dan keberanian anak ini membela ibunya telah membuat Ling Ling kagum sekali. Ia tidak tahu harus menangis atau tersenyum. Sedih dan girang tercampur aduk menjadi satu. Sedih mengingat nasib ibunya, dan girang mendapat kenyataan bahwa ayahnya dan istri serta putranya yang baru ternyata adalah orang-orang yang patut dipuji. Kenyataan bahwa ayahnya seorang laki-laki gagah membuatnya bangga. Kalau seandainya ayahnya berlutut dan meminta-minta ampun, mungkin akan dilanjutkan niatnya membunuhnya. Tetapi ayahnya bahkan menantang, memberikan dadanya.

"Nona, insyaflah akan kesesatanmu!" terdengar Nyonya itu berkata di antara tangisnya. "Tidak ada dosa yang lebih besar daripada membunuh ayah sendiri. Menyakiti hatinya saja sudah merupakan perbuatan terkutuk, apalagi membunuhnya. Aku bersumpah, ketika ayahmu melihat kau dan ibumu masih hidup, tidak ada pengharapan yang lebih besar dalam hati ayahmu, dalam hatiku, dan dalam hati adikmu yang masih kecil ini, selain melihat kau dan ibumu tinggal di sini bersama kami, hidup sebagai keluarga yang besar dan penuh damai. Sekarang... kalau benar-benar ibumu telah meninggal dunia, kuminta kepadamu, tinggallah di sini. Jadilah anakku, anak ayahmu, enci adikmu ini... Ling Ling, pergunakanlah kesadaranmu..."

Kembali Ling Ling tertegun. Tetapi, sambil mengeraskan hatinya, ia berkata, "Kau kira akan dapat membujukku dengan omongan manis. Kau tidak tahu betapa rasanya kehilangan ibu. Biarlah anakmu yang akan merasakan betapa sengsaranya hati seorang anak terpisah dari ibunya."

Setelah berkata demikian, secepat kilat Ling Ling menyambar tubuh Kwee Cun, dipondongnya dan dibawanya melompat keluar, menghilang di dalam gelap.

Dukungan & Donasi

Bantu kami terus update dengan memberi dukungan melalui:

BCA 7891767327
Trakteer
Post a Comment